
*****
Tak terasa sudah tiga hari Mila berada di Rumah Sakit , **selama itu pula Habil berada disana sesekali ia pulang mengganti pakaian saja.
Twins pun rutin menengok Mila bersama orang tua nya, twins merasa bersalah dan selalu meminta maaf mengucapkan terima kasih pada Mila karna menjadi tameng nya saat kejadian makam itu.
Dilorong rumah sakit twins berjalan dengan saudarinya mereka berjalan dan mengobrol dengan asyik.
"Ni kita harus beli hadiah buat kak Mila, gimana?"
"iya Na haruss, kalau bukan karna kak Mila bisa-bisa kita yang dirawat disini"
"bener banget tapi kasih apa ya Ni"
"kasih abang Habil aja Na biar bisa berkembang biak dan beranak pinak hahhahaha" ucap Hani dususul gelak tawa keduanya.
Selagi tak bersama abang nya mereka bebas mengghibah abang nya yang menyebalkan itu.
Kapan lagi bisa menistakan abang nya fikir mereka.
Kedua Orang tua yang mengikuti langkah nya hanya menggeleng melihat kekonyolan anak kembar nya itu.
Sampai di depan pintu twins mengetuk pintu dan membuka nya.
Nampaklah seorang wanita yang sudah mulai membaik , wajah nya tak sepucat waktu itu dilihat twins abang nya sedang duduk di samping bangkar itu.
Habil menengok ke arah pintu dilihat nya adik-adik nya yang nakal itu , Habil malas melihat mereka karna Habil bukan tipe orang yang cepat melupakan kejadian itu.
"assalamualaikum" ucap twins ceria
__ADS_1
di belakang mereka nampak pula sepasang paruh baya yang masih gagah dan anggun memasuki ruangan itu.
"assalamualaikum " Ucap bu Maryam
"waalaikumsalam" jawab Habil
"gimana Mila apa sudah membaik?" tanya bu Maryam yang masih berdiri dan menaruh buah tangan yang dibawa nya.
"alhamdulillah sudah baik bu , besok sudah boleh pulang kata dokter" ucao Mila sopan
"kok sudah boleh pulang sihh , kan masih pucat nanti biar mamah yang bilang sama dokter kan belum pulih betul" ucap bu Maryam seolah-olah takut Mila cepat pulang.
Kalau Mila pulang anak nya pasti tak akan menemui Mila lagi batin bu Maryam.
Karna jarang melihat anak nya seperhatian ini walaupun karna kesalahan nya , tapi bu Maryam tak mau kehilangan kesempatan emas ini fikir nya.
"tapi kata dokter sudah baikan bu , tadi juga dokter nya bicara sama mas Habil bu" jelas Mila , ia pun masih sungkan karna baru mengenal nya.
"gimana sementara tinggal di rumah kami , supaya ketahuan kamu benar sudah pulih apa belum" pinta bu Maryam kepada Mila.
Mereka pun terkejut dengan permintaan bu Maryam , biasa nya dia paling anti dengan wanita yang belum lama di kenal nya .
"saya pasti baik-baik saja bu, ini pun sudah sehat lebih baik saya pulang ke kontrakan saja" tolak Mila secara halus.
Bu Maryam yang mendapat penolakan secara halus pun berfikir keras bagaimana cara agar anak nya masih bisa berhubungan.
Bagi nya Mila adalah sosok yang lembut terlihat dari wajah nya , ia rasa tak apa seorang penyanyi malam , kan belum tentu dia juga menjual t***h nya.
Bu Maryam tak mempermasalahkan status nya , dilihat nya Mila juga sopan dan tak memanfaatkan kesempatan , inilah penilaian dia selama beberapa hari ini selama ia membesuk Mila.
__ADS_1
"kalau tak mau tak apa , yang penting kamu harus selalu mengabari Habil takut ada apa-apa ya kan pah" ucap bu Maryam dengan wajah kawatir yang di buat-buat.
Mila yang hendak berbicara langsung di potong dengan bu Maryam.
"aku tak mau jika nanti masalah ini akan di perpanjang , bisa saja kamu akan melaporkan Habil ke polisi karna di asudah menamparmu sampai pingsan ya kan pah, twins?" bu Maryam melempar pandangan pada pak Sulatan dan twins seraya mengerjapkan mata nya meminta peesetujuan.
"tidak bu saya tak akan melaporkan hal seperti itu kepada polisi , saya anggap masalah ini sudah selesai kok bu" jawab Mila , mana mungkin ia akan melaporkan masalah ini ke polisi ,memang nya Mila sudah tak punya muka apa, dia sudah di biayai dan diurus , batin Mila.
Mila tak habis fikir dengan pemikiran bu Maryam. Habil yang sedari tadi menonton drama yang di buat ibu nya pin mengerti mengapa ibu nya seperti itu. Tak ingin berkepanjangan Habil pun memberikan ponsel nya kepada Mila agar ia mengetik no ponsel nya. Mila yang bingung hanya pasrah dan memberikan no ponsel milik nya.
Bu Maryam nampak puas dengan apa yang dilihat nya.
"ingat ya Mila kamu harus mengabarkan kepada Habil setiap 2 jam sekali tak ada penolakan" ucap bu Maryam
"kamu juga Bil harus menyakan nya pagi, siang dan malam, ingat ya Bil kau harus bertanggung jawab sampai Mila benar-benar pulih " tegas bu Maryam
Pak Sultan yang melihat tingkah istri nya pun hanya geleng kepala dan menahan tawa.
Twins pun ikut bingung dengan tingkah ibu nya itu, yang jadi korban Mila mengapa ia seperti terdakwa batin twins, ia tak berani menegur ibu nya karna masih dalam masa hukuman , keluar pun hanya ke rumah sakit itupun bersama dengan mereka.
Habil tak berani membantah ibu nya , Habil tahu watak ibu nya jika sudah menginginkan sesuatu.
Apalagi kalau kalau sampai ibu nya menangis dan meracau akan mengutuk diri nya ,huhhhh Habil hanya menarik napas dalam.
Akhirnya mereka pun pulang ,, Habil masih menunggu Mila dan menemani nya , Habil benar-benar bertanggung jawab dengan apa yang terjadi, bagaimana dengan Mila.
Tentu Mila sangat senang karna uang nya utuh dan tak berkurang seperak pun, dilihat wajah Habil yang tampan dan macho pun Mila merasa beruntung dapat mencuci mata nya . Mila gadis normal tentu saja ia senang melihat yang segar-segar.
π π π π **
__ADS_1
******