Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 74 ice cream 2


__ADS_3

**πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


Habil tersenyum melihat Mila seperti anak kecil yang tak memperdulikan sekitar dan asyuk membuka kotak ice cream yang agak sulit terbuka, tak lama ia menyerahkan pada Habil kembali.


"ini sulit mas" ucap Mila manja membuat Habil mengulum senyumnya, Habil mengambil alih itu tanpa menghiraukan Maria yang memandang mereka dengan tatapan marah


"ini sudah makanlah" ucap Habil lembut menatap Mila, dari tatapan itupun Marko tahu bahwa teman sekaligus bos nya itu menaruh hati pada Mila


"siapa dia" tanya Maria ketus


"calon istriku" jawab Habil singkat


"uhukk,, uhukk!!! Mila tersedak mendengar kalimat itu Habil mengahampiri Mila dan menepuk pelan pundaknya


"pelan-pelan tak akan ada yang merebutnya darimu" ucap Habil sedangkan Mila mendongak melihat Habil dengan mata yang mengeluarkan air karna ia tersedak tadi


Maria yang melihat itu langsung menyambar berkas dan keluar dengan amarah, begitupun Marko ia tak mau menjadi obat nyamuk walaupun ia butuh penjelasan dari Habil tapi ia tahan.


"mas tadi bicara apa jangan bercanda seperti itu, sepertinya gadia tadi ada hati dengan mas" ucap Mila


"mas nggak pernah bercanda dan yang kamu dengar tadi semuanya benar" tegas Habil

__ADS_1


Mila menoleh kesamping melihat mata Habil mencari kebohongan di manik hitam itu taoi sayang tak ia temukan.


"mas serius, kamu juga kan pernah berkata bahwa kamu sedang sendiri apa kamu mau mas nikahi?" tanya Habil sedangkan Mila masih dengan keterkejutannya


"mas tahu ini sangat cepat, tapi kita bukan remaja lagi dan mas pikir kamu juga sepemikiran dengan mas, tak oerlu di jawab sekarang mas paham" sambunga Habil


"mas, apa mas tahu dan sadar apa yang baru saja katakan?" tanya Mila yang tak habis pikir


"mas sadar dan sangat sadar, mas memang tertarik denganmu apa kamu meragukan mas?"


"bukan begitu mas, ini terlalu cepat" jawab Mila menunduk


"mas akan tunggu kamu, tapi mas paling tidak suka penolakan"


"dari kecil mas selalu berhasil dan mas tidak suka kegagalan"


"ya artinya Mila tak usah menjawab donk"


"berarti iya" ucap Habil menarik kesimpulan sendiri


"lah kan tidak terima penolakan"

__ADS_1


"yah, mas benci penolakan katakan mas egois dan itu benar jadi bagaimana?"


Mila menghela napas panjang rupanya susah berurusan dengan pengusaha muda di depannya ini.


"yah, mas boleh melamarku, Mila juga sudah dewasa dan tidak perlu seperti remaja, tapi apakah mas akan jatuh bangkrut jika melamarku nanti, jangan seperti ini hanya ada sekotak ice cream" ketus Mila


Habil terkekeh mendengar itu memang ia tak bisa untuk bersikap romantis, Mila pun tak bisa menyembunyikan perasaan senang nya Mila wanita normal mana mungkin ia bisa menolak pesona Habil, mereka memang cukup saling mengenal selama ini lewat ponsel mereka sering bertukar kabar dan cerita. Ternyata sebelum ibu Habil mendorong anaknya Habil sudah selangkah lebih maju ia pun sudah enggan melajang terus menerus.


"mas mau?" tawar Mila menyodorkan sesendok ice cream kepada Habil,


"mas kurang suka makanan manis" ucap Habil yang masih enggan berpaling dari visual cantik di sampingnya, sedangkan yang di pandangi tak memperdulikan semua itu ia masih asyik dengan makanannya itu.


"mas tapi aku penyanyi malam, dan nama itu pasti aku sandang seumur hidup" ucap Mila yang tersadar akan stigma masyarakat tentang pekerjaan nya itu


"mas nggak perduli" ucap Habil


"jangan ada penyesalan dan pengungkitan mas, Mila sudah terbuka dengan mas" ucap Mila menatap Habil serius Habil hanya mengangguk menatap bibir ranum Mila.


Entah sejak kapan pikiran Habil berubah mesum begini😁😁😁**……


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2