Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 2 Permintaan Orang tua


__ADS_3

Keesokan hari nya Habil menjalani rutinitas seperti biasa nya , dia bangun di waktu adzan berkumandang kebiasaan di rumah nya adalah shalat berjamaah bersama keluarga nya karna Habil masih tinggal satu rumah. Mereka melaksanakan shalat dengan hikmat papah nya menjadi imam, mereka sering bergantian.


Setelah selesai shalat Habil memandang mamah dan papah nya yang sedang khusyuk berdoa , sampai selesai Habil menunggu tak ada yang mendahului jika orang tua nya sampai mereka selesai berdoa. Setelah mengucapkan aminnn Habil menjulurkan tangan dan mencium telapak tangan papah nya terlebih dahulu lalu ke mamah nya.


"mamah berdoa apa sih kok lama khusyuk banget?" ucap Habil


"mau tau"???? jawab ibu Habil


Habil mengangguk antusias


"mamah berdoa agar kau cepat menikah dan mamah akan segera punya cucu" jawab ibu Habil yang bernama Maryam Jellita Dewanto dan ayah Habil yang bernama Sultan Dewanto.


"iya Bil apa kau belum punya calon?" ayah Habil pun turut bertanya


"doakan saja mah pah , kalau jodoh kan tak akan kemana" jawab Habil santai sejujurnya ia pun memikirkan nya.


"kapan Bil jawaban mu selalu seperti itu , apa mau mamah kenalkan dengan teman mamah nak, mamah iri Bil kalau arisan mereka ada yang menjelekkan menantu dan ada yang membawa cucu mamah kapan Bil?" ucap ibu sendu ia takut jika anak nya menjadi bujang tua yang tak menikah.


"jadi mamah mau jadikan istriku bahan ghibahan mah??" ucap Habil menggoda ibu nya ia pun merasa lucu alasan dengan alasan ibu nya


"bukan seperti itu Bil , mamah akan menyayanyi menantu mamah dengam sepenuh hati jika nanti kamu menikah , mamah kenalkan dengan anak teman mamah mau ya" dengam semangat ibu Habil manawarkan jasa nya .


"tak usah mah Habil nanti cari sendiri mamah papah doakan saja , sudah lah Habil mau siap-siap dulu banyak berkas yang belum Habil tanda tangani"


Habil pun beranjak meninggalkan mereka berdua , kalau dia terus berada disitu maka panjang urusan nya apalagi ia tahu sifat ibu nya jika sudah mulai merengek.


Habil pun bersiap dengan setelan jas warna navy manambah kesan macho badan tegap berisi tinggi nya pun sesuai , tampan itulah kata yang tepat menunjukkan dirinya saat ini.


Ia pergi ke ruang makan disana sudah lengkap semua tinggal dia yang belum hadir.


Habil duduk disamping ayah nya, mereka mulai makan dengan tenang sampai selesai tak ada yang buka suara , karna ajaran ibu nya yang selalu berkata jangan bicara saat makan.

__ADS_1


sampai si kembar pun membuka suara.


"bang nanti jemput bisa gak bang, sama nanti sore ada undangan ulang tahun teman kami di kafe XX , abang antar ya dia sahabat kami bang gak enak kan kalau gak hadir" ucap Hana


"kenapa ditempat seperti itu , gk baik buat kalian abang gak mau lah nanti suruh Marko aja yang jemput masalah ulang tahun itu abang gak janji" balas Habil


'kayak gak ada tempat lain aja , kenapa tempat seperti itu huhhh,,,' gumam Habil dalam hati


"ih abang pokok nya anterin kalau abang gak mau anter kami pergi berdua bawa mobil sendiri gak tau pulang malam atau pagi" ancam Hani dia paling tahu jika abang nya tak mungkin membiarkan nya pergi berdua tanpa pengawasan terlebih lagi bukan jam kuliah.


"lihat nanti , udah abang berangkat dulu mah pah" pamit Habil dengan perasaan kesal karna adik nya memaksa , dan dia tak mungkin membiarkan mereka pergi berdua.


Setelah Habil beranjak Hana dan Hani pun tersenyum penuh arti.


"yess abang gak mungkin gak anter kita" ucap Hana


"iya Ni abang mana tega sama kita" jawab Hana antusias disertai gelak tawa mereka berdua, sementara ayah dan ibu nya hanya menggeleng kan kepala nya melihat putri kembar nya yang suka memaksa abang nya.


"ihhhh mamah jangan ingat-ingat abang marah lah mah , kan kami jadi takut" ucap Hana dan Hani sambil mengerucutkan bibir nya.


"ya udah sana berangkat " jawab bu Maryam melihat anak nya tak kunjung berangkat sedangkan supir sudah menunggu.


"iya mah pah pergi dulu ya assalamualaikum" ucap Hana dan Hani seraya mencium telapak tangan kedua orang tuanya.


Hana dan Hani adalah kembar identik banyak kesamaan dan perilaku mereka yang tak jauh berbeda. Jika salah satu nya menangis maka yang satu nya pun turut bersedih.


*********


Sesampai nya di kantor Habil mulai berkutat dengan berkas yang menumpuk, sesekali dia menyeruput kopi yang tersedia sampai suara ketukan pintu menyadarkan nya .


tok,,,tok,,,,,

__ADS_1


"masuk!" ucap Habil


masuklah Marko membawa berkas laporan dan berkas yang akan di tanda tangani.


"apa lagi Ko" sambung Habil tak habis fikir dengan kerjaan yang menumpuk.


Semenjak ayah nya pensiun dia jadi banyak pekerjaan.


"berkas tuan boss, ini yang didahulukan ya tuan bos masalah nya ini yang paling-paling mendesak" ucap Marko sambil menahan tawa melihat tuan sekaligus sahabat nya keteteran.


"mana bawa sini" balas Habil dengan lesu


"sepertinya papah memang sengaja menumpuk pekerjaan ya Ko , berkas kok sampai sebanyak ini huhhhhh"


Marko tidak menjawab karna mood Habil yang kurang baik , ia takut kena semprot jika terlalu banyak bicara , ia tahu sifat Habil jika dalam mood yang jelek.


"nih sudah labgsung di arsipkan Ko ,, oh ya,,, kamu nanti tolong jemput adikku yang nakal itu jam 2 nanti" ucap Habil


"kan ada supir pak bosss" jawab Marko


"aku tahu adikku sengaja mau aku yang menjemput nya karna kau tahu sendiri adikku itu punya pekerjaan sampingan nyomblangin orang" ucap Habil terkekeh


"terus nanti marah gimana gak ah ,, Bil adik-adikmu itu galak dan cerewet" balas Marko


"kalau tak mau kupotong gajimu ingat ini udah mau gajian Ko , aku hanya ingin bermain dengan adikku mereka kan mulai dulu baiklah aku ikuti kau jemput saja kalau mereka menolak pakai namaku Ko"ancam Habil


"baiklah baiklah ,, huhhh nasib nasib jadi bawahan" gumam Marko tapi masih mampu di dengar Habil


"jangan menggerutu Ko gak baik, aku boss mu loh" ucap Habil sedikit menahan tawa karna bayangan adik-adik nya akan memarahi Marko.


Marko pun keluar dari ruangan Habil pun melanjutkan tugas yang menumpuk, ia harus cepat karna akan mengantar adik-adik nya ke pesta temannya . Meskipun enggan ia tak tega apalagi adik-adik nya perempuan ia takut terjadi sesuatu pada adik nya karna Habil adalah sosok yang sangat penyayang, ia selalu melindungi adik-adik nya semua alat-alat elektronik seperti handphone, laptop , dan kendaraan kepunyaan adik nya pun tak luput dari GPS agar ia dapat memantau pergerkan mereka.

__ADS_1


__ADS_2