Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 7 Rencana Twins 2


__ADS_3

******


**Waktu terus berputar , tak terasa hari yang di tunggu twins pun tiba dengan semangat mereka bersiap, mereka tak langsung menggunakan kostum sesuai konsep acara , karena pakaian itu terbuka dan mereka tak berani memakai pakaian itu di rumah nya.


Mereka telah mempersiapkan segalanya jauh-jauh hari. Pakaian pun mereka beli bersama Meychan pada waktu pulang kuliah waktu itu.


"sudah Na?" tanya Hani


"hemm,,,, kamu bawa ini kemobil dulu gantian jangan sampai ada yang curiga" balas Hana di angguki oleh Hani


"ini kan malam minggu aku sudah tanya sama Marko kata nya abang pulang malam mungkin dia lupa ,, nanti kita pamit saja sama mamah okeyyyy" seru Hana


Mereka mulai mengunjal tas dan kado ke bawah, mereka berdua mengendap-endap seperti maling.


Sampai mereka berdua selesai tak ada yang memperhatikan pergerakan nya karna para pekerja sibuk masing-masing sementara ibu Maryam dan suami nya berada di ruang favorit mereka di ruang baca , menunggu makan malam siap.


Hana dan Hani mengetuk pintu ruang baca untuk pamit kepada orang tua mereka.


tok,,,tok,,


"pah ,, kami pamit ya gk ikut makan di rumah nanti makan di pesta saja" ucap Hana agak gugup karna tak pernah berbohong.


Keringat dingin pun keluar dari telapak tangan dan kening nya seolah-olah mereka sedang di sidang.


"loh gak nunggu abang kalian??"


"gak mah nanti sama pak Tono saja sampai depan komplek , soalnya Meychan nunggu disana"


"kenapa Meychan gak ke rumah dulu , kalian gak bohong kan?" tanya bu Maryam menyelidik kepada anak nya


"tadi nya mau kesini mah tapi sekarang saja belum datang nanti kami telat kalau mamah gak percaya kan nanti kami diantar pak Tono ,mamah tanya saja" jawab Hana mencoba meyakinkan orang tua nya.


Sementara ayah nya hanya menyimak pembicaraan orang-orang tersayang nya.


" ya sudah jangan pulang malam-malam ya gak baik gadis pulang malam-malam , dengar!!"


seru bu Maryam


"siap mah tenang saja kami akan baik-baik saja"


balas kembar kompak.


Mereka mulai keluar dari rumah dan memasuki mobil nya , sepanjang perjalanan hanya keheningan tak ada yang membuka suara .


Sebenarnya twins ingin sekali berteriak tapi takut ketahuan dengan pak Tono dan mengadukan kepada orang tua mereka.

__ADS_1


Sesuai titah twins pak Tono menurunkan mereka di depan komplek dan benar saja Meychan sudah menunggu kehadiran sahabat nya itu.


Pak Tono pun pamit pulang , dan sebelum pulang pak Tono bertanya kepada nona mudanya.


"nanti di jemput gak non?"


tanya pak Tono sopan


"gak usah pak nanti kami bareng Meychan aja , bapak pulang saja dan istirahat jangan lupa lapor sama papah ya pak , terima kasih" ucap Hana sopan.


Mereka memang terbiasa sopan dan tidak membeda-bedakan kasta seseorang itulah yang diajarkan oleh orang tuanya , 'semua itu sama di mata Tuhan jadi jangan kita pernah membeda-bedakan apalagi meremehkan orang karna derajat nya' , kata-kata itulah yang selalu ditanamkan di hati anak-anak nya.


Mereka pun langsung bergegas meninggalkan tempat itu. Sementara Meychan mengendarai mobil twins pun bergantian mangganti pakaian mereka dengan pakaian yang sudah di siapkan.


*************


Sementara di kantor Habil masih berkutat dengan laptop nya dan menandatangani beberapa berkas, seperti nya ada yang di lupakan Habil hari ini karna begitu sibuk.


tok,,tok,,


mandapat perintah masuk seorang OB masuk dengan membawa minuman pesanan Habil.


Habil meminta OB itu membeli minuman jahe di luar.


"terima kasih pak , apa bapak juga beli"


"baiklah sama-sama" Habil memaksa agar OB itu juga membeli minuman itu untuk diminum nya.


Habil memang bos yang royal maka dari itu karyawan sangat betah kerja di tempat Habil, selain gaji yang besar Habil juga memberikan bonus kepada karyawan dari petinggi sampai OB dan OG.


Seolah Habil hanyut dalam kesibukkan nya dia melupakan bahwa adik nya sedang melancarkan penasaran nya ,,,,,


*******


Berbeda dengan Habil seorang penyanyi wanita sedang menghibur pengunjung dari atas panggung, terlihat dari tubuh yang mempesona sesekali badan nya sedikit oleng serasa mau jatuh.


Entah mengapa malam ini badannya tidak fit dan seperti mau pingsan , tapi sekuat tenaga Mila menahan nya , ia tak mau mengecewakan bos nya


"kenapa pusing sekali , padahal aku selalu minum vitamin, kuat kan aku ya Tuhan"


Mila mulai turun bergantian dengan partner nya.


Mila langsung menuju toilet dan langsung mencari obat pereda nyeri yang tak pernah tertinggal di tas selempang nya. Tak menunggu lama ia langsung meminum obat pusing itu ,, barang kali dapat menahan sampai di kos'an.


***

__ADS_1


Sementara di dalam club mulai berdatangan teman-teman seangkatan twins. Mereka tak menyangka bahwa Devan akan mengundang semua nya , melihat pakaian yang di pakai twins mereka mulai berbisik dan mengamati twins seolah-olah mereka tak menyangka dengan kemolekan saudari kembar itu.


Twin menggunakan hotpants yang memamerkan kaki jenjang dan mulus yang di penuhi bulu-bulu halus dengan atasan tangtop panjang nya hanya mencapai pusar dan ditutupi dengan jaket sport.


Kostum yang di pakai memang seperti ini , berhubung twins tak pernah kelihatan dengan pakaian terbuka dan disinilah teman-teman twins mengetahui bahwa tubuh saudari kembar itu sangat amat sempurna.


Mata-mata jelalatan pun tak bisa dihindari, twins yang tak pernah melihat dan merasakan jadi pusat perhatian pun merasa risih , twins baru sadar akan kakak nya yang selalu posesive. Tapi terlambat dia sudah masuk kedalam kumpulan orang yang menikmati pesta , sampai kawan Devan dari luar kampuspun menghampiri.


"haiiii girls, mengapa tak menikmati pesta ayolahhh bersenang-senang ini minuman mahal sayang kalau kalian tak mencoba" ucap Tio teman Devan


"hai juga ,, bau nya tak enak kami tak suka , kami mau susu apa tak ada " jawab Hana polos di angguki Hani .


Mendapat jawaban polos dari saudari kembar itu membuat Tio tergelak ,tak menyangka dengan penampilan yang terlihat nakal ternyata hanya kucing rumahan yang manis.


"ini enak apa tak mau mencoba nya ada juga yang manis biar ku ambilkan "tawar Tio beranjak mengambilkan minuman yang di maksud


"nihhh minum lah ini enak dan manis"


"apa benar, "Hana mencium gelas itu lalu berkata kepada Hani


"iya Ni ini harum aku mau , kau mau?"


"jangan Na aku takut ayo kita pulang , aku tak mau minum kau saja" ucap Hani takut


"baiklah aku coba"


Semua itu dilihat Tio yang mengulum senyum , tapi ia salut dengan mereka yang tak tahu apa yang di berikan Tio kepada twins.


Tio pun turun kelantai dansa meninggalkan mereka yangasih meneguk minuman itu.


"ini enak Ni kau tak mau , agak sedikit asam kau tak mau mencoba"


"sudah Na jangan minum lagi kita tak tahu apa itu, kau tahu kan kita buta dunia seperti ini ,pulang saja yok minta jemput abang"


"nanti Ni kapan lagi seperti ini " jawab Hana


Hana meminum tiga gelas kecil sampai ia merasa pusing , wajah nya merah dan tak sanggup berjalan.


"Hani aku pusing"


"kan ayok pulang ku bilang jangan sentuh minuman itu ,, ayo pulang" Hani memapah Hana yang teler.


Hani sudah menghubungi Meychan tapi tak angkat akhirnya ia oun bekat memapah Hana ,, badan nya sama tinggi dengan Hana tak menyusah kan Hani .


Mereka keluar dari club laknat tersebut dan meninggalkan Meychan yang entah dimana , Hani yang bingung melihat-lihat , ternyata club itu dekat dengan kafe yang di boking Meychan waktu itu , Hani berfikir ia akan menelpon abang nya dengan alamat kafe itu agar abang nya tidak marah,,,

__ADS_1


*******


Semoga berhasil twins ,,,, biar babang Habil nya gak ngamuk πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚**


__ADS_2