
…………………
**Sesampainya di dalam apartemen Mila dan yang lainnya membenahi barang-barang Mila yang tak terlalu banyak, Mila terpesona dengam kamar yang di sediakan sang bunda.
Setelah mereka pergi Mila pun bersiap mengintrogasi sang bunda , ia harus mendapat jawaban seddetail-detail nya selama 2 minggu ini di buat nya penasaran.
Mila dan Leo menanti sang bunda di ruang tv, setelah bu Laila datang duduk di samping mereka saling pandang seolah berbicara melalui hati.
Mila menarik nafas panjang………………
"bun…………
belum selesai Mila bicara sudah di potong dengan bu Laila
"bunda akan jelaskan ,, Mila kamu sudah 5 tahun di perantauan kamu merantau dari usia 20 tahun bukan, tentu kamu mengenal perusahaan raksasa di sini 'SUBROTO GROUP' pasti kamu pernah melihat tugu besar di pinggir jalan itu kan ?" ucap bu Lila menerawang ke masa lalu
"iya bun Mila tahu perusahaan itu" jawab Mila
"iti perusahaan papi bunda , maaf bunda baru memberitahu kalian sekarang, ayah dan bunda sepakat untuk meninggalkan semua kemewahan yang kami punya , sedangkan ayah kalian juga seorang pengusaha , tapi ayah kalian juga memiliki masalah di dalam keluarganya , paman dari ayah kalian ingin menguasai perusahaan asing itu sehingga terjadi permusuhan antar keluarga , entah kenapa ayah kalian juga tak mau bercerita sampai ke akar nya sama bunda , tapi yang jelas ayah punya alasan tersendiri dia tidak mau hidup mewah tapi bermusuhan dengan keluarga nya………
bu Laila menjeda kalimat nya sungguh menceritakan masa lalu yang rumit,
jadi kami memalsukan nama kami dan memulai kehidupan baru, nama ayah kalian yang asli bukan Andi Sanjaya tapi…… Diego Sanjaya sedangkan nama bunda Laila Juwita Subroto , nama belakang kami adalah nama kebesaran dari keluarga setelah kami pindah kami mengubah nama kami,,, tapi beberapa tahun lalu sebelum ayah kalian meninggal ia pernah berkata bahwa anak buahnya selalu mengawasi kita , ayah kalian juga punya kubu sendiri yang sampai saat ini masih setia, tapi setelah ayah kalian meninggal bunda sudah tak tahu lagi" ucap bu Laila panjang lebar
"jadi bunda masih punya keluarga" tanya Leo
__ADS_1
"yah,,, papi dan mami masih ada dan keluarga bunda masih utuh , bunda dapat info kemarin dari sahabat bunda, kalian punya paman laki-laki kembar Elran Subroto dan Edgar Subroto"
Mila hanya tercengang mendengar penuturan sang bunda bagaikan bom waktu tapi ia senang setidaknya sang bunda dan ayah tidak sebatang kara.
"Leo kamu harus lanjut kuliah disini" ucap bu Laila
"tapi bunda……
"kamu tidak usah khawatir bunda ada uang untuk biaya nya , maaf kan ayah dan bunda yang terlalu egois sehingga kalian tumbuh dengan keras dan Mila………
maafkan bunda yang tak bisa memberikan pendidikan untukmu nak" ucap bu Laila sendu melihat anak sulung nya
"bunda tak apa , maaf selama ini Mila menyembunyikan sesuatu, tapi Mila kuliah diam-diam bunda ,,, Mila sudah selesai 2 tahun lalu Mila selesai kurang dari 4 tahun bunda maaf………
bu Laila terkejut mendengar penuturan anak sulung nya sekeras apa dia hidup di perantauan
"tak apa bunda , jangan menangis Mila bangga kok punya ayah dan bunda Mila memang memyembunyikan ini bunda , Mila tak bisa membendung jiwa Mila , Mila selalu ingin belajar bunda" balas Mila
bu Laila mendongak menatap sang anak , 'tenyata ia haus pelajaran , sama denganku' gumam nya dalam hati
"sekarang Leo bagaimana , ini bunda juga beli sesuatu buat kalian," ucap bunda menyerahkan 2 paper bag
"apa ini bunda??" tanya Mila dan Leo bersamaan
"buka saja"
__ADS_1
"wahhh,,, bunda ini ponsel kenapa beli yang ini bunda ini sangat mahal nanti uang bunda habis!!" seru Leo tak pernah bermimpi mempunyai ponsel dengan harga fantastis
"itu pantas untuk kalian, Leo itu untuk kuliah nanti pasti butuh ponsel yang canggih" ucap bu Laila
Mila hanya diam menatap ponsel itu sangat disayangkan padahal ponsel miliknya masih bagus
"ada apa La ??" ucap bu Laila melihat sang anak seperti berfikir
"ponsel Mila masih bagus bunda sayang uang nya" jawab Mila lembut
mendengar penuturan sang anak bu Laila sedih alangkah susah hidup anak sulung nya dahulu
"bunda tak memaksamu La kalau masih sayang bisa simpan untuk nanti hemm" ucap bi Laila lembut
"iya bunda"
"oh ya,, bu Maryam mengundang mu ke acara perusahaan Habil dia memintamu untuk menemani anak nya ,apa kamu bersedia Mila kalau tidak bunda mau telpon bu Maryam bahwa kamu tidak bisa??"
Mila berfikir alangkah tak enak nya jika menolak bu Maryam , mereka sudah sangat baik dan menganggap Mila seperti anaknya sendiri
"baiklah bunda nanti Mial datang tak enak jika Mila menolak mereka sudah sangat baik" ucap Mila tegas
bu Laila tersenyum ternyata sifatnya menurun banyak menirun ke Mila.
MAAF KALAU BANYAK TYPO🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
HANYA HOBBY MENULIS 😁😁😁😁**