Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
132 Possesive husband


__ADS_3

**πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Semenjak kabar kehamilan Mila booming, wanita hamil itu terus di pantau sang suami. Entah apalagi kegilaan Habil yang belum terealisasikan. Mila tak boleh mengerjakan apapun, sampai hobi memasaknya pun harus ia pendam.


Para karyawan tak kalah semangat, saat mereka mendengar nyonya bos mereka hamil. Esoknya mereka mendapat bonus, binus itu atas rasa syukur Habil karna sang istri akan memberikan kado terindah.


Habil tak pernah menyangka kehidupannya akan seindah ini, ia yang dulu terkenal anti wanita karna terlalu cuek, kini ia akan menjadi seorang ayah. Setiap bulan ia rajin memeriksakan kandungan istrinya serta menanyakan apa yang boleh atau tidak makanan atau aktivitas terhadap dokter secara mendetail.


Semua bergembira, bahkan Habil mengundang teman Mila saat di kafe untuk makan bersama di rumahnya. Hanya satu orang yang membungkus senyum palsu, orang yang terlalu berharap pada Habil, padahal Habil tak pernah sedikitpun memberi harapan. Ia lah Maria, wanita itu kerap kali mengepalkan tangannya kala melihat dan mendengar kabar bahagia dari presdir HL tersebut.


"kerjakan denga rapi, maka akan ku tambah bayaran kalian, kalau tak bisa ibunya maka celakakan saja janin di perutnya. Jika ketahuan jangan sekali-kali menyebut namaku!!" ucap Maria melalui ponsel nya. Ia tersenyum menyeringai, jika ia tak bisa memiliki maka wanita lain pun tak bisa memilikinya.


**


Pagi itu Habil free bekerja karna ia akan menemani istrinya berjalan pagi. Mila sudah siap dengan celana olahraganya. Perutnya sudah sangat terlihat karna ia mengandung bayi kembar. Habil dengan sigap menggandeng tangan sang istri.

__ADS_1


"sayang, gimana kalau jalan paginya lain kali saja. Kita olahraga di rumah saja ya" ucap Habil karan ia merasa tak enak hati.


"kan cuma di komplek saja mas, ayo Mila bosan dirumah. Apalagi mas sangat sibuk akhir-akhir ini" jawab Mila


Akhirnya Habil mengalah, memang akhir-akhir ini jadwalnya sangat padat. Sampai-sampai ia pulang larut dan mendapati sang istri sudah tertidur pulas.


"ya sudah ayoo, maafkan mas ya. Nanti kalau sudah senggang mas akan ajak kamu liburan. Mas janji" ucap Habil seraya mengecup jemari sang istri. Habil memasang earpiece di telinganya.


Akhirnya mereka keluar rumah, tanpa mereka sadari ada sepasang mata mengintai.


Mila berjalan santai dengan sang suami, ia menghirup udara segar pagi ini. Di komplek mereka memang sengaja di tanami pohon untuk membersihkan udara, disana juga ada taman dan banyak tanaman buah seperti apel, pir dan anggur. Maka dari itu harga kompek itu tak main-main.


Mila berjalan menuju salah satu gerai minuman, ia melangkah kesana hendak membeli sesuatu. Habil membiarkan sang istri dan mengekori di belakangnya.


Mila membeli minuman dingin dan hendak meminumnya. Akan tetapi Habil lebih dulu menarik botol tersebut dan meminumnya sendiri. Mila mendengus kesal, ia haus dan ingin minum itu tapi suaminya malah merebutnya.

__ADS_1


"ini, mas sudah siapkan jangan minum sembarangan, nanti takutnya tidak sehat untuk baby hem" ucap Habil lalu membuka tutup botol yang ia bawa tadi.


Mila tersenyum melihat suaminya, tadi ia tak melihat jika sang suami sudah membawa botol minumnya. Mila meneguk minuman menyegarkan itu, sampai matanya beralih ke pedangang permen kapas.


"mas, Mila mau itu boleh??" tanya Mila dengan tampang melasnya


"baiklah, tunggu disini" ucap Habil, ia mengizinkan istrinya. Karna makanan yang masuk di komplek ini tidak sembarangan.


Mila duduk menunggu suaminya, sampai ia bosan dan menyusul suaminya. Saat hendak menyeberang jalan, Mila di kejutkan dengan motor yang melaju kencang. Mata Habil terbelalak kala melihat motor itu hampir saja menabrak istrinya. Mila terjatuh karna menghindar.


"sayang, kamu nggak papa kan? Mana yang sakit? Kita kerumah sakit ya" ucap Habil cemas. Sedangjan Mila masih shock akan kejadia tadi, kalau saja ia terlambat entah apa yang akan terjadi.


Habil menekan earpice nya dan langsung memerintah para pengawal andalannya. Tentu ia juga menghubungi mertuanya, karna Habil yakin sekali ini disengaja, karna tak bisa sembarangan orang memasuki komplek megah ini.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–**

__ADS_1


__ADS_2