
**ππππππ
Pagi ini, Mila dan Habil bersiap akan urusan masing-masing. Mila mengenakan gaun pendek selutut berwarna peach dan syal berwarna hitam, tak lupa sepatu favoritnya boot hitam yang melekat di kaki indahnya.
Mereka berada di lobi hotel siap berangkat beserta tim Habil dari perusahaan, mereka harus menyelesaikan urusan ini satu minggu kedepan. Di antara mereka hanya Habil yang membawa istrinya sedangkan istri mereka hanya ikut mengantat sampai loby saja. Ketika merekaelihat Mila dengan lantang Delina dan Fika memanggil nama Mila tanpa embel-embel didepannta, membuat para suami mereka terperangah. Bagaimana mungkin dengan lancang mereka mamnggil nyonya bos mereka dengan menyebut nama saja.
"Delina jaga sikapmu!!" tekan sang suami yang diketahui bernama Arif itu. Mendapat suara sang suami yang ketus begitu membuat Delina dan Fika sadar diri, Fika pun menunduk karna suaminya turut memelototinya.
Melihat kejadian itu, Habil dan Mila pun mendekat menyapa mereka. Habil sudah tidak heran, mereka pasti menyebut seperti itu atas kehendak istri tercintanya.
"maafkan istri saya pak" ucap Andi suami dari Fika seraya menunduk kentara rasa bersalah di wajahnya, begitupun dengan Arif.
"saya yang memintanya, jangan marahi mereka. Istri kalian tak akan berani tanpa persetujuan dari saya sendiri" ucap Mila, ia sempat mendengar bentakan dari suami Delina tadi.
"tapi itu tidak sopan bu" ucap Arif menunduk
"tak apa, saya yang meminta mereka jadi jangan salahkan mereka. Sudahlah jangan di perpanjang" pungkas Mila, ia kasihan melihat teman barunya seperti mau menangis.
"mari berangkat, ini pasti memakan waktu lama" ucap Habil.
Habil menggenggam jemari sang istri, mereka sempat heran mengapa ibu bos itu ikut serta. Tapi mau bertanya pun mereka sungkan, pikir mereka bos mah bebas. Mereka sudah beruntung karna dinperbolehkan membawa istri mereka, sedangkan si jomlo ia hanya asik dengan berkas-berkas dan mencatat apa yang Habil lontarkan sebagai bahan pertemuan nanti.
"sayang, nanti pulangnya mas jemput ya. Kira-kira lama tidak?" tanya Habil padahal mereka hanya beda gedung saja.
"tergantung mas, tapi melihat istana semegah ini pasti peralatan dan bahan sudah ada. Mungkin tidak lama Mila hanya butuh waktu 6 jam saja" balas Mila
__ADS_1
"baiklah, kabari mas jika sudah oke" pungkas Habil tal lupa ia mengecup kening istrinya, Habil berbelok melangkah bersama tim mereka, sedangkan Mila sudah di jemput pengawal utusan Queen.
"mari nona" ucap pengawal berambut pirang itu pada Mila. Pengawal wanita itu melangkah berasama Mila yang sudah ditunggu Queen Elisabeth
****
Setelah sampai dinpintu yang menjulang tinggi, mereka membuka dan tampaklah wanita anggun yang sedang meminum entah apa yang ia minum dalam cangkir mungil itu.
"selamat pagi Queen" ucap Mila membungkuk sopan
"selamat pagi juga, jangan sungkan kemarilah kita minum teh dulu" ucap sang Ratu
Mila turut duduk di samping Ratu yang sejak tadi memandangnya penuh binar. Bagaimana tidak kentara dimata samg ratu sangat menunggu Mila. Mila tidak tahu saja dari semalam ratu itu terus uring-uringan dengan suaminya karna tak sabar. Tak berselang lama keluarlah king Charles dengan pakaian formalnya mendekati istrinya.
"baiklah honey, yang ditunggu sudah datang bisakah aku pergi sekarang? Dan jangan memanggilku untuk waktu yang lama" ucap king Charles, terlihat raur wajah gusar sang raja entah karna apa Mila tidak tahu
"semoga berhasil menuruti keinginan istriku, aku sudah jadi korban amukannya dari semalam" ucap king Charles lirih. Mila menoleh dan tersenyum mendengar kalimat yang di lontarkan raja itu. Inginenyembur tertawa tapi ia tahan, bagaimana mungkin ia menertawakan raja.
Setelah selesai minum, Mila langsung beranjak dengam Queen itu menuju ruangan khusus. Ketika pintu terbuka, Mila terperangah melihat peralatan peracik parfum lengkap, dengan lab uji coba juga. Kalau begini ia akan menyelesaikan dalam waktu 2 sampai 3 jam.
"jadi ingin harum apa Queen?" tanya Mila setelah ia menelusuri berbagai alat.
"aku mau harum bunga lily dari perancis" ucap Queen dengan santainya. Mila terperangah mendengar ucapan Queen itu.
"lalu kita menuka dimana Queen?" tanya Mila lagi, ia pah harga bunga itu mahal. Bukam tidak bisa Habil membelikannya hanya saja ia sebagai wanita yang mementingkan kebutuhan daripada keinginan tentu menolak. Terlebih lagi kecintaannya pada bunga mawar sudah mendarah daging.
__ADS_1
"tenang saja butuh berapapun ada" ucap Queen
"untuk sampel hanya butuh 10 buah bunga Queen" ucap Mila
"baiklah, lalu datanglah pengawal istana itu membawa apa yang diinginkan Ratunya.
Setelah menyerahkan kepada Mila, ia mulai bertanya apa kemauan Ratu tersebut. Mendengar penuturan Raja tadi Mila dapat menyimpulkan bahwa sang Ratu ini sangat perfectsionis. Setelah bertanya-tanya Mila mulai mengerjakan pekerjaannya, ia dengan serius menimbang dan menakar semuanya agar mendapat harum yang diinginkan Ratu cerewet tersebut.
Setelah mendapat sampel, ia menyerahkan setetes cairan biang bunga lily tersebut. Queen Elisabeth tampak serius mengendus aromanya, sesekali ia memejamkan matanya meresapi aroma tersebut.
"nah,,, ini yang aku mau bagaimana kau bisa membuat yang seperti ini, sedangkan ahli parfum ku saja tidak sesempurna ini" ucap Queen riang.
"mungkin penciuman kita cocok Queen" ucap Mila terkekeh mendengarnya, ia terbiasa dengan sikap Queen yang menurutnya sedikit bar-bar tersebut, ia sempat berpikir bagaimana ia bisa menjadi ratu dengan sikap seperti itu.
Setelah menemukan formulanya, Mila mulai meracik atas permintaan sang Ratu agar sedikit kuat untuk aromanya.
Mila dengn serius meracik dan menakar agar sesuai kehendak Queen tersebut. Ia sempat berpikir harum sampel tadi saja menguar dan susah hilang, ini dia di perintahkan agar membuat aroma lebih kuat lagi. Setelah selesai Mila menulis formula tersebut dan menyerahkan kepada Ratu itu agar ia dapat membuatnya lagi walaupun Mila sudah pulang.
"ini formulanya Queen" ucap Mila
"terima kasih, kau sangat mengerti apa yang kuinginkan. Tapi aku juga mau kau meracikkan lotion dan perlengkapan lainnya. Kau akan mendapatkan hadiah setelah ini" ucap Queen
"baiklah Queem besok kita bertemu lagi, jangan repot-repot Queen saya tidak mengharapkan apapun terima kasih"
"jangan begitu, setelah selesai kita akan memilh hadiah apa yang kau inginkan" ucap Queen antusias.
__ADS_1
Akhirnya Mila di ajak berkeliling sekitar istana, sambil menunggu suaminya ia berbincang dengan Queen dengan hangat. Tak ia sangka sikap sang Ratu sangat humble dan todak sombong. Pikirnya waktu itu Queen Elisabeth tidak mau menyapa ternyata ia sangat ramah dan asik. Jelas asik katna Mila menguasai bahasa asing, coba saja kalau tidak mungkin ia seperti orang bodoh.
πππππππ**