
**πππππ
Para istri petinggi itu pun terpana apalagi para suami mereka, mereka tidak menyangka **apa yang ia lihat. Kulit halus, kaki jenjang serta tubuh yang proporsional membuat mereka ternganga.
"mas, apa ada yang aneh denganku?" bisik Mila
"karna kamu terlalu sempurna, lihatlah para staf ku mereka ingin merasakan matanya di congkel" balas Habil geram
"ehm,,, !!! Apa yang kalian lihat!" geram Habil.
Mereka yang tersadar pun membuang muka tak mau mencari masalah, bos mereka memang jarang terlihat marah. Tapi mereka paham akan watal orang yang seperti itu, jangan sampai terlibat masalah di negara orang, bisa-bisa mereka di tendang pulang oleh bos mereka.
"ayo, berangkat mobil sudah menunggu di depan" ucap Marko mencairkan suasana
Tiba di depan hotel mewah itu mereka di jemput mobil limosin dari kerajaan, Mila duduk berdampingan dengan sang suami. Bukan mereka saja bahkan dari negara mana saja ada disana hingga beberapa limosin itu silih berganti menjemput.
"sambutannya luar biasa ya mas" ucap Mila
"ya, tapi semua ini ada yang akan di bahas, dari perusahaan kita ada yang diinginkan raja Charles entah apa, makanya mas bawa data yang penting-penting saja" jelas Habil
__ADS_1
"apa mungkin mereka mau prodak dari perusahaan mas, bukankah banyak yang lain mas?"
"iya, semua ini sudah di seleksi dan perusahaan kita terpilih mudah-mudahan permintaannta tidak sulit" ucap Habil seraya menciumi jemari Mila.
Mereka sampai di depan sebuah aula besar lebih tepatnya gedung karna bentuknya seperti gedung yang di sewa-sewa untuk pernikahan. Mereka sampai di sana dan mulai turun dari mobil masing-masing, suasana mulai terasa sesak sangat kentara akan persaingan antar perusahaan mancanegara.
"mas, ramai sekali ya" ucap Mila mulai melangkah mengikuti bodyguard yang memandu mereka
Setelah sampai di sana mereka mulai berbaur dan menunggu acara inti, sesekali mereka melirik kearah kursi paling besar disana. Hingga kaki tegap itu terlihat berbalut jas formal. Pria bermata biru itu mulai membuka sambutan dan memperkenalkan diri.
"mas apa itu king Charles?" tanya Mila
"ya, mas pernah bertemu beberapa kali dalam urusan bisnis" jelas Habil
Perintah king Charles kali ini membawa mereka ke ruang khusuh rapat entah apa yang di bahas. Sedangkan para istri mereka sudah berbaur dengan lainnya. Mila beserta rombongannya pun ikut berbaur dan mulai mencicipi makanan yang tersedia.
"nyonya, anda sangat cantik sekali" puji Delina salah satu istri karyawan high class Habil yang ikut
"jangan sungkan panggil saja Mila" ucap Mila risih mendengar panggilan mereka
__ADS_1
"mana bisa begitu, anda kan iatri presdir bios kami nyonya" ucap Fika ikut andil pembicaraan
"terserah, tapi jangan panggil aku nyonya" pungkas Mila
"emm,, kami panggil apa dong rasanya kurang sopan jika tidak ada nyonya nya" ucap yang lain karna mereka sungkan memanggil nama saja
"Mila saja, sepertinya umur kita tidak jauh" ucap Mila mulai asik, seolah mendapat teman baru mereka sangat asik mengobrol. Ternyata mereka sangat welcome dan tidak sombong, terbukti semuanya sangat sopan dan tidak saling merendahkan.
"ngomong-ngomong, Mila pakai parfum apa sih kok harum mawar nya lembut banget?" ucap Delina
"pakai parfum mawar saja" ucap Mila lembut
"iya merk apa sih kok beda ya harumnya" jawab yang lainnya
"ini racikan sendiri, pakai mawar lokal juga kok" jelas Mila
"wahhh,,,kamu pandai sekali aku mau dong nyicip"
"memang makanan apa" ketus Delina
__ADS_1
Mereka berbincang sampai seseorang dengan gaun mewah nan cantik itu menghampiri dengan sangat elegan.
πππππππ**