
****
**Malam kian larut Mila telah selesai dengan pekerjaannya sedangkan Hera masih menunggu Mila karna memang mereka lumayan dekat terlebih lagi Mila orang yang peka terhadap kondisi teman-temanny.
Mila mendekati gadis keturunan china itu yang masih duduk di kursi sedari tadi melihat penampilan Mila yang selalu memukau, entah mengapa daya tarik Mila sangat kuat.
"hey,, jangan melamun nanti kemasukan iblis" ucap Mila seraya menepuk bahu Hera Xin
"ayo kita ke rumah sakit dan kau tak boleh menolak!" tegas Mila
Hera hanya membelo mendengar perintah temannya itu, Hera memang agak tomboii dengan rambut pendekny tapi wajah cantiknya tak bisa di bantah juga.
Mila membawa Hera keluar menuntunnya padahal Hera baik-baik saja, Hera menurut saja ia enggan berdebat dengan Mila yang notabene nya keras kepala dan sedikit pembangkang.
"pakai motor ku saja okey" ucap Mila
"kau gila aku sakit dan harus kena angin malam ha!" balas Hera ketus
"cihh,, tadi saja kau menolak ku ajak ke rumah sakit rupanya kau masih takut mati" jawab Mila memberikan kontak motor nya kepada penjaga agar memasukan motornya ke garasi kafe, ia mengambil alih setir.
Mobil Hera tergolong mewah tetapi Mila juga tak canggung membawanya karna ia sudah biasa dengan kemewahan teman-temannya, terutama Hera yang memang orang tuanya pengusaha batu bara.
__ADS_1
Mila menuntun Hera keruangan dokter ia dengan sabar menunggu Hera yang semakin pucat saja, Hera membaringkan tubuhnya di bangkar dan dokter mulai memeriksanya.
"lambung anda bermasalah nona" ucap dokter Roi
Hera hanya diam saja tak menanggapi ucaoan dokter itu
"kurangi juga minum alkoholnya nona" sambung dokter Roi yang memang mengenal keluarga Hera
"berikan saja aku obat tak usah mengurusi hidupku!" ketus Hera
Mila yang mendengarnya hanya menggeleng ternyata temannya masih sering meminum minuman laknat itu
Dokter Roi hanya diam saja ia prihatin dengan kehidupan Hera yang kurabg di perhatikan keluarganya
Mila yang mengambil resep itu sedangkan Hera sudah keluar lebih dulu
"nona tolong jaga nona Hera karna penyakitnya lumayan parah walaupun ia tak pernah mengeluh" ucap dokter Roi yang memandang Mila dalam
"baik dokter terima kasih" balas Mila
"nama ku Roi" ucapnya mengulurkan tangannya pada Mila
__ADS_1
"Mila" balas Mila singkat dan meninggalkan ruangan itu
'nama yang cantik' gumam dokter Roi ia merogoh ponselnya menghubungin seseorang
Mila dan Hera sudah masuk kedalam mobilnya, malam ini Mila akan bermalam di apartmen Hera Mila melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sesekali ia melirik Hera yang terlelap.
Setelah sampai di besment Mila membangunkan Hera dan langsung menuju rempat dimana Hera tinggal, apartmen mewah yang hanya dihuni satu orang saja bahkan temannya itu jarang sekali pulang ke kediaman orang tuanya.
"makanlah ini dan minum obatnya" ucap Mila
"terima kasih……
kadang aku berpikir mengapa kamu menperhatikanku La sedangkan orang tuaku saja tak perduli padaku" ucap Hera dengan pandangan jauh menerawang
"tak usah terlalu dipikirkan, banyak yang lebih tak beruntung di bandingkan dirimu Hera cobalah ikhlas dan menerima keadaan, jika hidup mu sempurna enak sekali harta kau punya ingatlah hidup tak ada yang sempurna makan lah obat nya" jawab Mila
"harta tak menjamin kebahagiaan Mila"
"setidaknya kau bisa membahagiakan orang dengan harta yang kau punya"
"hemm"
__ADS_1
Mila selalu memberi semangat kepada Hera yang selalu saja menyalahkan nasibnya, malam itu Mila tidur disana sampai obrolan mereka terjeda setelah mendengar bel berbunyi**………
………