
**πππππ
Hari-hari berlalu tak terasa pelaksanaan pernikahan Habil dan Mila sudah semakin dekat hanya berselang dua minggu lagi, sementara Mila masih bekerja seperti biasa karna perjanjiannya jika Mila sudah menikah maka ia akan berhenti menjadi penyanyi malam. Soal urusan acara Mila tak mau ambil pusing, ia terima apapun yang akan di berikan, Mila pikir pesta sederhana tanpa mengundang banyak orang.
Keadaan mansion Dewanto sedang ramai karna rapat keluarga, mereka antusias menyiapkan segala hal Laila dan Maryam seolah menuli ucapan Mila yang hanya ingin pesta sederhana saja. Mengingat keluarga dari dua keluarga cukup besar dan tak mungkin jika tidak memberitahu dan belum lagi teman Habil sesama pengusaha dan dari dunia bawah.
Sedangkan Laila juga sudah memberitahukan pihak keluarganya, ya Laila sudah bertemu orang tuanya mereka sungguh terkejut akan kedatangan putri sulung mereka yang sudah tak bertemu sejak Mila lahir. Laila berusaha melupakan kejadian tak mengenakan dalam hidupnya itu mengingat orang tuanya tak sesehat dulu, mereka pun sangat senang dan meminta maaf kepada Laila dan Diego. Apalagi kehadiran Mila dan Leo yang sangat melengkapi masa tua tuan dan nyonya besar Dewanto.
**
"jadi apa semua sudah selesai?" tanya Laila pada Maryam
"ya,, hanya tinggah menunggu hari nya saja, tapi Habil ku akan melakukan pesta bersama teman-temannya aku sudah memboking club disana"
"bagaimana jika mereka meminum minuman keras" tanya Laila khawatir karna Mila pun akan ikut bersama
"tidak aku sudah membuat peraturan jika mereka menginginkan pesta maka tak ada minuman beralkohol, minuman yang mereka sediakan minuman biasa dan tak mengandung alkohol hanya penyegar saja" ucap Maryam meyakinkan
"kau sangat teliti Jell"
__ADS_1
"tentu saja aku tak mau anakku liar, aku telah mengatur semuanya jika bergaul boleh dengan siapa saja tapi jangan mengikuti jejak nya" ucap Laila santai
mereka berbincang ria hingga twins datang bergabung bersama orang tuanya, sedangkan Leo masih berada di kediaman Subroto karna kakeknya masih rindu dan masih ingin bersama, karna Leo mengerti alhasil ia masih tinggal disana.
"bunda kapan Leo pulang?" tanya Hana
"iya bunda, kenapa Leo tidak kesini" sambung Hana
"kakek dan neneknya belum mengizinkan, mungkin dua atau tiga hari lagi Leo akan pulang" ucap Laila lembut
"bunda Leo di kampus jadi idola loh" ucap Hani antusias
"ya,, tapi Leo sangat menyebalkan bunda" balas Hana
"menyebalkan bagaimana?" ucap Maryam yang ikut mendengar
"kan waktu itu Leo di kasih coklat ya bun, sama senior kami Leo menerima dan langsung memberikan kepada kami berdua di depan senior kami yabg bernama glenca" ucap Hani tertawa
"glenca marah tertahan sampai-sampai wajahnya memerah bunda" sambung Hana tertawa
__ADS_1
Laila dan Maryam ikut terkekeh mendengar cerita twins, dalam perkuliahan memang twins lebih senior dari Leo akan tetapi Leo mampu menyamai karna meluluskan beberapa tes hingga sekarang ia dan twins sama-sama berada di semester 3.
**
Siang tadi Mila mendapat telpon dari Jovan bahwa ada seoseorang yang akan membayar mahal penampilannya malam ini, dengan nominal yang tidak sedikit Mila menyanggupinya, Jovan berkata bahwa hanya Mila yang bernyanyi dan orang itu meminta Mila membawakan 10 lagu yang sudah dipilih tanpa partner.
Malam ini Mila memakai baju pilihan dari orang yang memboking tempat ini, dress panjang berwarna navy yang sangat mewah hingga siapapun yang melihatnya pasti akan iri, Mila tak bisa membayangkan seberapa sultannya orang ini hingga memboking kafe ini dan mengubah nya menjadi tertutup dan private.
Mila mulai mengisi panggung sesuai perintah Jovan, malam ini Jovan sendiri yang mengawasi kafe. Akan tetapi Mila heran sudah masuk dua lagu tetapi tak ada orang yang datang Mila bingung orang bodoh mana yang rela membayar mahal tetapi tidak menikmati suara dan hidangan disini.
Hingga masuk ke lagu pamungkas sudah pukul 11 malam, lagu duet romantis. Mila bingung hingga ia melihat Jovan mengangguk dan Mila mulai bernyanyi dengan suara merdu mendayu-dayu, hingga giliran suara yang seharusnya diisi dengan vokal pria Mila terdiam tak lama ia mendengar suara tegas nan merdu, mata Mila menyusuri ruangan luas ini hingga netra nya bertemu dengan pria yabg tak asing baginya.
Mila terkejut bukan main siapa yang ada dihadapannya sekarang ini, ya di adalah Habil orang bodoh yabg memboking tempat ini tanpa menikmati hidangannya itulah yang dipikirkan Mila tadi.
π
π
π**
__ADS_1