Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 60


__ADS_3

**


**Hari mulai petang sedari tadi Mila sibuk dengan acaranya sendiri di dalam kamar, mandi pun hari ini ia sangat lama.


Mila berendam dengan aroma therapy yang ia racik sendiri apa lagi kalau bukan harum mawar semerbak, ia sangat menyukai harum mawar dari shampo, sabun, semua yang berbau kosmetik Mila berbau mawar.


Laila sudah pergi dari jam 4 sore tadi ia sudah pamit dengan anak-anaknya, ia tak berbohong bahwa ia akan hadir di acara Dewanto group.


Sekarang ini Laila berada di mansion sang suami, Diego sudah menyiapkan segalanya ia sangat meratukan sang istri apalagi hari ini momen yang di tunggu-tunggunya.


Malam sudah mulai menunjukkan gelapnya, Laila bersiap dengan gaun tepatnya gamis navy senada dengan sang suami yang tampak gagah oh,,, sungguh Laila semakin mencintai suaminya. Dengan adanya kejadian kemarin-kemarin semakin menambah pupuk kedua orang yang sudah tak lagi muda itu, soal rupa tak di ragukan lagi mereka rajin olahraga dan hidup sehat jelas mempengaruhi tubuh mereka seolah menolak tua.


*


Mila bersiap ia masih belum selesai memoles lotion keseluruh tubuhnya Mila pun bingung entah mengapa hati nya berkata malam ini ia tak mau mengecewakan Habil apa Mila sudah mulai jatuh cinta mungkin saja dalam mlwaktu dekat ini mereka memang sering berinteraksi.


Mila mulai memakai gaun itu, gaun berwarna maroon itu terlihat elegan tapi Mila terkejut dengan bentuk lengan panjang sepergelangan, tetapi bagian atas lengan dipenuhi kristal memanjang sampapi ke ujung lengan itu, lebih tepatnya hanya lengan bawah yang ditutupi kain.

__ADS_1


Mila tertegun sejenak indah memang indah tapi bagian dadanya sangat rendah, tanpa pikir panjang Mila memakainya dengan senang hati wajah ia poles tipis dengan lipstik senada dengan gaun itu tak luap hells cantik warna navy yang sangat pas di kaki jenjang nya.


Mila bercermin ia takjub dengan gaun yang ia pakai sangat indah belahan kaki nya hanya sebatas lutut, pakaian itu melekat indah di tubub Mila rambut panjang nya ia buat keriting.


Malam ini Mila sungguh berbeda, ia keluar kamar dan berpamitan dengan Leo, Leo memang tidak ikut bukan karna apa ia sendiri yang tidak mau diajak dan memilih tinggal di apartmen.


"Leo kakak pergi ya"


Leo menatap kakak nya dari ujung rambut sampai ujung kaki


"heiii, kakak pamit kamu malah melamu" ucap Mila


"kakak malam ini sangat luar biasa perfect sangat, pasti abang Habil terpana dan langsung melamar kakak"


"kamu ini ngelantur kakak ngomong apa, jawab apa"


"iya,, iya kak Leo dengar ya sudah hati-hati ya awas di culik abang" goda Leo

__ADS_1


Mila hanya memutar bola mata nya malas, Mila beranjak keluar dan langsung menelpon Habil agar ia tak menyusul keatas.


"Mila sudah keluar mas, tunggu saja disitu"


"hem" ucap Habil singkat ia penasaran seperti apa gaun yang ia pilihkan, Habil tidak tahu sedetail apa gaun itu karna hanya sekali lihat saja.


Mila melangkah mendekati Habil, Habil berdiri di samping mobil menunggu Mila sesekali ia melirik jam di pergelangan tangan nya ia tak menyadari waniya yang ia tunggu sudag berada di dekatnya.


Mila mendekat sungguh Mila pun terpana malam ini Habil sangat tampan ia menepuk pelan bahu Habil yang membelakanginya Habil spontan berbalik……


Deggg**…………


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2