
**
"**iya Leo abang tak mau bermain dengan wanita" ucap nya menjatuhkan tubuh nya di samping Leo yang masih memangku laptop nya
"memang kenapa bang? abang pasti banyak yang mau kenapa belum punya pasangan?" tanya Leo
"abang belum mau saja" balas Leo santai
Leo hanya membulatkan bibit nya "O"
"sekarang abang yang tanya, apa kamu yang merapikan kamarmu sendiri?" tanya Habil
"iya bang, Leo tak suka kamar yang berantakan" jawab Leo
"berarti kita sama, tapi kakak mu bagaimana?" tanya Habil yang tak sadar sudah menanyakan keseharian Mila
"kakak juga sama, dan kakak itu sedikit galak bang" balas Leo
"benarkah??" tanya Habil tak percaya
"iya bang, apalagi sama laki-lali galak bang" ucap Leo
"mungkin laki-laki yang menegurnya kurang sopan Leo"
"tidak bang, kakak itu memang aneh di kamoung banyak yang suka tapi dia tak mau meladeni nya"
"benarkah?" Habil mulai terpancing akan penasarannya
"iya, bang bener"
"tapi mengapa??" tanya Habil lagi
__ADS_1
"kata bunda, kakak itu suka menonton berita dan banyak kasus perkosaan juga pelecehan sampai kehilangan nyawa jadi singkatnya kakak ada trauma gitu" ucap Leo panjang lebar
"hanya karna berita?" ucap Habil tak percaya
"iya, maka dari itu bunda melarang kakak menonton berita lagi bang, dan sampai sekarang kakak belum terdengar dekat dengan seorang" balas Leo
Habil hanya menarik sudut bibirnya, unik satu kata itulah yang dapat ia simpulkan sekarang ini banyak gadis berparas cantik yang bergonta-ganti pasangan tapi tidak dengan Mila yang masih terbelenggu trauma nya.
"bang, boleh Leo bertanya sesuatu?" ucap Leo takut-takut
"boleh tanya saja" ucap Habil santai
"tapi abang jangan tersinggung ya"
Habil hanya mengangguk saja
"apa abang tertarik pada kakakku?" tanya Leo dalam mode serius
Habil langsung menoleh ia tatap mata Leo yang menunjukkan bahwa ia sedang serius Habil menghela napas dalam mungkin ini pembicaraan ini khusus untuk pria dari hati ke hati.
"menurutmu Mila itu bagaimana?" tanya Habil dalam mode serius
"cantik" ucap Leo singkat
"bukan itu yang abang maksud, hah,, ternyata memang kamu masih anak-anak" ucap Habil menepuk keningnya ia terlalu serius hingga melupakan usia Leo yang masih labil
"maksud abang yang bagaimana, Leo kurang paham pembicaraan orang dewasa" ucap Leo
"ya kakakmu itu orang yang menurutmu bagamana?"
"menurutku bang ya, kakak itu tipe wanita idaman jago masak, jagobersih-bersih dan…
__ADS_1
"kamu itu mau review kakakmu atau art Leo"geram Habil
Leo hanya tersenyum menunjukkan deretan gigi rapi nya
"ya menurut Leo wanita idaman bang, kalau Leo bukan adiknya pasti sudah Leo dekatin" ucap Leo
Habil menyentil kening Leo yang sedang menerawang seraya melihat langit-langin kamar itu
"sakit bang" ucao Leo mengusap keningnya
"kamu abang tanya malah menghayal, itu tu kakak mu Leo" geram Habil
"iya bang, tapi jawab bang tadi pertanyaan ini untuk abang kenapa jadi Leo yang jawab, apa abang tertarik sama kakakku??"
"ya,, mungkin abang sudah tertarik sejak dulu" ucap Habil santai untuk usia sedewasa Habil sudah pandai memposisikan ekspresi diri
"apa abang sudah bilang sama kakak??"
"belum, abang belum kasih tahu kakakmu abang sudah dewasa Habil tak perlu untuk pacaran lagi mengenal dengan baik sudah cukup, jika nanti kakakmu mau kakak akan melamarnya langsung, usia kakak sudah bukan waktunya untuk berpacaran"
"apa kakak pernah dekat atau pacaran dengan wanita?" tanya Leo
"belum, dari kecil kakak dilatih keras dengan papah tak sempat untuk berpacaran mengingat kakak adalah anak laki-laki pertama"
"susah ya kak jadi orang kaya?" tanya Leo yanh semakin penasaran
"tidak juga abang sudah biasa dengan aturan-aturan, karna sejatinya laki-laki memamg harus ditempa dari kecil"
Percakapan itu terhenti ketika Habil berkata kepada Leo untuk tidur karna tak baik begadang, malam ini Leo sangat senang karna seolah ia mendapat teman**.
……
__ADS_1
*
*