
……
**Habil membuka pintu mobil dan mengulurkan tangan nya pada Mila, Mila pun dengan kaku menerima uluran tangan Habil.
Dengan percaya diri Habil menggandeng tangan Mila menuntun masuk ke dalam perusahaan yang sudah di sulap menjadi gedung dengan dekorasi yang mewah.
Bu Maryam yang melihat pemandangan itu pun tersenyum pemuh kemenangan, meliahat dres yang dikenakan Mila sangat cocok dengannya.
Mila memiliki bentuk tubuh yang proporsional sangat memukau dengan gaun hitam dengan belahan kakai sampai ke paha mulusnya, perut yang ramping dan b**ong yang padat jangan lupakan bagian dada yang menonjol kencang cukup besar.
Bu Maryam menyenggol sang suami agar melihat ke arah matanya memandang, pak Sultan tersenyum ia bangga memiliki istri paket komplit.
"sepertinya sebentar lagi akan ada pesta pernikahan" ucap pak Sultan kepada istrinya
"doakan saja misi mamah berhasil seperti nya pancingan mamah berhasil, kalau anakmu itu tak di pancing mana mau dia pikirannya hanua kerja dan kerja saja" ucap bu Maryam
"tapi lihat mah hasil jerih payah nya bisa menyaingi perusahaan papah" balas pak Sultan dengan bangga
"ia tapi mau sampai kapan, umurnya sudah kepala 3 di tambah lagi data identitasnya mamah lebihkan 5 tahun" ucap bu Maryam ketus
"salah mamah, kenapa di tuakan umurnya"
__ADS_1
"kalau tidak mengingat keselamatan nya mamah juga tidak akan merubah identitas nya pah" jawab bu Maryam
"sudahlah, sepertinya papah akan ambil alih lagi perusahaan Dewanto group kasihan Habil"
"ya itu lebih baik, lagian pekerjaan separuh sudah habil kerjakan huh!" balas bu Maryam sewot bagaimana tidak ketika Habil yang memegang perusahaan yang ditinggalkan dengan banyak dokumen dan berkas yang harus di tandatangani
"papah sudah puas mengerjai anak itu" pak Sultan tertawa mengingat Habil selalu pulang malam dan masih membawa perkerjaan kerumah
"mamah mau kesana dulu ya, mau menemui Mila" ucap bu Maryam meninggalkan sang suami
bu Maryam menemui Mila yang masih berada di samping Habil, Habil masih menyapa beberapa rekan bisnisnya dari negara lain.
Sesekali mereka bertanya kepada Mila menggunakan bahasa asing, awalnya Habil hendak menjawab tapi ia terdiam ketika Mila dengan fasih menjawab semua obrolan itu sekali lagi Habil dibuat takjub dengan Mila yang penuh dengan kejutan.
"sayang kamu sangat mempesona dengan gaun ini" balas buu Maryam memuji kecantikan Mila yang terlihat sangat anggun
Mila pun berbincang dengan bu Maryam, bu Maryam yang di panggil sang suami oun meninggalkan Mila.
Mila yang melihat Habil sedang berbincang dengan rekan bisnis nya pun enggan mengganggu.
Mila berjalan menuju meja hidangan dan minuman. Mila mengambil satu gelas orange jus karna ia haus dan tanpa Mila sadari sepasang mata menatap nya sedari tadi dengan tajam.
__ADS_1
Mila yang hendak minum terkejut dengan kehadiran seorang wanita yang tanpa menyapa langsung bertanya.
"ada hubungan apa kau dengan Habil" tanya Maria
Mila menengok kekanan dan kekiri karna bingung wanita disamping nya itu bertanya dengan siapa.
"apa kau tuli" ucap Maria dengan ketus
"hei, nona kau bertanya dengan ku?" tanya Mila
"tentu saja dasar bodoh, ada hubungan apa kau dengan Habil" tanya Maria kembali
"oh,, aku kau tanya saja pada Habil" ucap Mila dengan santai
Maria yang geram pun meninggalkan Mila tapi sebelum pergi ia berkata pada Mila
"Habil itu milikku, jangan harap kau akan mendapatkan nya dasar ******!!" ucap Maria berlalu meninggalkan Mila
Mila dengan geram mengambil asal minuman tanpa melihat apa yang ia ambil, dengan sekali teguk minuman itu tandas tanpa sisa.
Mila juga memakan beberapa hidangan dengan perasaan kesal, baru kali ini ia di sebut ******.
__ADS_1
Mila meneguk minuman dengan rasa manis tersebut tanpa ia tahu bahwa minuman itu mengandung alkohol**.
………