Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 52


__ADS_3

………


**Mila bermalam di apartmen Hera walaupun sudah ada saudaranya Mila tak tega meninggalkan Hera yang sedang tidak baik-baik saja.


Sedangkan Lau tidur di sofa satu yang ada di kamar gadis itu, Mila tidur bersama Hera diam-diam Lau memandangi wajah teduh yang sedang tertidur itu sampai mata itu terpejam dengan sendirinya.


Pagi itu Mila bangun lebih awal, ia memasak sup untuk Hera karna ia akan pulang.


Mula berkutat dengan cekatan tak ada kecanggungan dalam memggunakan alat dapur itu, Mila sangat paham tentang dapur hingga makanan itu tersaji.


Hera menyusul dengan wajah yang masih pucat, berbeda dengan Lau yang masih setia dengan mimpinya.


"kau sudah lebih baik?" tanya Mila melihat Hera yang menghampirinya


"hem,, terima kasih sudag merawatku"


"makanlah, aku akan pulang bunda sudah menelpon ku"


Mereka makan dengan tenang sampai suara serak itu menyapa mereka


"kalian tak menungguku jahat sekali" ucap Lau yang baru bangun


"salahmu, pengusaha macam apa bangun sesiang ini" ketus Hera Mila hanya menyimak ia tak mau terlalu akrab dengan pria yang baru dikenalnya


Lau memperhatikan Mila yang diam saja menambah ketertarikannya


Saat sedang asik dengan sarapan nya ponsel Mila berbunyi terpampang jelas nama Habil disana


"halo……

__ADS_1


"kirim alamat aku akan menjemputmu" ucao Habil


"aku pulang sendiri saja mas, aku sudah pesan taksi"


"aku sudah di jalan kirim saja alamat nya ini perintah!!" tegas Habil yang tak mau di bantah


"baiklah" ucap Mila pasrah ia tak mau membuang energi masih pagi-pagi begini


Mila membersihkan perlatan kotor itu, ia tak mau meninggalkan peralatan kotor itu begitu saja terlebih lagi Hera masih belum stabil.


Setelah selesai Mila pamit dengan Hera karna Habil memberitahu bahwa ia sudah ada di parkiran.


"aku pulang dulu jangam lupa minum obatmu hem" ucap Mila lembut


"terima kasih kau memang terbaik" balas Hera


"em,, maaf bang tapi saya sudah di jemput" ucap Mila hati-hati takut menyinggung


"baiklah" jawab Lau


Mila pun meninggalkan ruangan itu memantik penasaran Lau siapa yang menjemput. Tak mau mati penasaran ia pun keluar dengan alasan ingin ke minimarket


Habil menunggu di parkiran ia berdiri di depan mobilnya yang menopang tubuhnya dengan tangan yang menyilang di dada tegapnya, kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya menambah kesan cool nya.


Mila yang melihat seketika terpana akan visual di hadapannya, entah apa lagi rencana mereka Mila tak tahu hingga Habil mau menjemputnya Mila mendekati Habil yang sedang menatap ponselnya.


"maaf mas apa sudah lama?" ucap Mila berdiri di hadapan Habil


Habil menlirik dan menurunkan kacamata nya ke bawah hidung sedikit menambah kadar ketampanannya.

__ADS_1


"belum, masuklah" jawab Habil membukakan pintu mobilnya memang mereka sudah tidak secanggung dulu, Habil juga tidak sedingin waktu pertama mereka bertemu


tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat interaksi keduanya


"ternyata cecunguk itu, pupus sudah harapan" gumam Lau langsung memasuki lift ia lupa alasannya tadi ingin ke minimarket.


"loh bang, mana kata nya ada yang mau di beli" ucap Hera heran mengapa tak ada satu barang pun yang di bawa saudaranya itu


"tidak jadi" balas Lau singkat


**


Sementara di dalam mobil itu, Habil membuka percakapan ia mengajak Mila ke pesta perusahaan Dewanto group.


"mamah mengundangmu ke pesta perusahaan papah" ucap Habil


"ha,,


"mamah ingin kau hadir di pesta minggu depan" ucap Habil mengulangi


"emm,, baiklah aku akan datang"


"aku akan menjemputmu" pungkas Habil


Mila hanya diam ia berpikir mengapa selalu membawanya ke pesta perusahaan, Mila bukan anak kecil lagi ia paham maksud semua ini**…………


*


*

__ADS_1


__ADS_2