
**ππππππ
Tiga hati setelah pelepasan masa lajang dan gadis itu Habil membiarkan sang istri istirahat total. Ya ,, Habil benar-benar membiarkan sang istri menyembuhkan luka yang ia buat kala itu, jika di tanya apakah Habil sanggup, ya ,,, dia sanggup hanya menahannya mati-matian. Habil sengaja pulang parut untuk menghindari sang istri, jika siang hari ia sibukkan dengan pekerjaan begitulah selama tiga hari ini. Ia merasa bersalah kala melihat snag istri yang kesulitan untuk berjalan.
Mila pun merasa aneh dengan sikap sang suami, akan tetapi saat Mila meminta penjelasan dan ia paham akan alasan sang suami, oh,,, Mila benar-benar beruntung. Bahkan Mila bisa tidur nyenyak tak ada pikiran negativ yang singgah di kepalanya.
Hari ini Habil membawa sang istri ke kantor, tentu saja selama tiga hari ia sanganlt tersiksa karna jarang bertatap muka dan mengobrol santai.
"mas, Mila ngapain disini?" tanya Mila yang sejak 3 jam lalu duduk dan mondar mandir saja.
"duduk manis disitu, jangan kemana-mana sebentar lagi mas selesai dan kita akan makan siang, kamu mau makan apa? Apa mau makan diluar?" tanya Habil
"mau seafood saja, makan di luar boleh?" jawab Mila
"boleh, apapun untukmu" ucap Habil
__ADS_1
Mila hanya memutar bola matanya saja, akhir-akhir ini suaminya itu sering sekali menggombal.
Habil telah selesai kurang dari waktu jam makan siang, ia merenggangkan tubuhnya sejenak. Ia bersandat di sofa bersama sang istri, dilihat sang istri yang asik dengan ponsel nya ia pun merebutnya.
"mas,,,
"mas selesai, jangan cuekin mas" ucap Habil santai
"dari tadi Mila juga dicuekin tapi nggak ptotes tuh" jawab Mila mendengus
Habil menarik tangan Mila hingga tubuh mereka berhimpitan, Habil mengecup bibir sexy sang istri. Mila terkejut dengan tangan meremas kemeja Habil, Habil bukan hanya mengecup melainkan menghisap lembut. Permainan yang awalnya lembut kini mulai menuntut, dengan terampil ia menekan tengkuk sang istri, sedang asik menikmati bibir samg istri pintu terbuka tanpa diketuk membuat sepasang pasutri itu terkejut.
"bisa kau ketuk pintu sebelum masuk!!" takan Habil
"yah, maaf lanjutkan aku tak melihat sumpah" ucap Marko seraya mengangkat tangannya. Apa-apan tak melihat bahkan ia seperti patung menyaksikan tadi.
__ADS_1
"kan mas, ini semua karna mas Mila malu" ucap Mila dengan wajah yang ditutupi kedua tangannya. Habil kembali gemas melihat sang istri, di kecupnya kening sang istri
"ayo, kita makan sekarang apa kamu mau mas makan?" ucap Habil membuka wajah Mila yang ditutupi kedua jemari lentiknya.
Wajah Mil merah padam menahan malu, apa-apaan ini pikirnya hari pertama berbagi keringat ketahuan sang ibu dan mertua sekarang Marko menyaksikan kemesraan itu. Mila menggelengkan kepalanya.
Habil memasangkan masker, topi dan kacamata hitam kepada sang istri. Selama ini karyawan kantor hanya dibuat penasaran akan visual istri bosnya itu, untuk bertanta pun mereka tak ada nyali. Habil memang terkenal hangat dan ramah akan tetapi sifat wibawa dan ketegasannya membuat mereka sungkan kepada Habil. Habil tak segan mengambil tindakan kepada karyawan jika mereka berbuat salah dan iti pernah terjadi, hingga mereka paham di balik kelembutan Habil terdapat pusaran air yang kapan saja siap menenggelamkan.
Mereka berjalan bergandengan tangan, sesekali mengangguk membalas karyawan yang menyapanya. Sampai di resto mereka duduk dan memesan makanan, apa yang Mila inginkan ada disini dengan kalap Mila memesan beberapa porsi, Habil tak ambil pusing karna paham porsi makan sang istri. Sedangkan Habil hanya memesan steak saja.
"apa habis?" tanya Habil kala melihat makanan sudah terasaji didepan mata
"mas kan tahu Mila makannya banyak" ucap Mila santai
"baiklah, makan yang banyak kamu akan butuh energi malam ini" ucap Habil berbisik,
__ADS_1
Mila tak menghiraukan apa yang Habil katakan, yang di kepalanya hanya makan untuk saat ini. ππ**
...****************...