
**πΉππΉππΉππΉππΉ
Setelah pamit untuk kembali ke hotel Habil dan Mila mulai berdiskusi tentang apa yang akan mereka jalankan dahulu. Sang Raja ingin cepat selesai sedangkan samg Ratu tak mau kalah dan terkesan mendahului suaminya.
"jadi mas tadi di minta melakukan apa?" tanya Mila
"King meminta tumler minum dengan keamanan ketat" ucap Habil yang mengelus kepala Mila, sekarang ini mereka berada di balkon kamar hotel tersebut
"untuk apa mas?" tanya Mila bingung
"kamu pasti tak percaya, untul istri dan kedua anaknya" ucap Habil mampu membuat Mila tertawa pecah, tak ia sangka di balik wibawa King Charles ternyata ia seorang daddy yang sangat penyayang
"kenapa tertawa, tadi mas sempat tidak mau karna ia mau menempel merk kerajaan. Tapi dengan tegas mas menolaknya"
"lantas bagaimana tanggapannya?" tanya Mila mulai serius, 'merk' yang benar saja suaminya saja memutar otaknya 360 derajat untuk meluncurkan produk itu di tengah persaingan pasar international.
__ADS_1
"dia hanya ingin menempel lambang kerajaan saja tanpa mengganggu merk keluaran dari HL group, tentu mas izinkan. Berhubung produknya belum launching, ini akan menjadi suatu keuntungan jika orang pertama yang mengenakan ialah pembesar negara seperti king Charles" jelas Habil
"berarti bisa dipastikan produk ini akan booming mas"
"ya, dan akan menjadi persaingan ketat karna mas mampu menggait kerajaan ini, hanya saja King Charles meminta warna limited edition yang tal akan mas keluarkan lagi jika sudah launching" ucap Habil
"mas yang pilih warna, apa mereka?" tanya Mila
"tadi mas serahkan kepada mereka, tapi King malah memasrahkan kepada mas semua. Jadi mas harus pikirkan warna langka yang mungkin akan mas oplos supaya tak bisa ditiru" jelas Habil
"tumbler ini menipu sayang. Tak akan ada yang menyangka kalau itu canggih dan aman di bawa anak-anak kemana-mana, namanya juga pembesar negara wajar mereka menghawatirkan anaknya, kita tidak tahu apa yang mereka hadapi bahkan peluang pengkhiatan sangat banyak sayang. Jadi tumbler ini sedikit mengecoh karna mas tadi juga bicara hanya empat mata dengan King Charles"
"mas, ini menurut ku loh ya. Masalah warna sama kan saja percuma mereka mau tumbler tapi warna limited itu lebih mencolok mas, harusnya mas bilang seperti itu, jadi orang yang melihat akan merasa biasa saja. Tapi jika tampilan saja sudah berbeda jelas itu akan menjadi tolak ukur mas" saran Mila pada Habil
"benar juga ya, mas tadi tidak kepikiran sayang. Nanti akan mas bahas lagi, terus kamu besok jadi ketemu Queen?" tanya Habil
__ADS_1
"ya mau bagaimana lagi, sebenarnya Mila malas mas. Mila pikir parfum Mila biasa saja ternyata banyak orang yang tertarik"
"parfum mu memang beda sayang, wajar mereka menyukainya" ucap Habil.
Mereka menatap langit malam hari yang tampak cerah, beruntung mereka datang sebelum musim dingin tiba. Jadi mereka tidak harus menghadapi cuaca ekstrem yang mungkin saja dapat berpengaruh terhadap tubuh mereka.
Habil menegak cappucino yang ia pesan, sedangkan Mila masih bersandar di bahu suaminya yang ia rasa sangat hangat dan nyaman. Walaupun tidak pada mus dingin tetapi cuaca disini berbeda dengan indonesia. Di london tetap terasa sejuk, Mila semakin mengeratkan pelukannya sampai ia terlelap di pelukan suaminya.
"aku mencintaimu sayang" bisik Habil lalu mengecup dan menggendong Mila masuk, Mila yang belum terlelap sepenuhnya pun tersenyum dan menjawab
"Mila tahu mas" ucapnya seraya mengeratkan pelukan di leher sang suami.
Habil hanya terkekeh mendengar jawaban sang istri.
πΉππΉππΉππΉππΉ**
__ADS_1