Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
109


__ADS_3

**πŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Dini hari itu Mila terbangun, dilihatnya jam menunjukkan pukul 3 pagi. Mila terbiasa mandi di jam itu, entah karna terbiasa ia susah menghilangkan kebiasaan yang satu ini.


Ditatapnya sang suami yang lelap, semakin dalam tatapan Mila ia semakin malu. Bagaimana bisa ia dengan tidak tahu malunya menjerit dan mendesah begitu keras. Ketika sedang asik membayang hal semalam tanpa ia sadari Habil membuka matanya, Habil yang terlelap merasa di perhatikan. Dan benar saja sang istri sedang menatapnya dan tersenyum-senyum sendiri.


"sayang, kamu kenapa?" tanya Habil serak, Mila yang mendengar pun terkejut bagaimana bisa sedang lelapnya sang suami terbangun begiti saja. Mila tak tahu Habil sangat peka walaupun tertidur


"mas, masih malam kenapa bangun" ucap Mila dengan tubuh yang telah di peluk suaminya


"kamu kenapa bagun sepagi ini?" tanya Habil


"apa kamu mau lagi?" sambung Habil menggoda, Mila yang mendengar itupun tertunduk malu


"mas, Mila kan biasa mandi jam segini" jawabnya


"mau mandi sekarang, mas siapkan air hangat ya"


"Mila saja, ini mau bangun dulu mas tidur lagi saja ya" balas Mila tak mau merepotkan


"yakin bisa jalan?" tanya Habil serius, ia pun mengingat bagaimana ganasnya ia semalam menggempur sang istri, Habil tak yakin jika istrinya bisa berjalan sedangkan ia tahi milik sang istri masih sangat rapat

__ADS_1


Mila diam sesaat ia mulai berpikir bergerak saja sakit apalagi berjalan, semalam saja setelah selesai suaminya yang menggendongnya ke kamar mandi. Ia menoleh menatap suaminya dengan tersenyum penuh arti.


"nggak bisa kan, tunggu sebentar mas siapkan air dulu oke" ucap Habil lalu beranjak, ia sangat meratukan sang istri.


"ya ampun, apakah dulu aku melakukan kebaikan hingga aku mendapatkan suami yang sangat mengistimewakan aku" gumam Mila


Setelah siap, Habil kembali dan menggendong sang istri.


"apa masih sakit?" tanya Habil


"nggak mas, cuma gemetar saja kalau jalan"


"iya, mas nggak percaya?" tanya Mila kembali


"mas percaya, sekarang mandilah sudah mas kasih pengharum favoritmu" ucap Habil lalu membantu melepaskan pakaian yang dikenakan sang istri.


Mila berendam menikmati pijatan air, sedangkan sang suami juga ikut mandi dengan shower. Habil meninggalka Mila sejenak ia berganti pakaian.


"apa sudah selesai?" tanya Habil


"belum mas, masih lama" jawab Mila

__ADS_1


Habil membuka laptopnya sambil menunggu sang istri, istrinya memang lama jika urusan mandi. Habil membuka file-file pagi tadi ia periksa kembali, Habil memang teliti urusan pekerjaan. Tak heran jika ia sukses di usia muda.


Habil juga sudah membuat kopi minuman favoritnya untuk menemaninya dini hari ini, lama Habil membuka berkas belun juga istrinya memanggil, sesekali ia menoleh kearah pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat.


"mandi apa tidur" gumam Habil


"sayang sudah belum" tanya Habil


"sudah mas, ini lagi jalan" jawab Mila


Seketika Habil beranjak, ia menghampiri sang istri dengan khawatir.


"kan mas bilang panggil mas jika sudah, kenapa diam saja, gimana kalau jatuh nanti" ucap Habil panjang lebar


"mas, Mila sudah bisa jalan kok tenang ajja" ucap Mila santai


Tanpa aba-aba Habil membopong Mila dan mengurus keperluan istrinya, ketika ia berdiri di belakang sang istri. Di sibaklah rambut sang istri terpampanglag leher mulus dengan sedikit motif yang ia buat.


Seketika Habil menciumi sang istri, Mila terkejut ia kira sang suami ingin mengeringkan rambutnya, nyatanya tidak demikian………


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•**

__ADS_1


__ADS_2