
**πππππππ
Hari ini Mila dan Habil pergi ke istana, tentu saja ada Marko yang membuntuti mereka. Mila mengeratkan pelukannya di leher suaminya, benar dugaannya bahkan untuk melangkah saja ia tak kuasa. Tungkai nya masih gemetar, tapi ia bahagia karna sang suami yang sigap dan bertanggung jawab.
Marko yang melihat itu pun hanya menunduk dengan hati yang menangis, menangisi kejomloannya. Padahal ia lebih ramah di bandingkan atasannya itu.
"kita akan di jemput disini tuan" ucap marko, Habil hanya melirik jengah mendengar sapaan Marko yabg selalu formal memanggilnya kala di dalam dunia pekerjaan.
Tak berselang lama mereka tiba di depan istana. Mereka disambut baik, Habil tak merespon itu semua. Ia hanya fokus kepada permaisurinya, dengan santai ia menggendong sang istri. Tampak jelas kaki mulus berbalut boots itu terayun-ayun mengikuti irama hentakan langkah sang suami.
Sampai di ruangan yang disediakan Habil masuk dengan gagahnya, hingga mereka berhadapan dengan wanita bernama Liu itu. Mila semakin geram kala melihat mata ****** itu menatap penuh minat kepada sang suami. Mila yang di kuasai cemburu tak membiarkan itu, ia tambah menempel di dada kekar sang suami. Dengan lihai tangan manja itu mengelus rahang tegas sang suami yang memantik rasa emosi wanita berambut sebahu diseberang meja sana.
Tak berselang lama, datang lah Queen dan King. Mereka terdiam menunduk lalu duduk ditempat masing-masing. Setelah itu tanpa basa-basi King Charles mulai berbicara dengan penuh wibawa dan penuh ketegasan. Terdengar disana jika ia tak suka dengan kejadian ini dan merasa di hinakan karna perjamuan semalam tak berjalan sesuai keinginannya.
__ADS_1
"saya tak akan melepaskan orang yang telah membuat onar dengan mudah" tegas King Charles
"tapi semua ini saya serahkan kepada korban, presdir Habil apa yang anda inginkan?" tanya King
Mila dan Habil saling tatap, karna dari hotel pun mereka telah sepakat untuk membebaskan mereka. Bukan karna terlalu baik, tapi Mila dapat melihat tekanan di mata suami lawannya itu yaitu Lee Chen. Sepertinya presdir dari perusahaan China itu sangat sabar menghadapi tingkah istrinya.
"baiklah King dan juga Queen, saya dan istri saya memaafkan kesalahan itu dan membebaskan mereka" tegas Habil kepada kedua pimpinan negara tersebut.
Lain hal dengan Lee Chen yang menghela napas lega, istrinya malah tersenyum genit seperti tak ada masalah. Semua itu dapat Mila lihat secara gamblang bahkan Queen pun turut melihatnya, ia hanya menggeleng kepala. Apa wani**ta ini memang sudah tak punya malu?
"maaf tuan Lee!!
nona, tidakkah engkau malu akan perbutanmu di istana kerajaan semalam, wajah tanpa dosamu membuat saya ingin merubah keputusan suami saya untuk membebaskan anda, apa anda tahu bahwa suami saya itu hanya menuruti perintah saya agar membebaskan anda!" tegas Mila
__ADS_1
Habil melihat sisi lain istrinya hari ini, tak ada lagi kata manis dan manja. Kali ini Mila terlihat lebih tajam dan tegas.
"nona, saya rasa anda dari keluarga terhormat. Apakah anda tahu kejadian semalam dapat membuat nama besar keluarga anda dan perusahaan suami anda akan tercoreng??!, saya harap ini dijadikan pelajaran, saya lihat suami anda juga sangat sabar menghadapi sikap anda, sebaiknya jaga suami anda jangan melihat suami orang lain. Saya tekankan sekali lagi, saya bukan orang yang pemaaf, tapi kali ini anda saya lepaskan. Karna saya kasihan dengan suami anda, karna ulah anda pasti nama suami anda akan tercoreng. Terima kasih Queen, King" ucap Mila menunduk.
Mila tadi menggunakan bahasa china agar mudah dimengerti lawannya, tampak Presdir Lee menatap Mila penuh takjub, sedangkan nona Liu seakan di buat tertunduk malu. Ia tak menyangka bagaimana bisa lawannya itu menguasai dengan jelas bahasa dari negaranya. Ia semakin sadar siapa rivalnya kali ini.
Sedangkan Habil ia hanya menatap sang istri penuh binar, ia semakin mencintai istrinya. Bahkan ia tak tahu kalau sang suami bisa berbahasa China juga.
"baiklah, kalian saya lepaskan. Dengan syarat tak bisa memasuki pasar negara ini dalam waktu 5 tahub kedepan dan produk yang kalian pasarkan akan di pulangkan sepenuhnya" ucap King Charles tegas, tak mungkin ia membebaskan tanpa syarat. Ia akan di cap raja plin plan jika membebaskan mereka begitu saja. Apalagi kasus ini dilihat banyak pasamg mata dari negara lain.
Sedangkan presdir Lee menghela naoas lega, walaupun ia rugi tapi tetap saja ia bersyukur. Setidaknya ia tidak di black list di negara ini, menurutnya hukuman itu masih di bilang ringan. Ia tak bisa membayangkan bagaimana jika perusahaannya di black list di negara ini dan tentu negara lain akan ikut-ikutan mengingat tumpuan mereka di negara yang sedang ia pijaki ini.
"kita akan menyelesaikan masalah ini dengan keluarga besar di rumah nanti" ucap Lee Chen tegas, istrinya hanya diam tak bicara sepatah katapun karna baru kali ini ia melihat suaminya mulai angkat bicara.
__ADS_1
πππππππππππ**