
**πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Sore itu mereka kembali ke kediaman mereka, dengan wajah ceria Mila menggandeng tangan sang suami. Mila bagaikan anak kecil dimata Habil keceriannya membuat sang suami gemas sendiri.
Setelah istirahat sebentar Mila langsung mengguyur tubuhnya dengan air dingin, rasa lengket itu membuatnya tak bisa menahan diri untuk tidak mandi. Sedangkan sang suami masih menyeruput kopi dan menghisap sebatang rokok dengan penuh nikmat. Habil memang perokok maka dari itu setiap ruangan selalu ada pembersih udara yang termasuk keluaran perusahaannya.
Mila keluar dengan handuk melilit tubuh montoknya, bathrobe yang biasa ia gunakan masih didalam lemari ia lupa untuk menggantungnya di tempat biasa, sehingga ia harus keluar dengan handuk mini itu.
Ia melihat sang istri setengah berlari menuju walk in closet, Habil terkekeh geli melihat tingkah sang istri.
"mengapa harus berlari, bahkan aku sudah melihat semuanya" ucap Habil seorang diri
Habil berdiri dan melangkah masuk, ia pun segera mandi merasa tak betah jika berlama-lama seperti itu.
Mila yang mendengar gemercik air pun langsung menyiapkan pakaian yang akan Habil kenakan.
Mila memilih kaos oblong hitam dan celana pendek, semua ia letakkan di ranjang agar memudahkan sang suami mengambilnya.
Mila duduk bersantai dengan rambut basah yang masih tergelung handuk sambil memainkan ponselnya.
Dilihatnya ada pesan masuk dari twins tak terasa hatinya merindu twins dan Leo, setelah menikah mereka jarang sekali bertemu karna kesibukkan sang adik.
__ADS_1
Mila memikirkan untuk berkumpul di rumahnya.
"pasti seru" gumam Mila
"apa yang seru?" tanya Habil yang masih mengenakan handuk dan dalam keadaan basah. Mila mendongak dan dilihatnya sang suami belum mengenakan apapun, bahkan sisa-sisa air mandi pun masih mengalir.
"mas, kok nggak pake baju siii" ucap Mila risih
"memang kenapa, kan mas baru keluar" jawab Habil santai, Mila pun membuang muka. Ia jadi teringat kala kegadisannya di renggut sang suami, membayangkan saja membuat ia memerah menahan malu.
"heii,, mas tanya tadi apa yang seru?" ucap Habil mendekat dan belum mengenakan baju ia hanya memakai celana pendek. Mila yang melihat itu lantas terbelalak.
"jangan mendekat!!" seru Mila seraya menodong tangannya kehadapan Habil yang masih beberapa langkah lagi
"pakai bajunya sekarang!" perintah Mila
"biasakan lihat mas seperti ini, mas memang jarang pakai baju dirumah terutama di kamar" jawab Habil santai
"ya ampun mana kekar begitu, bisa-bisa aku melecehkan mu duluan mas" gerutu Mila pelan
"kamu bicara apa sih, kok bisik-bisik" ucap Habil
__ADS_1
"nggak bicara apa-apa kok mas, emm mas,, Mila mau ajak kumpul twins sama Leo disini boleh?" tanya Mila meminta izin
"boleh" jawab Habil santai
"yes, terima kasih mas" ucap Mila bersorak lalu menggapai ponselnya ingin menghubungi twins dahulu, Habil yang melihat itu pun langsung merebut ponsel Mila
"ih,, mas Mila mau menghubungi twins dulu Mila mau ajak mereka kesini sekarang Mila merindukan mereka" ucap Mila merengek
"mas belum selesai bicara tapi kamu sudah kesenangan duluan, mereka boleh kesini tapi minggu depan" ucap Habil tegas
"loh kenapa?? Tadi katanya boleh" jawab Mila dengan wajah tertekuk
"minggu ini, waktu kita berdua mas nggak mau di ganggu dulu okey,, cukup berkas saja yang mengganggu kita untuk saat ini tidak dengan yang lain"
"hem,, baiklah tapi mereka lama ya mas disini Mila kangen janji ya mas" ucap Mila bersungguh-sungguh, tapi ia pun tak bisa melawan kehendak sang istri teringat akan nasehat sang bunda.
"iya, untuk minggu ini luangkan waktumu untuk mas, karna tidak lama lagi mas akan sibuk di kantor akan ada peluncuran prodak perangkat dan akan memakan waktu lama" ucap Habil lembut membelai pipi sang istri.
Mila hanya mengangguk paham.
"ayo kita makan, sudah waktunya makan malam" sambung Habil menggenggam tangan sang istri**
__ADS_1
...****************...