Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 18 Bertemu Kembali


__ADS_3

********


**Hari berlalu tak terasa Mila sudah berada di kontrakan nya. Sebelum ia pergi ibu nya memberikan kalung yang sangat manis menurut Mila.


Kalung berwarna putih berliontin ka'bah itu telah melilit dileher nya. Ia menatap penuh kagum ia membatin mengapa ibu nya menyimpan benda ini begitu lama, mengapa tak di jual nya saja.


Mila terlelap ia juga belum mengaktifkan ponsel nya.


Mila terbangun dari tidurnya ia mengerjapkan mata nya mengumpulkan nyawa yang masih mengawang.


Mila membuka ponsel nya ia akan menghubungi Jovan karna besok ia mulai mengisi panggung lagi. Betapa terkejutnya Mila melihat isi chat dengan nama mas Habil mendominasi.


Mila langsung terduduk ia bingung mengapa sampai sebanyak ini , di bukalah isi pesan itu satu persatu. Dilihat tanggal pengiriman itu sudah dari hari pertama Mila pulang ke kampung nya.


"ya ampun , banyak sekali" gumam Mila tak percaya.


Mila merasa dilema ingin membalas chat tersebut tapi ia merasa tak berhak, tapi melihat isinya menanyakan ia kapan pulang Mila merasa harus membalas pesan tersebut.


"assalamualaikum maaf mas , saya baru sampai dan baru membuka pesan karna di kampung saya tidak ada signal" balas Mila apa adanya.


Mila tak merasa malu karna memang benar di kampung halaman nya tak ada signal. Adik nya saja jika ingin nelajar online harus keluar kampung dahulu agar bisa menangkap pelajaran.


***


Sementara diruangan luas seorang pria masih serius berkutat dengan berkas dan laptop yang masih menyala. Pria yang mengenakan setelan jas grey itu mengenakan kaca mata anti radiasi yang bertengger di hidung mancungnya.


Sesaat ia terganggu dengan suara ponsel nya , ia menyempatkan untuk melihat ternyata sang ibu yang menghubungi nya.


"assalamualaikum mah"ucap Habil


"waalaikumsalam kenapa lama sekali , nanti jemput mamah bisa?" tanya bu Maryam tak sabaran


"dimana mah?" tanya Habil


"di resto XX mamah jam tiga okey" jelas bu Maryam


"baik mah nanti Habil sempatkan jemput mamah" ucap Habil


"baiklah assalamualaikum tampan nya mamah" balas bu Maryam


"waalaikumsalam mah" jawab Habil mematikan ponsel nya , Habil menghela nafas panjang sebenar nya ia sangat malas menjemput ibu nya bukan tanpa alasan terkadang ibu nya suka iseng mengenalkannya dengan anak teman arisan nya.


Habil yang masih memegang ponsel nya pun mulai membuka aplikasi berwarna hijau itu, dan alangkah terkejutnya ia ketika mendapat balasan dari seorang wanita yang membuat nya seperti buronan di rumah nya sendiri.

__ADS_1


Bagaimana tidak jika twins tak pernah lelah bertanya dan tak segan menggedor kamar nya jika tak di beri jawaban, begitu juga dengan ibu nya yang tak kalah heboh dengan adik nya.


Rasanya selama satu minggu ini kepala Habil mau pecah karna pertanyaan yang ia tak tahu jawaban nya.


"waalaikumsalam akhirnya di balas juga pesan yang selama satu minggu ini ku kirimkan , apakah kau tahu bahwa aku seperti buronan di rumah ku sendiri!!!!!!" Habil membalas dengan perasaan kesal karna baru mendapat balasan.


"maaf mas apa maksud anda, kenapa balas begitu sudah bagus saya balas kenapa seperti orang marah" balas Mila tak mau kalah karna merasa tak bersalah.


"nanti kujelaskan aku sedang sibuk adik-adikku ingin menemuimu"balas Habil


Pesan terakhir tak di balas Mila karna sudah terlanjur kesal dengan balasab Habil seolah-olah ia yang menyebabkan suasana itu.


*****


Habil menyudahi pekerjaan nya , ia harus menjemput sang ibu yang sudah menghubungi sebelum nya. Habil masuk ke dalam mobil dan mulai mengendarai.


Ketika sedang fokus berkendara ponsel nya berbunyi, Habil melihat ponsel itu terpampang jelas sang ibu menghubungi nya.


"Bil tak usah jemput mamah , mamah tak jadi ke resto" ucap sang ibu santai


"kenapa mamah tak mengabari sejak tadi Habil sudah di jalan loh mah," jawab Habil malas


"tinggal pulang saja kan searah gimana sih kamu ini" balas sang ibu tanpa merasa bersalah sama sekali.


"hufh,,,, papah sangat sabar" gumam Habil


Habil langsung menuju kediamannya tak mungkin ia kembali lagi ke kantor yang sudah menujukkan jam pulang.


*****


Sementara di rumah, bu Maryam menghabiskan waktu dengan berbincang-bincang dengan twins.


Ia sengaja mengecoh Habil karna mendapat laporan dari twins bahwa hari ini seharusnya Mila sudah berada di jakarta.


"mamah tahu nggak?"


"nggak, kan kamu belum kasih tahu mamah," jawab sang ibu menggoda anak nya yang belum selesai bicata karna langsung ia potong


"ihhh ,,, mamah kan belum beres mah" ucap Hana manja


"ya sudah serius apa?" ucap sang ibu


"kami mau memberi kak Mila hadiah loh mah" ucap Hani antusias

__ADS_1


Sang ibu melengos dia kan sudah tahu tentang hadiah itu.


"kan mamah sudah tahu twins"jawab sang ibu


"mamah tahu dari mana!!!" seru Hana


Sang ibu melongo kenapa anak nya yang mendadak pikun begini padahal mereka yang memberitahu nya.


"kalian kan sudah bilang dari hari kalian membeli hadiah itu , kenapa jadi pikun sih" ucap sang ibu malas meladeni twins


"oh iya ya ,,,"ucap Hana


"mah telpon abang dong mah kami ingin tahu apa kak Mila sudah kembali atau belum , seharus nya sudah mah" ucap Hani


Belum sempat sang ibu bicara Habil sudah datang dan menghampiri mereka ,


"mah , tumben kumpul disini" ucap Habil langsung duduk di samping sang ibu


"memang kenapa bang, bang gimana apa kak Mila belum membalas pesan abang" tanya Hani langsung tak suka bertele-tele.


Habil yang jengah mendengar pertanyaan sang adik langsung berdiri hendak pergi.


Baru selangkah kaki nya beranjak, Habil langsung terduduk lagi karna sang adik melompat dari belakang dan Habil yang tak siap langsung terduduk di tempat semula.


Sedangkan dari depan kaki nya sudah ditimpah dengan adik yang satu nya lagi. Habil dibuat tak bergerak karna tingkah sang adik yang masih kekanak-kanakan.


"apa-apaan kalian ini ha!!!!" seru Habil.


Mendengar teriakan Habil sang adik tak menggubris nya. Sedangkan sang ibu hanya terkekeh melihat kelakuan sang anak yang menurut nya sangat menghibur.


Terkadang bu Maryam merindukan tingkah laku anak-anak nya sewaktu masih kecil. Tapi tak terasa anak-anak nya sudah beranjak dewasa mengingat usia Habil yang sudah matang seharus nya ia sudah memiliki cucu.


Lamunan bu Maryam tersadar mendengar teriakan sang anak yang masih bermain-main dengan abang nya yang sudah terpancing emosi.


"pegang yang kuat Ni jangan sampai lepas" ucap Hana kepada Hani yang masih memeluk kaki abang nya itu


"kau juga Na jangan biarkan abang pergi sebelum kita mendapat informasi kak Mila sudah sampai atau belum" balas Hani yang tak kalah erat memeluk abang nya yang tak bisa bergerak.


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Bersambung**…………


******

__ADS_1


__ADS_2