Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 96 Dipermalukan 2


__ADS_3

**😈😈😈😈😈


Marko heran mengapa nyonya besar itu ke kantor karna sebelumnya tak pernah datang jika tidak ada acara, Mila yang menggunakan masker dan kaca mata hitam pun hanya menunduk entah apa yang akan di lakukan kedua wanita tercintanya itu.


"dimana Habil?" tanya Maryam ketus


"maaf nyonta tapi……


belum sempat Marko melanjutkan kata-katanya sudah di sambar ibu dari sahabatnya itu


"katakan saja!" tekan Maryam sedikit ketus


"di ruang meeting nyonya" ucap Marko formal karna di area kantor, jika di luar rumah Marko pun sama seperti Habil memanggil Maryam dengan sebutan mama.


Merasa bau-bau keributa Marko memilih diam dan mengantat mereka semua, setibanya di depan ruangan Habil Marko membuka pintu dan yang terlihat pertama adalah Habil yang sedang serius menatap laptopnya.


Maryam menyalip Marko karna terlihat sudah emosi, bagaimana tidak mendengar menantunya masih perawan membuatnya naik pitam.


"apa maksudmu Habil!" tekan Maryam kepada anaknya, suara nya terlihat geram dan meninggi

__ADS_1


"mah Habil sedang


belum selesai Habil bicara sudah di sambar oleh ibunya


"jangan banyak alasan, apa gosip yang bertebaran di luar sana benar adanya, kau pencinta sesama jenis haa!!" ucap Maryam sudah tak terkontrol


"apa maksud mama?" tanya Habil lembut


"kamu pikir mama bodoh haaa!!! banyak para istri dari kolegamu dan papamu membicarakan itu, apa benar gosip itu haaa!!!" ucap Maryam teriak


Mila melangkah maju ingin menenangkan mertuanya tetapi di cegah dengan bundanya.


"jika gosip itu tidak benar, mengapa istrimu masih perawan sampai sakarang!!!" ucap Maryam berteriak tanpa melihat kondisi


Habil terdiam, sungguh ia malu masalah seperti ini sampai sang ibu tahu dilihat sang istri menunduk, wajahnya tak terlihat hanya kulit kuning langsat yang terlihat di sela-sela helaian rambut yang menutupinya.


"mamah, tunggu di ruangan Habil ya nanti kita bicara" ucap Habil dengan santai


"bagaimana kamu bisa tahan dengan tidak menyentuh istrimu, bagaimana mama tidak percaya gosip diluaran sana haa!!" ucap Maryam lantang.

__ADS_1


"mama, ini ruangan meeting lihatlah disini Habil sedang meeting dengan para petinggi perusahaan" ucap Habil karna mendengar sang ibuu sudah tidak kondusif lagi.


Seketika Maryam menoleh ke samping dan benar saja, para wajah petinggi itu sudah merah seperti menahan tawa dan malu bersamaan, bagaimana tidak junjungannya di permalukan didepan mereka.


Maryam tercengang ia tak habis pikir bagaimana dia bisa tidak kontrol seperti ini. Dengan wajah yang sudah biasa dia mendekati Laila yang diam saja.


"kenapa tak bilang" bisik Maryam kepada Laila


"kamu sudah menuli jangan salahkan aku" tekan Laila yang tak mau disalahkan sedangkan Mila kangan di tanya bahkan telinganya pun sudah memerah.


"mama, pulang istrimu bawa sendiri" ucap Maryam lalu melangkah pergi dengan Laila yabg ia tarik tangannya, sedankan Mila kaku di tempat.


"baiklah, meeting hati ini kita tunda untuk tiga hari kedepan" ucap Habil tegas lalu mengahampiri Mila dab menggenggan tangan sang istri yang mulai dingin.


Habil membawa Mila pulang karna tidak mungkin ia akan membicarakan ini di kantor, Mila pun mengunci mulutnya rapat-rapat ia takut Habil marah karna kejadian tadi.


Sedangkan para karyawan Habil, mulai berbisik dan tertawa karna ulah sang ibu junjungannya.


………

__ADS_1


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚**


__ADS_2