Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 41


__ADS_3

****


**Maryam dan Laila makan dengan hening, sedari tadi Laila masih bungkam dan Maryam pun tidak berani membuka pembicaraan mengingat mood sang sahabat sedang buruk.


Baru saja selesai minum Maryam terkejut karna mata nya menangkap sosok paruh baya yang masih gagah berjalan kearah meja mereka, berbeda dengan Laila yang masih setia dengan lamunan nya.


Maryam tidak memberi tahu Laila karna sudah di kode dari pria itu tepatnya suami Laila yang rupanya membuntuti mereka.


Maryam pun diam ia tak mau ikut campur urusan rumah tangga sahabat nya itu, sudah cukup ia mencari tahu kebenaran suami sahabat nya yang masih hidup selebih nya ia tak mau ambil pusing.


Diego pun berjalan kearah meja sang istri yang membelakanginya perasaan bersalah dan rindu menjadi satu, sebenarnya belum lama ini Diego telah mengirim orangnya untuk menjemput keluarga kecilnya , tapi ia terlambat karna anak dan istrinya sudah tidak disana lagi.


Tanpa berpikir ataupun memanggil sang istri ia berhambur memeluk sang istri dari belakang, Laila yang terkejut pun menoleh ke samping alangkah terkejutnya ia melihat orang yang memeluknya.


"sayang maafkan aku, aku merindukanmu sayang" bisik Diego hampir tidak terdengar


Laila hanya diam mematung sebenarnya ia pun sangat merindukan suami yang sudah ia anggap mati taoi rasa kesal dan amarah sedamg menguasai pikirannya , Laila memang tida marah-marah seperti kebanyakan wanita ia lebih diam dan dingin dalam menunjukka amarah nya.


Diego memeluk erat Laila dan mencium bi**r istrinya tanpa permisi dan tanpa melihat kondisi. Maryam tercengang melihat kelakuan suami sahabatnya itu ia pun memalingakan wajahnya.


Sedangkan Laila sangat shock dengan perlakuan sang suami ,Laila pun mendorong dada sang suami agar terlepas.


Laial mendorong Diego dengan kuat dan menamparnya,


Plakkk,,


"lancang !!!" ucap Laila penuh penekanan


mereka tak menghiraukan orang-orang yang menatap mereka penuh tanya , sedangkan Maryam menutup mulutnya dengan tangan tak percaya apa yang dilihatnya.

__ADS_1


"sayang , maafkan aku jangan begini" ucap Diego lirih


ia tak menyalahkan Laila karna memang murni kesalahan nya , tapi ia punya alasan mengapa ia tak langsung memberi tahu setelah ia selamat dari maut karna ia pun koma selama 6 bulan lamanya, belum lagi kelumpuhan yang ia alami beberapa tahun karna itulah ia memilih bungkam.


"jangan temui aku dulu mas, aku belum siap dan jangan juga menemui Mila dan Leo kalau kau tak mau mereka terkena serangan jantung, aku butuh waktu!" ucap Laila dan berlalu meninggalkan Diego,


"mbak yang bayar pria ini ya berikan kepada dia bil nya" ucap Maryam dengan santai nya dan melirik Diego


"ini kartu namaku , nanti aku beri kabar kalau istrimu itu sudah siap" sambung Maryam memberiman kartu nama di kepada Diego dan berlalu menyusul Laila


Diego mengambil katu nama itu dan membayar makanan yang sudah dimakan istrinya, Diego termenung sesaat dan meninggakan resto itu.


Diego tahu kesalahan yang ia perbuat memang fatal pasalnya keluarga tercintanya pasti merasa dibohongi dengannya, Diego menghela napas dengan kasar lalu ia merogoh ponsel di saku jaket nya


"kirim pengawal untuk mengawal putri dan putraku, kawal mereka dari jauh dan jangan sampai lengah , paham!!" ucap Diego tegas kepada orang suruhannya


****


Malam hari di apartemen Bu Laila


Mila yang baru pulang bekerja pukul 10 malam tidak menemukan bundanyan, hanya ada Leo saja di deoan tv


"Leo kemana bunda kok tumben biasanya sldisini?" tanya Mila


"bunda pergi dari pagi dengan mamahnya twins kak dan belum pulang karna itu Leo belum tidur" jawab Leo


"kemana bunda ya kok belum pulang"


"tadi sudah Leo telpon katanya sebentar lagi pulang , masih ada urusan katanya" balas Leo

__ADS_1


Mila hanya mengangguk paham dengan penjelasan sang adik tak lama bu Laila pun masuk dengan wajah yang sedikit pucat.


"kalian belum tidur?" tanya bu Laila


"belum nungguin bunda, bunda duduk dulu Leo ambilkan minum ya , bunda wajah bunda kok pucat?" jawab Leo


"bunda gak papa kok cuma capek ajja"


'**masih untung bunda tidak kena serangan jantung karna mendapati ayah kalian masih bugar' **batin bu Laila


"memangnya bunda abis ngapain?" tanya Mila


"bunda tadi habis membantu mamahnya twins urusan kantor" jawab bu Laila berbohong


bu Laila pun meminum air yang di berikan Leo lalu ia menatap putri nya


"kak apa kamu masih mau nyanyi nak?" tanya Laila lembut


"Mila masih betah bun, lagian gaji nya juga gak kalah sama kantoran bun terjamin lagi keamanan nya" ucap Mila santai


"ya sudah kalau begitu tidurlah kalian ini sudah malam, Leo kamu sudah pilih kampusnya belum?" tanya bu Laila


"sudah bun sepertinya sama dengan twins saja" balas Leo


"ya sudah istirahat ya" ucap bu Laila


kalian jangan kaget kalau melihat ayah kalian masih hidup, gumam bu Laila melihat kearah anak nya yang sudah masuk ke kamar masing-masing**


…………

__ADS_1


__ADS_2