
πππππ
Habil memilih tempat yang berada di pojokan, Mila hanya ikut saja karna ia sudah lapar. Mila membuka masker dan kacamatanya, siap untuk menyantap makanan yabg ada di meja tersebut.
Habil hanya memakan daging dan kentang rebus, sedangkan sang istri memakan makanan berat, Habil yang telah selesai lebih dulu meninggalkan Mila ke tolilet.
"mas ke toilet sebentar sayang" ucap Habil Mila hanya mengangguk menikmati makanan yang tinggal sedikit lagi, pantang bagi Mila untuk men**yisakan makanan.
Habil cukup lama sampai Mila selesai makan pun Habil belum juga datang. Tiba-tiba ada seorang pria duduk dihadapannya.
"selamat siang nona, apa saya bisa duduk disini" tanya pria itu sopan
Mila yang masih memakan ice cream pun mendongak, ia menoleh kesana kemari masih banyak tempat kosong mengapa tempat ia yang di pilih jelas-jelas ada orangnya.
"maaf tuan, bukankah banyak tempat lain" ucap Mila tenang
"saya hanya ingin disini, menemani gadis cantik yang sendirian" ucap nya membuat Mila terkekeh gadis dia bilang.
Dilihatnya sang suami mendekat dan menatap mereka berdua dengan tenang.
__ADS_1
"maaf mas lama sayang" ucap Habil lembut seraya membelai pipi kulus sang istri, Mila hanya tersenyum
"sepertinya kitabharus pergi sayang, mas ini ingin duduk disini kamu sudah selesai kan?" tanya Habil membuat pria itu malu setengah mati
"iya mas ayo, permisi" ucap Mila
"selamat makan" sambung Habil mereka pun berlalu kembali menuju kantor
"hah,,, sudah punya suami" ucap pria itu tersenyum miris
β¦β¦
"lain kali jangan mau diajak bicara dengan pria asing" ucap Habil berhadapan dengan Mila
"Mila nggak ladenin mas, dia tiba-tiba datang begitu saja"
"iya, lain kali cueki saja jangan di anggap" ucap Habil lalu beranjak ke kursi kebesaran membuat Mila tercengang akan sikap suaminya
"kenapa suami ku itu, tiba-tiba saja bersikap dingin" gumam Mila, ia tak ambil pusing ia merebahkan diri dan memainkan poselnya.
__ADS_1
Melihat sang istri yang seperti itu Habil lantas mengunci pintu agar Marko tak menyelonong masuk lagi. Habil kembali bekerja dengan serius, ia memeriksa laporan hari ini. Dilihat sang istri terrtidur pulas sampai ponselnya terjatuh kebawah.
"sudah kenyang ngantuk rupanya, ya ampun istriku" ucap Habil terkekeh melihat kelakuan sang istri "hebat juga ya, makan banyak tapi masih langsing begini" gumam Habil lalu menggendong sang istri masuk kedalam kamar di ruangan tersebut.
Dirasa nyaman melihat sang istri ia pun kembali ke meja kerjanya. Dilihatnya laporan-laporan yang menumpuk menantikan bubuhan tanda tangannya. Sesekali ia memijit bahunya, sedetik kemudian ia melamun membayangkan kebersamaan dengan sang istri membuatnya semangat kembali.
β¦β¦β¦
Ditempat lain, twins sedang berdebat dengan sang ibu karna mereka memaksa mau tinggal di tempat sang kakak.
"mah, kita cuma mau tinggal beberapa hari saja" ucap Hana
"jangan mengganggu mereka, apa kalian tak ingin memiliki ponakan" ucap bu Maryam
"kan cuma berapa hari mah, lagian kami sangat rindu mama ini nggak paham, RINDU" tekan Hani
"pokoknya kalian nggak boleh kesana titik" pungkas bu Maryam
Twins menghela napas mereka mungkin dalam 3 hari ini mereka akan tahan, tapi kedepannya mereka akan nekat, bagaimana mungkin ingin berjumpa sang kakak saja sangat sulit. Maklumlah mereka memang tak pernah berpisah selama ini**.
__ADS_1
...****************...