Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
117


__ADS_3

**πŸŒΉπŸ’•πŸŒΉπŸ’•πŸŒΉπŸ’•


Entah apa yang di bahas para lelaki di ruang meeting itu yang jelas Mila sudah menguap karna kenyang. Sedang duduk melamun sesekali matanya terpejam, sedangkan yang lain mereka berbincang dengan orang-orang baru entah apa yang mldi bicarakan Mila tak sanggup untuk berdiri lagi.


Tak berselang lama Queen Elisabeth menemuinya lagi, kali ini banyak mata tertuju pada Mila. Mata-mata iri itu tak lepas menatap mereka, entah beruntung atau akan menyusahkan kelak Mila tak tahu.


"mengapa tidak bergabung" tanya Queen


"tidak Queen, saya sedikit lelah" balas Mila sopan


"apa kau sudah mempunyai anak?" tanya Queen


"belum Queen, saya beru menikah 3 bulan lalu"


"owh,,, pantas badan mu masih segar dan indah" puji Queen itu pada Mila


"sebentar lagi mungkin mereka selesai meeting, apakah boleh saya bertanya?" ucap Queen


"ya, Queen silahkan" jawab Mila sopan


"parfum apa yang kamu pakai, mengapa harumnya unik" tanya Queen itu penasaran, sejak bersalaman dengan Mila ia menahan pertanyaan itu karna baru menyapa tadi

__ADS_1


"saya pakai parfum mawar Queen" jelas Mila, ia sempat bingung mengapa para wanita termasuk Ratu ini menanyakan hal yang sama


"parfum keluaran negara mana ini, mengapa saya asing harumnya" tanya Queen yang semakin penasaran


"saya meracik sendiri Queen, parfum ini mawar lokal dari megara saya dan saya meminta tolong kepada teman saya yang mempunyai alat-alat dan biasa mengolah parfum" jelas Mila, ia paham sekarang bahkan suami dulu pun sampai membeli parfum mawar karna penasaran


"pantas saja, kau sangat cerdas racikanmu pas dan sangat lembut" pui Queen Elisabeth


"Queen bisa saja, ini hanya parfum biasa Queen. Saya juga meracik alat mandi dan lotion sendiri Queen karna saya pecinta mawar" ucap Mila panjang lebar, ia mulai nyaman berbincang dengan bangsawan di hadapannya ini, kantuknya pun seketika hilang karna mendapat teman berbincang yang sama-sama pecinta parfum


"wah, banarkah!!!!" jawab Queen berbinar, Mila hanya mengangguk dan tersenyum


"apakah kamu bisa meracikkan aku parfum juga, mungkim kamu bisa mengerti keinginanku. Sudah banyak yang meracikkanku tapi tetap tidak pas, bisakah kau mencobanya" ucap Queen penuh harap, Mila bingung menjawab apa.


"selamat malam Queen" ucap Habil membungkuk, Queen hanya mengangguk dan tersenyum ramah. Sedangkan king Charles pun ikut berbaur bersama sang istri.


"honey sedang bicara apa?" tanya King Charles menggapai jemari sang istri


"honey, aku mau Mila meracikkan parfum untukku" ucap Queen tanpa basa basi, ia takut Mila akan pulang dan belum menjawab pertanyaannya


"okey, semua untukmu" ucap King Charle, tatapan matanya kentara sekali sangat mencintai sang istri.

__ADS_1


Sedangkan Habil dapat menyimpulkan apa yang mereka bahas tadi, ternyata bukan hanya ia yang di buat mabuk akak harum yang menyatu dengan sang tubuh sang istri, bahkan istri dari Raja inggris ini pun tergoda akan harum yang di bawa istrinya.


"bagaimana tuan Habil, apakah boleh istrimu meracikkan parfum untuk istriku?" tanya King Charles


"saya bagamana istri saya saja king" ucap Habil tegas


"bagaimana Mila, apakah bisa?" tanya King


"apakah kita masih lama pulangnya mas?" tanya Mila kepada sang suami


"ya kita masih ada 1minggu lagi" jawab Habil lembut


"apakah boleh mas?" tanya Mila lagi


"tentu, kamu bisa mengisi kekosongan mu selagi menunggu ku mengerjakam sesuatu" tegas Habil


"baiklah King, Queen saya bisa. Jadi kapan kita akan mulai percobaannya" ucap Mila kepada raja dan ratu itu.


"besok, bisa besok jangan menunggu lagi" jawab Queen penuh semangat ia berharap kali ini cocok dengan keinnginannya.


Sedangkan King Charles tak kalah berharap, ia pun pusing kala melihat istrinya merengek dan marah-marah hanya karna parfumnya tidak sesuai keinginannya. Padahal harganya bukan main mahalnya.

__ADS_1


πŸ’•πŸŒΉπŸ’•πŸŒΉπŸ’•πŸŒΉ


(keliatan ya, para suaminya pada takutttt sama belahan jiwanyaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚**)


__ADS_2