
**πππππ
Mila yang selesai terlebih dahulu pun menunggu suaminya di temani Queen bar-bar itu. Bagaimana tidak sedari tadi ia terus memegang botol parfum mungil racikan Mila tadi. Mila pun sedikit bingung bagaimana bisa Ratu itu bersikap seperti remaja labil.
"emm,, Queen bolehkah saya bertanya?" ucap Mila penuh kesopanan
"ya, tanyakan saja" ucapnya seraya menghirup wangi favoritnta itu
"emm, apakah menjadi ratu iti harus yerus elegan dan lemah lembut?" tanya Mila hati-hati takut sang empunya tersinggung
Queen terkekeh mendengar pertanyaan Mila, secara tidak langsung Mila mengungkapkan apa yang dilihat dari sisi Queen beberapa hari ini.
"aku bersikap seperti ini hanya terhadap seseorang yang kurasa nyaman, jadi tidak semua orang tahu tabiat ku Mila!" ucap Queen tegas, tertera aura berbeda saat berbicara seperti itu.
"maaf Queen jangan tersinggung" ucap Mila
"santai saja, tapi bolehkah aku tahu. Bagaimana kamu memguasai bahasa kami secara fasih, apa kamu pernah tinggal disini?" tanya Queen
"tidak Queen saya hanya belajar tambahan saja, tidak lebih dan saya juga menyukai bahasa asing. Jadi waktu saya dulu sekolah saya mengambil pelajaran tambahan Queen" jelas Mila
"oh,, berarti kamu sangat cerdas, terbukti dapat memenuhi kemauanku hari ini. Jangan lupa besok, bukankah kamu dan **suami mu tidak akan lama lagi, suamiku berkata semalam pertemuan mereka tidak memakan waktu lam dari perkiraan" ucap Queen
"baiklah Queen, ini suami ku sidah menghubungi ku saya permisi Queen sampai jumpa besok" ucap Mila lalu membungkuk sopan
Dengan langkah anggun Queen itu memasuki istana dengan hati puas akan yang ia dapatkan hari ini, ia berjanji akan memberi hadiah untuk Mila.
**
__ADS_1
Sementara itu Habil menunggu sang istri di depan gedung pertemuannya tadi, terlihat binar bahagia di wajah Habil. Entah apa yang membuat ia begitu bahagia.
"mas, maaf menunggu lama" ucap Mila menghampiri suaminya
"mas juga belum lama, mas ada kabar bahagia" balas Habil dengan semangat
"apa itu mas, mas terlihat sangat bahagia sekali, apakah King Charles memberikan kabar bagus?"
"produk yang mas buat, akan di sponsori penuh dari King Charles. Artinya mas tidak mengeluarkan biaya sedikitpun" ucap Habil lalu mengecupi jemari lentik sang istri
"wah, mas bagus dong selamat ya mas. Mas harus memberi staf bonus dong" jawab Mila dengan semangat.
Mendengar penuturan sang istri, tentu ia sangat senang karna Mila selalu membuat dirinya semangat dan merasa di hargai sebagai suami.
"tenang saja, itu pasti mas lakukan. Ayo kita pulang mas merindukan kamu" bisik Habil, Mila menunduk malu mendengar hal itu.
"apa mas suka harumnya?" jawab Mila kembali
"ya, tapi mas terbiasa mencium harum mawar jadi agak terasa berbeda" ucap Habil
"ini permintaan Queen tadi, besok Mila akan meracikkan skincare dan lainnya. Ini harum bunga lily paris mas, enak ya"
"iya, harum tapi mas biasa mencium harum mawar jadi kurang tertarik" ucap Habil, harum mawar pada tubuh istrinyaang menjadi candu tersendiri untuk Habil.
Mereka berbincang santai sampai tak terasa mereka telah tiba dihotel. Mila dan Habil segera turun termasuk para staf dan juga Marko selaku asisten pribadinya.
Mereka menunduk dihadapan Habil lalu berlalu pergi kekamar masing-masing.
__ADS_1
Mila langsung membersihkan dirinya, walaupun ia berada dalam ruangan tentu itu tidak membuatnya lalai. Dasarnya pembersih jadi tetap saja walaupun tidak kotor tetap mandi. Sedangkan Habil seperti biasa, ia melepas kemejanya dan berdiri di balkon kamar seraya menyesap rokoknya.
Setelah selesai, Mila memanggil suaminya untuk segera mandi karna hari mulai gelap.
"mas, mandi dulu Mila sudah!" ucap Mila lalu ia memoles lotion keseluruh tubuhnya. Harum dari semua itu dapat tercium Habil yang sudah akan masuk ke kamar mandi. Ia tersenyum penuh arti, entah mengapa ia pun bingung karna harum ini membuatnya bergairah seketika. Ia segera masuk dan membersihkan dirinya.
Mila memakai daster sutra pendek yang baru saja ia dapatkan dati Queen. Bahkan Mila terlekeh mendengar sang Ratu saat memberikan paper bag tersebut.
'ini adalah pakaian formal untuk pasangan suami istri' itulah yang diucapkan Queen Elisabeth yang membuatnya terkekeh.
Habil keluar hanya mengenakan handuk saja seraya mengusap-usap rambutnya yabg masih basah.
"mas Mila mau pesan makanan caranya gimana?" tanya Mila, ia sudah lapar. Habil yang mendengarnya pun langsung mendekat dan memberitahu caranya kepada Mila.
Setelah memberi tahu, ia meraih dagu istrinya dan mengecupnya.
"ini tidak gratis" bisik Habil
"mas, aku ini istrimu kenapa perhitungan sekali" ucap Mila dengan manyun
"kamu lupa sayang, mas juga pengusaha apapun itu harus ada untungnya" ucap Hanil lalu memulai aksi nakal nya, ia mengendus leher Mila dengan penuh gairah membuat Mila menggeram penuh kenikmatan.
Mereka berlayar menuju surga dunia, hingga Mila tanpa sadar mengalungkan kedua tangannya di leher kokoh sang suami.
(Habilllll puaasaaa Habillllll,,,, ya ampun kalian berduaaaaa)πππππππ
πππππππ**
__ADS_1