Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 45


__ADS_3

*


**Pesta berlangsung dengan tenang Habil yang dari tadi sibuk berbincang dengan para kolega nya pun mencari-cari Mila sedangkan orang tuanya sudah pulang karna mereka berjanji pada twins tidak lama.


Mata Habil mencari-cari gadis bergaun hitam yang sejak tadi menghilang.


Habil terkejut melihat Mila yang duduk diantara tamu-tamu yang lain, Mila duduk dengan telungkup kepalanya berada diatas lengan nya.


Habil pun mendatangi Mila, pesta yang sudah hampir selesai memudahkan Habil bergerak sesari tadi Habil terus menyapa para kolega nya.


Habil melihat ada yang tidak beres dengan Mila karna dari kedatannya Mila sama sekali tidak merespon, Habil menepuk pundak Mila agar gadis itu tersadar dan benar saja Mila mendongak ke arah Habil yang masih berdiri.


Habil terkejut melihat Mila dengan wajah yang merah dan mata yang sayu, keringat di kening Mila pun menetes.


"kenapa kau bisa seperti ini?" tanya Habil


"aku tidak tahu" jawab Mila dengan kesadaran yang setengah karna ia merasa pusing


"apa yang kau minum?" tanya Habil mendekati Mila


"aku tidak tahu" jawab Mila dengan mata sesekali terpejam


Habil yang berada didekat Mila dapat mencium bau alkohol dapat Habil simpulkan Mila meminum alkohol yang tersedia. Sebenarnya minuman itu disiapkan untuk kolega nya terlebih yang dari luar naegara.

__ADS_1


Habil memanggil pengawal yang di tugaskan mengawasi hidangan dan minuman yang tersedia


"apa kau lihat wanita ini tadi minum apa?" tanya Habil


"tadi nona itu meminum minuman ini tuan" jawab pengawal itu menunjukkan gelas cantik dengan isi minuman berwarna biru


"ada lagi?" tanya Habil dengan wajah datarnya


"tidak ada tuan"


"berapa banyak dia minum?" tanya Habil lagi


"tiga gelas tua" ucap pengawal itu dengan takut-takut


pengawal itupun pergi meninggalkan Habil dan Mila yang kesadarannya di awang-awang


Habil melirik Mila dan membuang nafasnya kasar


"apa kau tahu yang kau minum itu tingkat alkohol nya lumayan tinggi, dan sekarang kau harus menyusahkan ku karna tak mungkin aku membawamu pulang dengan keadaan seperti ini" ucap Habil


pesta mulai usai Habil menggendong Mila yang meracau tak jelas, Habil memilih masuk ke ruangan kantornya yang berada di lantai paling atas dan ada satu kamar untuk ia beristirahat ketika ia lembur.


Habil meletakkan Mila perlahan di atas king size nya, Habil berkeringat menggendong Mila dengan jarak yang cukup jauh, Mila juga memiliki tubuh yang mantap dengan tinggi 170cm Habil agak kesusahan karna ia pun lelah.

__ADS_1


Habil melepaskan dasi dan membuka tiga kancing kemeja nya, ia menggulung lengam kemeja itu dan mendekati Mila.


Mila yang masih meracau tak jelas ia memang tak sepenuh nya mabuk, ia masih tersadar tapi tak kuasa membawa badannya sendiri.


Melihat Habil mendekat Mila mulai ketakutan dalam setengah sadar.


"mau apa kau mendekat" ucap Mila bersiaga walaupun sesekali oleng


Habil tak memperdulikan Mila ia terus mendekati Mila, Mila terus menjauh ia merangkak kepojokan kasur tersebut.


Habil ingin tertawa melihat Mila yang ketakutan dan tak berdaya. Sebenarnya Habil hanya ingin mengambil ponsel Mila untuk menghubungi bu Laila, ia ingin mberitahu bahwa Mila menginap di kediaman Dewanto.


Habil semakin mendekat ingin meraih tas yang Mila kenakan yang masih berkalung di leher jenjang nya, sampai suara Mila keluar mengganggu pendengaran Habil.


"jangan mendekat!!!!!" teriak Mila sekuat tenaga


dengan kesal Habil berhenti dan menghubungi ibunya, ia meminta tolong kepada ibunya agar menghubungi ibu nya Mila bahwa ia tidak pulang, setelah selesai berbicara ia melihat Mila yang semakin lemah, pakaiannya acak-acakan, rambutnya juga sudah tak beraturan


dan yang parah nya lagi blazer yang menutupi tubuhnya sudah tak ada lagi.


Habil menelan salivanya melihat Mila hanya dengan gaun tanpa lengan itu, Habil pria normal tak mungkin ia tidak tergiur dengan pemandangan indah di depannya.


"rupanya kau menguji iman ku" gumam Habil**

__ADS_1


………


__ADS_2