Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 68 Mansion


__ADS_3

**๐Ÿ“๐Ÿ“๐Ÿ“๐Ÿ“


Setelah drama tangis-tangisan terlewat kini mereka berbincang dengan Habil di ruang santai, Diego bertanya seputar pekerjaan dan rutinitas Habil, sedangkan Leo dia menjadi pendengar setia siapa tahu ada yang dapat ia petik.


Mila masih belum lepas dari pelukan sang ayah ia masih betah bergelayut di lengan sang ayah, semua itu tak luput dari pandangan Habil. Jika di pandang seperti ini memang Diego masih gagah dan andai orang yang tak mengenal maja Mila pasti dituduh menjadi sugar baby.


"terima kasih Habil telah menjaga Mila semalam" ucap Diego


"sama-sama om jangan sungkan"


"baiklah, om pamit ya"


"Bil bunda pulang dulu dan terima kasih atas semuanya" ucap Laila


"iya bunda jangan sungkan" jawab Habil


"Mila pulang ya mas, bajunya pinjam dulu" ucap Mila berbisik Habil hanya menarik sudut bibirnya pelit


Mereka turun ke loby dan sudah ada mobil mewah yang menunggunya, masih banyak urusan yang harus Diego dan Laila selesaikan.


Dulu Laila pergi memang banyak meninggalkan aset dan sekarang karna mereka sudah kembali sehingga mereka di tuntut untuk mengurus kembali.


"sayang, jadi perusahaan tekstil itu bagaimana?" tanya Diego

__ADS_1


"aku sudah menemuinya dan mereka meminta ku kembali"


"iya sayang, kasihan juga mereka sudah puluhan tahun kita tinggalkan" ucap Diego


"maka dari itu, dan Mila kamu masih mau nyanyi?"


"iya bunda Mila nyaman" jawab Mila yang masih berada di ketiak sang ayah


"sayang, apa kamu belum siap jika kita menemui papi?" tanya Diego sungguh ia kepikiran masalah ini dari jauh-jauh hari mengingat kesehatan mertuanya yang tak sesehat dulu


"entahlah, jangan bahas itu dulu"


"pikirkanlah sayang, papi sudah tidak muda lagi"


"jangan berlarut-larut kita juga harus mengenalkan anak-anak kita"


"nanti kupikirkan, sekarang kita temui orang kepercayaan ku" ucap Liala


Mila hanya diam mendengarkan obrolan kedua orang tuanya, ia tak menyangka orangtua nya dari kalangan atas selama ini Mila hidup pas-pasan walaupun tidak susah tapi hidup mereka sederhana tapi yang dipikran Mila saat ini adalah adiknya tidak kesulitan untuk soal biaya.


Mereka sampai di mansion barunya, memang anak-anak belum ada yang mengetahuinya Leo segera turun lain hal dengan Mila yang terlelap di bawah ketiak sang ayah, Laila yang melihat itu terkekeh geli ternyata anak gadisnya tidak berubah, memang kebiasaan Mila tidur seperti itu.


"Mila sayang bangun nak, kita sudah sampai" ucap Diego

__ADS_1


"Mila ayo turun Leo sudah duluan loh" sambung Laila


Mila terbangun dan langsung memeluk sang ayah takut jika ayahnya pergi lagi


"ayo kita keluar, ini sudah jam makan siang kasihan adikmu" ucap Diego


Mila tersenyum dan mengangguk akhirnya mereka keluar dan masuk ke dalam mansion.


"ini mansion siapa ya?" tanya Mila


"punya kita, sekarang kita tinggal disini ya" ucap Diego


"ini terlalu besar ayah"


"maka dari itu kita tinggalnya sama-sama jadi tidak sepi kan, sudah ayo kita makan duku" pungkas Diego


Mila berjalan santai tapi ia kepikiran kalau kerja dari sini terlalu jauh,, jika ia katakan sekarang bahwa ia akan tinggal di apartmen saja pasti tak kan di bolehkan, nanti saja pikir Mila ia juga masih rindu dengan keluarganyaโ€ฆโ€ฆโ€ฆ


*


*


*๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน**

__ADS_1


__ADS_2