Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 54


__ADS_3

**


**Laila dan Diego menikmati setiap detik kebersamaan mereka seolah takut terpisahkan lagi, mereka menelusuri mansion itu dengan gembira seraya berbincang santai sampai satu bahasan yang membuat mereka terdiam sejenak.


"sayang sahabatmu menginginkan putri kita menjadi menantunya" ucap Diego


"menurutmu gimana mas?"


"aku sudah lihat datanya, sepertinya patut di pertimbangkan tapi jangan memaksa gadisju aku tak suka" ucap Diego serius


"aku setuju pendapatmu mas, tapi bagaimana cara menyampaikan pada sahabatku itu ku akui dia sangat menyayangi Mila sebelum aku datang kesini"


"jangan terlalu dipikirkan, kalau memang Habil menyukai putri ku biarkan dia berjuang kita hanya peru membumbui saja"


"putri kita mas!!! bukan putriku aku yang melahirkan!" tekan Laila tak terima secuil kesalahan perkataan suami nya


"iya sayang iya, putri kita" balas Diego seraya mencubit hidung mancung sang suami


banyak yang mereka bahas tak terkecuali mengenai Mila yabg akan di pertemukan dengan ayah nya, mereka mencari momen yang pas agar sang anak tak terkejut.

__ADS_1


"rencana nya Jellita akan ikit andil dalam mempertemukan mu mas" ucap Laila bersandar di bahu kekar sang suami


"kapan aku sudah tak sabar"


"minggu depan di perayaan perusahaan Dewanto group"


"baiklah aku akan menurutimu, sebenarnya aku sudah tidak sabar ingin memeluk putri kita itu dia sangat mirip dengan mu sayang" ucap Diego


"sabarlah, tak mudah mas kita harus santai aku takut Mila drop" balas Laila seraya membelai rahang tegas sang suami,


Diego menatap Laila penuh arti tatapan sayu itu menandakan kerinduan yang mendalam kepada sang istri, Laila yang menatap mata sang suami pun terhanyut entah siapa yang memulai bibir itu menyatu dengan sempurna


ciuman lembut yang penuh arti itu berganti dengan decapan bringas yang menuntut syahwat Laila terbuai permainan sang suami dan sumoah demi apapun Laila sangat mendambakan situasi ini l, ia tak menyangka akan mendapatkannya lagi ketika ciuman itu terlepas dengan kening mereka yang masih menyatu.


Laila hanya mengangguk ia mengalungkan tangannya pada leher sang suami yang sigap mengangkat tubuhnya menuju kamar mereka, beruntung keadaan mansion sepi karna siang mereka sudah pulang ke markas Diego mempekerjakan paran art yabg berada di markas karna ia tak percaya pada yang lain.


**


Mila sedari tadi sibuk kesana kemari karna bundanya tak mengangkat panggilannya, Mila semakin risau takut terjadi apa-apa kepada bundanya. Tak lama kemudian pintu terbuka dilihat sang adik yang baru pulang dari kuliahnya.

__ADS_1


"Leo dari tadi kakak menghubungi bunda tapi kok nggak diangkat ya, kakak khawatir Leo" ucap Mila


Leo hanya diam ia hampir saja keceplosan bahwa bundanya sedang bersama ayah mereka.


"mungkin ada urusan kak, biarkan saja sebentar lagi juga pulang" ucap Leo berusaha santai


ia paham ayah dan bundanya butuh waktu untuk bersama.


"ya sudah, kamu mandi sana habis itu makan kakak sudah masak makanan kesukaan kamu" ucap Mila


"iya kak" balas Leo sampai di dalam ia terpaku bagaimana reaksi sang kakak jika tahu kalau sang ayah masih hidup, Leo menggeleng pelan dan langsung menuju kamar mandi pasti kakaknya menunggu di luar sana.


Mila dan Leo menikmati hidangan yang kakaknya siapkan tadi, Leo kagum kepada kakaknya yang serba bisa masakan sang kakak memang patut diacungi jempol.


"kalau bang Habil makan masakan kakak pasti dia langsung daftar jadi calon suami kakak"


"uhukkk,,,


"pelan-pelan kak" Leo menepuk pundak kakak nya khawatir**

__ADS_1


*


*


__ADS_2