
**πΉπΉπΉπΉ
Satu minggu setelah pernikahan berlalu, Habil dan Mila sudah menempati kediaman barunya. Dan selama itu pula Mila masih belum tersentuh oleh Habil alias masih PW. Mila yang usianya sudah matang tidak bodoh dengan hal berbau percintaan, tapi entah alasan apa Mila pun tak tahu Habil masih enggan menyentuhnya. Naluri sebagai mantan penyanyi malam pun terkadang merasuki pikirannya, apakah Habil merasa Mila tak pantas? mengingat Mila mantan penyanyi malam.
Akan tetapi Mila tersadar sikap Habil yang begitu manis dan perhatian kala mereka bersama, seperti bunga mawar yang bermekaran di taman yang sengaja Habil buat begitulah Mila. Raga dan jiwanya sudah terikat tetapi mahkotanya utuh dan tak tersentuh, sebagai wanita normal tentu Mila penasaran akan malam pertama. Kesibukan Habil yang membuat Mila berpikir positiv.
"mungkin suamiku lelah" gumam Mila yang masih duduk santai di kursi taman belakang, tempat inilah yang selalu Mila kunjungi dikala kerisauan merasukinya.
Sedang asik memandangi bunga-bunga, terdengar suara ponsel berdering terpampang nama Retno disana, Mila tersenyum dan mengangkat panggilan itu**.
"***halo mbak" ucap Mila
"hei pengantin baru, rupanya kau melupakan kami!" seru Retno mantan bosnya
"tidak begitu" balas Mila lembut
"kau ini tahu rasanya enak sehingga tak pernah mengabari kami ha!"
"Mila tak memperhatikan ponsel mbak" ucap Mila
"kita ketemuan apa bisa? di kafee cofee bagaimana?" tanya Retno yabg sebenarnya merindukan Mila
"baiklah, tapi aku tanya dulu suamiku mbak ya" ucap Mila
__ADS_1
"baiklah mbak tunggu daaa!" pungkas Retno***.
**Mila segera memberitahukan Habil, Mila juga bosan dirumah terus. Tak lama mendapat balasan dari sang suami yabg memberikan izin dengan banyak petuah, Habil hanya mengirim vioce karna ia sibuk.
Mila tersenyum kala mendengar rentetan perkataan Habil yang berisi perhatian yang berlebihan menurut Mila. Mila pun segera mengganti pakaian dan tak lupa dia juga memakai sopir karna Habil tak memberi izin dirinya pergi sendiri.
Mila yang sampai lebih dulu di kafe langsung memesan minum karna ia juga rindu akan minuman di kafe ini, kafe ini adalah tempatnya dan Retno kala mantan bosnya itu ingin curhat.
15 menit menunggu akhirnya Retno datang sendirian.
"maaf mbak lama ya" ucap Retno yang merasa bersalah
"tidak kok mbak, Mila juga baru duduk" balas Mila, Retno mulai memesan makanan dan minuman favorit mereka berdua. Seperti saudara kandung itulah mereka, terkadang curhatan Retno masalah rumah tangga yang tak Mila mengerti membuatnya hanya tersenyum.
"apanya?" bukan menjawab Mila malah bertanya kembali
"kau ini seperti anak perawan saja" ucap Retno gemas
"memang masih perawan" ucap Mila keceplosan ia tak tahu bahwa jawabannya itu mengundang tanya lawan bicaranya
"apa!!!!" tanya Retno dengan mata membelalak, Mila sampai tersedak kopi yang ia minum karna suara keras Retno
"apaan sih mbak, uhuk,,uhukk" ucap Mila lalu mengelap mulutnya dengan tisu
__ADS_1
"kamu yang apaan ha,,, sudah satu minggu dan kamu masih perawan!!,, ya ampun apa yang kalian kerjakan selama seminggu ini dan bagaimana mau memiliki anak ohh God, mereka ini bodoh atau bagaimana ya Lord" ucap Retno panjang lebar.
"kecilkan suara mu mbak, mengganggu pengunjung lain" balas Mila setengah berbisik
"apa jangan-jangan benar gosip yang beredar kalau suamimu itu gay La" ucap Retno yang sudah tak ada filter lagi
Mila membelalakan matanya akan pernyataan mantan bosnya itu.
"sembarangan suamiku itu normal mbak" ucap Mila tak terima
"normal dari mananya satu minggu sekamar dengan wanita seksi sepertimu dan dia tidak melakukan apa-apa" ketus Retno yang mulai berpikit negativ
"lelah mungkin mbak, suamiku selalu pulang malam apalagi sekarang banyak rekan bisnisnya dari eropa yang menjalin kerja sama" ucap Mila membela sang suami
"tak ada alasan seperti itu Mila selelah-lelahnya jika suasana pengantin baru pasti itu masih sangat hangat, bahkan mbak dulu sampai tidak bisa berjalan" ucap Retno tak habis pikir akan wanita yang sudah dianggap seperti adiknya sendiri
"komunikasi adalah kunci utama, kau harus menanyakan mengapa sampai sekarang suamimu belum menyentuh mu, hubungan ranjang adalah bumbu yang wajib dilaksanakan Mila, jangan sampai seperti ini terus tidak baik kau paham" sambung Retno panjang lebar tentu ia pengalaman soal ini
Mila hanya mengangguk tersenyum,
'apa tadi, menanyakan mendengarnya saja aku geli apalagi suruh menanyakan, biarlah seperti ini dulu' batin Mila
πΉπΉπΉπΉπΉ**
__ADS_1