
*****
**Di dalam kamar twins merebahkan badannya, mereka sangat asyik memainkan ponsel nya mereka bertukar cerita dengan grup chat sahabat-sahabat nya yang mereka temui tadi.
Mereka seakan lupa bahwa tadi baru saja di semprot oleh sang kakak. Mungkin ini lah yang dinamakan anak muda sangat mudah melupakan sesuatu yang dianggap penting oleh orang tua. Mereka asyik dengan masing-masing pesan sampai mereka penasaran dengan chat teman yang lain.
'minggu depan Devan akan mengadakan acara ultah juga loh , kita semua diundang malam minggu jam 8 di club XX'
'waowww gk main-main ya tongkrongan nya'
'iya seperti nya seru pasti datang sayang kan kalau gak hadir'
'wihhh diundang semua ikut donkkk rugi gak ikut'
Mereka bertukar pesan tapi tidak dengan twins mereka hanya menyimak membalas chat pun tidak , rasa penasaran kedua gadis polos ini pun meronta-ronta mereka berdua berfikir keras bagaimana bisa datang ke tempat itu , mereka tahu walaupun alasan nya ulang tahun temannya pun tak mungkin abang nya memberi izin mengingat tempat yang di boking adalah club malam. Mereka saling pandang dan.......
"gimana Na"
"tak tahu Ni aku masih ingin hidup . tapi aku juga penasaran"
"sepertinya kita harus menyusun rencana"
"baiklah aku juga penasaran , lagian abang tak mungkin membunuh kita kan"
Mereka berdua saling tos dan tertawa , mereka tak memikirkan akibat yang akan di dapat kalau sampai rencana nya tak berjalan mulus.
******
Sementara di dalam kafe , terlihat seorang wanita cantikk sedang membersihkan sisa make up nya .Gerak gerik nya selalu di pantau seseorang di luar ruangan ,ketika suasana sepi masuklah seorang yang masih menggunakan kostum utuh dengan riasan yang masih menempel.
"enak ya dapat kostum baru , apa lebih nya kamu orang dari kampung pedalaman kok bisa bos mengistimewakan kamu" ketus Sinta yang tak suka perlakuan bos nya yang tak adil menurut nya.
Padahal Mila tak mendapatkan nya secara cuma-cuma , ia juga selalu bekerja keras mendapatkan itu semua tapi tanggapan teman seprofesi nya manganggap bahwa Mila menjual tubuh nya , mendengar itu Mila memutar bola mata nya malas ia sudah terbiasa dengan teman nya yang satu ini.
Tak mendapat respon dari Mila membuat Sinta geram dan semakin memancing Mila.
"woiiiii selain dari kampung ternyata kau juga tuli hahh,!!!"
__ADS_1
geram Sinta yang tak mendapat kan jawaban.
Mila mendongak menatap lembut Sinta.
"Sudah?" ucap Mila seraya berdiri mengimbangi Sinta
"kalau sudah saya permisi Sinta perkara apa yang kau tanyakan , silahkan tanyakan saja pada bos kita semua" sambung Mila tegas.
Sinta pun tak menjawab ia sangat geram dengan jawaban Mila, tak lama pak bos pun datang memanggil Mila untuk ikut keruangan nya dan di angguki oleh Mila.
Mila pun meninggalkan Sinta yang masih mematung,, mendengar panggilan untuk Mila semakin membuat Sinta murka dan rasa iri dengki nya pun menyeruak bak tanaman yang di pupuk.
tok,,,tok,,,
"masuk"
"ada apa pak boss" tanya Mila santai karna sudah lama bekerja dan Mila pun salut dengan bos nya yang selalu sopan kepada semua karyawan nya termasuk Mila.
Bos nya pun bukan seorang lajang bos nya sudah menikah dan sangat setia pada istri nya Mila pun sangat akrab dengan istri bos nya itu karna bos perempuan nya itu lah ia bisa bekerja disini sampai sekarang ini, bos perempuan nya itu bernama Retno dan bos pria nya bernama Jovan .
"sudah malam bang capekk"
"ya sudah nihhh" Jovan menyerah kan amplop yang cukup tebal .
"ini tip untuk mu"
Mila menerima dengan senang hati dan mengintip isi amplop itu , batapa terkejut nya Mila melihat isi amplop coklat tersebut mulut nya menganga tak percaya.
"mulut mu La banyak lalat yang daftar, apa kau tak suka dengan amplop itu" goda Jovan pada Mila
"husss pak bos ini sembarangan hanya saja aku terkejut melihat nya sudah lama aku tak menerima tip seperti ini"
"jangan panggil gitu lah aku kan sudah bilang La , anggap lah aku abang mu" sungut Jovan kesal karna Mila terlalu formal.
Jovan memang menganggap Mila seperti adik nya , sebab Mila pernah menolong istri nya saat pingsan diparkiran kafe, itulah awal pertemuan Mila dan Retno. Pada waktu itu Mila masih menjadi kasir toko dengan gaji murah sampai akhirnya bekerja sebagai pelayan di kafe Jovan.
Saat mengetahui Mila memiliki suara yang merdu Jovan dan Retno memindah kan tugas pada Mila sampai sekarang.
__ADS_1
"baiklah bang terima kasih , abang memang amanah"
"heyyy La aku tak miskin apa maksud mu" sungut Jovan seolah-olah tersinggung.
"bagi lah pada abang mu ini pelit sekali" goda Jovan pada Mila
"kau sudah kaya bang uang ku ini tak seberapa ,, mengapa kau jadi serakah bang" jawab Mila santai
"baiklah, baiklah kau memang pelit soal uang, pulang lah sudah larut"
Jovan melirik jam tangannya sudah menunjukkan 11.20. Mila pun beranjak dan meninggal kan ruangan bos nya itu Mila biasa pulang jam segini nama nya juga penyanyi malam. Kafe pun mulai tutup karna bos nya bukan tipe orang yang suka memanfaat kan karyawan , apalagi para penyanyi nya .
Padahal banyak tawaran untuk menjual minuman alkohol dan memperdagangkan wanita. Tapi ia menolak kerjasama itu kafe yang sekarang saja ramai tak perlu dengan ada nya bunga malam. Jovan juga melindungi karyawan nya terutama para penyanyi karna para penyanyi lah yang rentan mendapat kan pelecehan.
********
Sementara seorang pria masih berkutat dengan laptop nya , rencana besok ia akan menemui ayah nya ia akan melakukan protes karna kerjaan ayah nya yang sengaja di tumpuk.
"huuhhhh beres juga , apa sudah boleh aku istirahat" Habil berdialog sendiri seolah menghibur kesepian nya.
Habil pun bersih-bersih lalu mengganti baju nya padahal masih bersih, tapi ini adalah kebiasaan nya yang tak mungkin ia tinggalkan. Kamar yang bersih dan harum tak ada debu yang menempel karna Habil orang yang amat sangat pembersih.
Akhirnya ia merebahkan tubuh nya di atas king size miliknya pandangannya menatap langit-langit kamar nya seolah sedang berfikir.
"mengapa aku bertemu lagi dengan nya" gumam Habil tak lama ia pun menutup mata nya memulai mimpi yang semoga indah.
**
Sementara Mila yang baru selesai bersih-bersih langsung merebahkan tubuh nya, hati nya yang bahagia karna mendapatkan tip membuat ia ingin segera pulang ia sangat rindu dengan ibu dan adik nya yang tampan itu.
"hah,,,, aku akan meminta cuti pada bang Jo saja , dari pada aku bermimpi buruk karna menahan rindu , lagian aku cuti tak oernah lama paling lima hari ,, kalau cuti kelamaan aku juga yang rugi kan ,,,aku kan mata duitan hehehe" gumam Mila tertawa sendiri mengingat sifat nya yang mata duitan.
Tak perlu lama mata indah itu pun menutup sempurna mulai, mengarungi mimpi indah nya badan yang lelah membuat Mila cepat tertidur ia selalu berdoa agar besok selalu beruntung semoga saja.......
Mila rasa uang nya sudah cukup untuk membelikan adik nya sepeda motor. Ia akan memberikan surprise kepada adiknya tercinta itu ia tak sabar seolah ingin menghilang malam ini juga** ,,,,,,,,,,,,
*************************** ****************
__ADS_1