
**πΉπΉππΉπΉ
Mereka terkesiap dan menghentikan obrolan mereka ketika seorang wanita yang sangat anggun menghampiri mereka. Terlebih lagi bahasa asing yang mereka kuasai hanya sedikit. Mila tersenyum menunduk menyapa wanita anggun itu.
Rambut pirang dan gaun sutra mewah itu sangat kentara menunjukkan siapa dirinya.
"hallo miss saya Mila istri dari perwakilan HL group" ucap Mila memperkenalkan dirinya
"saya Queen Elisabeth, terima kasih sudah berkunjung" ucap Queen itu ramah
"oh,, maaf Queen saya tidak tahu anda Queen Episabeth" ucap Mila dengan fasih menggunakan bahasa asing
"tidak apa-apa, apa benar suamimu pemilik HL group?" tanya Queen
"ya, Queen suami saya sedang berada dalam ruang meeting" balas Mila, ia sempat tertegun karna sang ratu rupanya masih sangat muda, perkiraannya usianya hanya beberapa tahun diatasnya
"nikmatilah hidangannya kurasa suami mu paling terakhir pulangnya" ucap Queen itu, lalu ia kembali duduk dengan anggunnya
**
"wah Mila kamu lancar ya bahasa asing nya, kami hanya mengerti sedikit-sedikit saja" puji rombongannya
__ADS_1
"iya aku juga hanya bisa sedikit kok, dulu pernah kursus bahasa asing" jelas Mila
"beruntungnya presdir, ngomong-ngomong kamu lulusan apa bahasa asing ya?" tanya Delina
"bukan, aku lulusan IT aku memang kursus bahasa dari sma" ucap Mila
"sudah ayo kita makan tak kusangka ada menu Indonesia juga" ucap yang lainnya
"jelaslah, lihatlah para istri lainnya mereka datang dari negara lain juga" jawab lainnya
Mereka menikmati hidangan itu, tanpa mereka sadari Queen memandang ke arah mereka dengan tatapan dalam entah apa yang ia pikirkan. Mila yang memang hoby makan tak meninggalkan kesempatan itu.
Ia makan beberapa dessert yang tampak lucu dan menggemaskan, apalagi ada ice cream favoritnya. Mila tak melepaskan kesempatan yang sangat ditunggu ini, dengan semangat ia memakan ice cream itu. Para istri disana melihat apa yang Mila makan, mereka tertegun apa yang Mila makan. Makanan manis dan memang menggugah selera, mereka saja berpikir ribuan kali ingin melahapnya.
"aku biasa makan seperti ini, dan memang aku makannya banyak" balas Mila dengan santainya sesekali ia memasukkan sendok ice cream itu
"aku jadi mau melihatmu memakan itu" ucap lainnya, menatap nanar mangkok-mangkok ice cream yang seolah melambai
"makan saja, ini enak" jawab Mila
"kamu ini, kami ini diet kami mana bisa makan sesuka hati" ucap Delina emosi karna ia juga pencinta makanan manis
__ADS_1
"ia, kami ini tidak sembarangan makan, apalagi yang manis-manis, bisa-bisa badan kami tak sebagus ini. Tubuh kami ini penuh perjuangan Mila" ucap yang lainnya sendu
"kalian ini, makanan ini anugrah kita harus menikmatinya,,kalau mau bdan bagus itu olahraga sesuai apa yang kita makan bukan berarti harus menahan segalanya" ucap Mila tak habis pikir,
"sayang sekali, ini bukan ice cream lagi ini jenis gelato emmm,,, enak" sambung Mila mengiming-imingi
mereka yang tidak tahan akhirnya ikut menyantap dessert dan ice cream itu, memang sedari tadi mereka bertahan hanya karna takut berat badannya naik.
"kalau timbangan kai naik, ini salahmu Mila" ucap Delina yang memang pencinta makanan manis
"kenapa aku, yang memakan kalian ya tanggung sendiri" jawab Mila dengan santainya
"kalau berat kami naik, kamu harus membantu kami" balas yang Lainnya
"aku jarang gym, malas aku memang makannya banyak dan itu tidak masalah dengan berat badan ku" jelas Mila membuat mereka berheni memakan, jelas mereka tahu kondisi tubuh Mila atas keterangan Mila sendiri. Berarti Mila memiliki tubuh seperti beberapa orang, makan banyak tetapi tidak berpengaruh pada berat badannya.
"aku rasa sudah cukup makannya" ucap Delina ia mulai risau, sedangkan ia sedamg program diet
Mila hanya tertawa melihat mereka yang kembali murung dan tak berselera memakannya lagi.
"makanlah, nanti kita ngegym sama-sama jangan takut gemuk. Yang terpenting nanti olahraga sesuai dengan apa yang kita makan" ucap Mila menenangkan mereka, terbukti mereka kembali tersenyum.
__ADS_1
Sedangkan di sebuah kursi besar itu, seorang wanita masih saja memantau mereka terutama Mila. Fokus matanya memang tidak teralihkan sampai para istri penjilat itu di abaikannya.
πΉππΉππΉ**