Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
112


__ADS_3

**πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


Hari yang di tunggu-tunggu Mila pun telah tiba, rencananya sore ini baik twins maupun Leo akan menginap di rumah mereka. Mila menyiapkan makanan dan juga camilan banyak, sengaja ia buatkan khusus untuk adik-adiknya itu. Mila yang memang hangat dengan keluarga tentu cepat beradaptasi, apalagi twins menurutnya sangat menggemaskan. Kembar identik tanpa celah membuat Mila senang, kadang kala ia salah menebak. Tapi untuk saat ini dia sudah paham dari suara keduanya.


Sedangkan Leo ia berangkat dari markas bodyguard sang ayah, karna ia menimba ilmu berbagai macam bela diri disana. Ia keluar menggunakan motor besar pemberian sang ayah, padahal ia telah menolak tetapi sang ayah bersikeras memaksa.


Jam 4 sore Mila masih berkutat menyiapkan segalanya, sangking semangatnya ia sampai tak mau di bantu para asisten yang ada. Karna asiknya menyiapkan segalanya tak sadar jika sang suami telah sampai dan memperhatikannya. Bik Marni yang melihat tuannya datang hanya mengangguk karna Habil menyuruhnya diam dan pergi. Akhirnya bik Marni pun pergi ke rumah belakang.


Habil berjalan mengendap-endap seperti maling, sesekali ia terkekeh dengan tingkahnya sendiri. Dengan jas yang sudah terlepas dan lengan kemeja yang sudah digulung sampai siku. Ia memeluk sang istri yang tampak tangah berpikir didepan meja makan. Karna terkejet Mila memelintir lengan Habil yang juga sigap akan perlawanan sang istri.


"heyyy,,,calm down ini mas sayang suami kamu" bisik Habil di telinga Mila


"mas, jangan mengagetkan aku gimana tadi kalau aku megang pisau dapur haa!" seru Mila kesal karna terkejut


"kamu terlalu serius hingga mas pulang pun tidak disambut sama sekali" ucap Habil mendramatisir seolah-olah ia tersakiti.


"maaf ya mas, Mila nggak dengar mas pulang"

__ADS_1


"kiss dulu, masa nggak di kiss" ucap Hanil yang masih mode ngambek


"okelah. Baby ohhh baby,,, jangan marah ya sini,,sinin peluk duluuuu" ucap Mila seperti meladeni anak kecil, kemudia ia memeluk sang suami dan mengecup kilas pipi sang suami


"itu bukan kiss" ucap Habil merengut


Mila berpikir lalu mengecup kilas bibir samg suami, tapi tidak dengan Habil yang menahan tengkuk Mila. Mila hanya pasrah akan perlakuan sang suami, sangking asiknya Mila sampai mengalungkan tangannya keleher Habil yang mulai terhanyut, bukan lagi ngecup melainkan mendecap dan memanggutnya lembut penuh kenikamatan.


Mereka yang sedang asik tak sadar jika ketiga adiknya itu mematung melihat adegan dewasa itu yaaahhh walaupun mereka tak sepolos itu.


"kita pulang saja yook!" ucap Hana dengan keras.


"ini semua karna mas!!" ucap Mila ketus, sang suami hanya membelai pipinya dan berlalu


"lain kali ketuk pintu dulu" ucap Habil lalu ia bergegas kekamar untuk bebersih,


"heyyy bang, kami ini tamu dasar abang menyebalkan semoga kak Mila betah bersamaa abang!!!" ucap Hani berteriak

__ADS_1


Lain hal dengan twins Leo lebih bijak, ia diam hanya menggeleng saja melihat tingkah twins tadi. Mila yang semula kikuk mulai mencairkan suasana.


"ya ampun kalian, sini peluk dulu kakak kangen banget" ucap Mila mengalihkan mereka bertiga.


Twins yang melihat Mila merentangkan tangannya pun langsung berebut menghambur memeluk Mila. Sedangkan Leo hanya santai berjalan menuju sang kakak.


"ya ampun kakak, kami sangat rindu sangat sangat!! Ia kan Hani" ucap Hana yang diangguki oleh Hani


Ketika sampai di hadapan sang kakak, Leo segera merebut Mila dan memeluknya erat kentara ia sangat merindukan kakak satu-satunya itu.


"Leo, kami belum selesai" ucap Hani ketus, bagaimana tidak sedang asik menghirup aroma mawar yang menenangkan tiba-tiba raksasa memisahkan mereka kira-kira itulah isi pikiran Hani dan Hana


"aku dulu, ini kakakku kalian peluk bang Habil dulu sana" ucap Leo santai, Hana dan Hani yang tak mau kalah pun mengeroyok Habil untuk memisahkan kakak iparnya itu dari pelukan Leo.


"heyy,,, kalian ini apa-apaan" ucap Leo yang Mulai di keroyok, sedangkan Mila hanya tersenyum melihat kedekatan mereka yang seperti saudara kandung itu.


Habil merengkuh pinggang Mila dan tersenyum**,,,

__ADS_1


...****************...


__ADS_2