
………………
**Bu Maryam masih menangis di pelukan Mila, mereka hanya bisa bungkam entah apa yang membuat sang ibu histeris.
"antarkan mamah ke ruangan bundamu!!!" seru bu Maryam , Mila hanya mengangguk tak mengerti ,
mungkin hanya ingin tahu saja , itu lah fikiran Mila sekarang ini.
Mila pun menuntun bu Maryam yang enggan berpaling dari nya. Mila menuntun dan memeluk bu Maryam yang masih terus menangis.
Sampai di ruangan Mila terkejut melihat sang ibu sudah tidak berada di atas ranjang nya.
Mila memanggil sang ibu , tapi belum juga mendengar sahutan. Mila mulai cemas karna sang ibu belum begitu pulih , sampai akhirnya terbukalah pintu kamar mandi dan……………
"maafkan Mila bunda, Mila meninggalkan bunda begitu lama" ucap Mila
Tak menghiraukan omongan Mila , tatapan bu Maryam dan bu Laila pun terkunci lalu beralih ke pak Sultan yang juga menatap nya entah tatapan apa , tetapi dapat dilihat sinar kerinduan yang sangat besar.
"La,,,,Laila" ucap bu Maryam bergetar sambil menutup mulut nya tak percaya
sedangkan pak Sultan pun tak percaya apakah benar yang ia lihat didepan nya ini**
Melihat orang yang sudah belasan tahun tak dilihat nya , bu Laila hanya diam mematung.
__ADS_1
Ia tak percaya apa yang ia lihat saat ini , tiba-tiba tubuh nya seperti melayang dan …………
Bruk,,,,
bu Laila jatuh tak sadarkan diri karna fisik nya yang belum fit.
"bunda!!!!!" seru Mila melihat sang bunda yang terkapar tak sadarkan diri
Habil dengan sigap mengangkat tubuh lemah itu ke atas ranjang , dengan infus yang mengeluarkan darah.
Mila tak berhenti menangisembelai lembut sang ibu , sedangkan pak Sultan dwngam sigap memanggil dokter.
Twins juga menenangkan sang bunda , twins sedikit terkejut, ia kira ibu dari Mila sudah tua ternyata masih cantik.
"memang mamah kenal mah?" tanya Hani penasaran karna sang ibu sangat histeris
bu Maryam hanya mengangguk , ia masih tak menyangka sahabat yang selama ini ia cari akan bertemu kembali.
Selama ini bu Maryam memang selalu mencari tahu , tapi ia tak mendapatkan apa-apa sedangkan keluarga besar Laila pun hanya bungkam karna memang tak tahu kemana anak kebanggaan keluarga Subroto itu pergi setelah kejadian di malam itu.
Bu Laila adalah anak tertua dari keturunan Subroto , ia memiliki dua orang adik laki-laki.
Laila terpaksa meninggalkan keluarga nya karna tak kunjung mendapat restu.
__ADS_1
Ia lebih memilih laki-laki yang ia cintai dari pada keluarga nya, itulah yang membuat tuan besar Subroto gelap mata dan membuang Laila.
Karna ketulusan cinta ayah Mila, bu Laila siap di buang dan hidup sederhana sampai sang suami pergi mendahului nya.
……
setelah dokter memeriksa bu Laila tak ada tanda-tamda penyakitnya kambuh , bu Laila hanya mengalami shock saja.
Mila mengelus-elus pipi sang ibu sesekali ia menyeka air matanya.
"bunda maafkan Mila bunda" ucap Mila sendu
keluarga Dewanto pun menani Mila apalagi ibu dari Mila adalah sahabat yang sejak lama mereka cari.
Bu Laila mengerjapkan matanya , kelopak mata nya terbuka sempurna tatapan nya bertemu dengan bu Maryam.
Bu Maryam tak kuasa menahan tangis dan memeluk tubuh Laila yang lemah.
"kamu Laila kan , Laila sahabat ku kan , mengapa kamu jahat pada ku La , apa kamu tahu aku selalu memcari mu sampai detik ini , dan kamu menghilang bagai di telan bumi, kamu jahat La??!!" ucap bu Maryam senggugukan menangis di pelukan bu Laila
bu Laila pun menangis ia tak menyangka akan bertemu dengan sahabat nya sekarang , bermimimpi pun ia tak pernah tapi sekarang justru ia berada di hadapan salah satu orang tersayang nya.
Mila yang mendengar itupun tak habis fikir , betapa sempit dunia ini batinnya.
__ADS_1
………………