
*****
Setelah sampai di dalam kamar , pak Sultan menuntun istri nya agar duduk.
Dilihatnya sang istri masih shock memikirkan mimpi nya.
Pak Sultan juga memberikan minum agar lebih rilex.
"kenapa mah ? mamah mimpi apa sampai kaget begini?" tanya pak Sultan
"mama mimpi Laila pah" jawab bu Maryam dengan air mata yang sudah berlinang.
"mamah hanya mimpi jangan difikirkan" ucap pak Sultan menenangkan.
"mengapa sampai saat ini Laila tak ada kabar pag? bagaimana keadaan nya?" sambung bu Maryam
"berdoa lah ma, mungkin mamah hanya merindukannya" ucap pak Sultan
Bu Maryam hanya menangis.
Ia masih membayangkan sahabat nya itu , fikiran nya terus bertanya mengapa Laila tak pernah pulang, sedangkan sudah puluhan tahun , apa sebenci itu dia dengan keluarga nya hingga tak mau pulang lagi ke tanah kelahirannya.
Bu Maryam masih bergelut dengan fikirannya.
Ia pernah menanyakan tentang Laila dengan keluarga nya , tapi hasil nya nihil.
Keluarga Laila pun sudah mencari-cari , tapi tak membuahkan hasil.
Orang-orang handal sudah dikerahkan untuk mencari Laila tapi tetap tak ada hasilnya.
Laila pergi meninggalkan semua nya , keluarga ,harta,dan sahabat nya.
Kepergian Laila memang sudah di niati nya.
Sehingga tak ada yang berhasil mengendus keberadaan nya.
*****
Sore itu dikediaman pak Sultan sudah lengkap dengan keluarga nya.
Mereka menunggu pekerja menyiapkan makanan di meja makan.
Habil dan twins sudah berada di ruang makan itu.
Habil melihat wajah pucat ibu nya pun bertanya-tanya , karna pagi tadi masih sehat.
"mamah kenapa mah??" ucap Habil khawatir
"mamah tak apa , memang mengapa hemm??" jawab bu Maryam kembali bertanya.
"mamah pucat sekali , kita kerumah sakit ya mah" ajak Habil
__ADS_1
"mamah hanya lelah itu saja tak perlu kerumah sakit" jawab bu Maryam santai
Habil yang merasa khawatir pun berusaha membujuk sang ibu agar mau di ajak ke rumah sakit.
"ayolah mah , jangan begitu nanti tambah parah, memangnya mamah habis ngapain kok sampai kelelahan??" tanya Habil
"mamah lelah menunggu kamu yang tak menikah" jawab Maryam santai
Habil yang mendengar pun langsung bungkam tak sanggup membahas masalah ini dengan sang ibu.
"ingat Bil usia mu sudah hampir 35 tahun loh, jangan mentang-mentang kamu punya baby face lalu bersantai tak mau berusaha mencari pendamping" ucap sang ibu mengingat kan sang anak.
"belum dikasih mah , jangan di bahas lagi" ucap Habil singkat.
Mereka semua berdiam setelah makanan sudah siap. Habil tidak memakan nasi jika sudah sore begini, ia hanya makan nasi pagi hari saja.
********
Di tempat lain , seorang gadis yang sedang melantunkan lagu sendu menghipnotis pengunjung kafe dengan penampilan nya.
Badan nya langsing berisi tak lupa wajah yang ayu , dengan hidung lancip dan mata yang lentik.
Suara itu menggema di seluruh ruangan , tapi walaupun pengamanan ketat tetap saja ada orang iseng dan penasaran.
"terima kasih" ucap Mila lembut dengan mengakhiri lagu yang ia lantunkan.
Mila turun dari atas panggung yang sudah berganti penyanyi dengan penyanyi lain.
Mila mendapat senyuman penuh arti dari seorang pria yang sudah sedikit tua.
"suara anda sangat bagus nona" ucap pria itu pada Mila
Mila hanya tersenyum dan mengangguk, lalu pria itu berkata kembali.
"apa ada waktu aku akan mengajakmu makan malam di luar" ucap nya lagi.
Mila hanya mengepalkan tangan nya merasa geram dengan pria hidung belang di depan nya itu.
"maaf tuan , saya tidak bisa saya disini hanya bekerja jadi tolong hilangkanlah fikiran kotor anda tentang saya" jawab Mila lugas.
Mila tahu apa arti ajakan pria ini dan Mila tidak bodoh , dia gadis dewasa dan tahu mana yang baik dan buruk.
Mendapat penolakan dari Mila pria itu pun pergi dengan raut wajah kecewa dan malu , dia mempunyai segala nya tak ada yang menolak nya karna ia banyak uang, tapi kali ini ia di tolak mentah-mentah dengan seorang penyanyi malam.
Mila melanjutkan pekerjaan nya hingga larut malam. Hingga waktu menunjukkan pukul 10.00 Mila sudah selesai dengan tugas nya.
Mila bersiap untuk pulang , ia sudah menghayalkan kasur dan selimut yang akan menemani rasa lelah nya.
Mila mengendarai sepeda motor nya dengan hati-hati. Sesampainya di rumah Mila membersihkan tubuh nya , ia mengganti baju nya lebih santai dan langsung merebahkan tubuh nya.
Mila melihat ponsel nya terlihat panggilan tak terjawab dari sang ibu sore tadi.
__ADS_1
Mila pun bertanya-tanya ada apa sang ibu menelfon nya sampai berkali-kali, tapi melihat jam sudah larut , ia urungkan untuk menelfon balik sang ibu.
"semoga tidak ada apa-apa" gumam Mila lalu memejamkan mata nya.
*****
Waktu yang di tunggu twins pun tiba , mereka tak sabar menunggu waktu malam nanti.
Entah mengapa twins sangat menyayangi Mila padahal Mila termasuk orang baru.
"Na hubungi abang , jangan lupa malam ini ia harus menjemput kak Mila" ucap Hani sambil mengunyah cemilan nya.
"iya Ni , kamu juga ngapain nyuruh aku kamu kan nganggur juga" jawab Hana
"kau tak lihat aku sedang makan" balas Hani
"huhh,," ucap Hana mendengus mendengar ucapan saudara nya itu
…
Sementara itu Mila yang mengosongkan jadwal manggung nya , ia sebenarnya canggung aka tetapi ia tak enak menolak ajakan keluarga Habil yang sudah sangat baik menurut nya.
"bagaimana ini, apa benar dia mau menjemputku "gumam Mila
"orang nya saja kaku begitu , apa ada wanita yang mau sama dia ya????" Mila terhanyut dalam fikirannya.
Mila memilih baju apa yang akan ia kenakan. Akhirnya ia memilih dres selutut dengan lengan panjang dan kerah yang tinggi.
***
Malam pun tiba , Habil yang seharian mendapat teror dari twins dan sang ibu pun pulang lebih cepat dari biasa nya.
Setelah sampai di kediaman Habil bergegas mandi dan mengganti pakaian yang lebih santai.
Habil mengenakan kaos oblong , celana jeans hitam tak lupa dengan jaket levis nya.
"abang tumben pake jaket mau kemana?" tanya twins tanpa dosa
"kalian masih bertanya setelah seharian meneror abang." jawab Habil datar
Twins hanya menggaruk kepala yang tak gatal karna memang seharian ini mereka seperti tak ada kerjaan. Mereka menghubungi Habil terus menerus agar tak lupa menjput Mila malam ini.
Twins juga sudah menghubungi Mila dari sore tadi agar bersiap , karna abang nya pasti menjemput nya.
Twins mengekori sang kakak yang melangkah keluar rumah. Tapi mereka terkejut karna sang kakak tidak memakai mobil melainkan motor yang sudah lama tak di pakainya.
"abang kenapa pakai motor bang?" tanya Hana
"kenapa ,, kalian tak lihat jam berapa ini , ini sangat macet!" seru Habil mulai jengah dengan pertanyaan sang adik.
Motor yang sudah lama tak di pakainya tetapi masih terawat karna memang ada yang merawat motor kesayangan nya itu.
__ADS_1
*******
bersambung………………