Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
124 Permintaan Maaf Habil


__ADS_3

**πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Habil telah membersihkan dirinya, kini ia terlihat segar dan tampan tentunya. Ia melirik ke arah ranjang yang menampung pujaan hatinya, Habil menghela napas panjang kala mengingat kepingan puzle yang ada di kepalanya kian berputar. Seolah tak menerima pengorbanan istrinya yang mati-matian jika tak ia ingat kehadian malam itu.


Habil bergegas membereskan sisa kekacauan yang ia buat semalam, ia juga sesekali menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Bagaimana tidak ketika otaknya berpikir apa yang ia lakukan semalam, bahkan dengan setengah sadar ia mengikat sang istri disisi ranjang seperti huruf "X".


Ia segera membereskan ruangan itu dan memesan makanan, pasti sang istri kelaparan bangun nanti.


"sayang, maafkan mas. Bangun dulu ya sudah hampir siang" ucap Habil lirih, tak mendapat tanda-tanda istrinya akan bangun ia menjadi khawatir.


"sayang, bangun dulu ya mas sudah siapkan air hangat" ucap Habil lagi, akan tetapi samg istri masih setia terpejam


"sayang jangan buat mas khawatir" ucap Habil lalu mengangkat kepala sang istri kepelukannya.


Mila yang terlelap merasa terganggu akan dekapan erat sang suami, ia membuka mata perlahan dan melihat Habil yang pucat seperti orang ketakutan dan mengecupi kening Mila.


"mas, sshhh," lirih Mila meringis kala ia ingin mengangkat tubuhnya untuk berpindah posisi

__ADS_1


"sayang, mana yang sakit apa mas menyakitimu? Ayo kita ke rumah sakit!" ucap Habil khawatir


"mas, Mila cuma ngantuk sama capek. Kenapa mas bangunin Mila?" jawab Mila sedikit kesal. Sudah semalaman sampai menjelang pagi ia kerja rodi tapi sang suami masih mengganggu tidurnya.


"sayang, mas khawatir. Kamu dati tadi mas bangunin tapi tidak bangun, mas kira kamu pingsan" ucap Habil


"ya,,ya,, pingsan pun wajar mas. Mas lupa siapa yang membuat Mila begini" jawab Mila ketus seraya membenamkan wajah bantalnya ke dada kekar sang suami yang sudah berpakaian santai


"maafkan mas, sungguh mas tak bisa mengendalikan diri mas sendiri mas sendiri. Kenapa kamu nggak menghindar sayang?" tanya Habil seraya mengecupi jemari sang istri


"kok bilang nya gitu, nggak mungkin mas mau berbagi keringat dengan wanita lain selain kamu sayang, mas hanya khawatir lihatlah kamu lelah kan sayang"


"iya, tapi mas kenapa obat mas yang biasa di bawa tidak bisa menjadi penawar mas?" tanya Mila bingung, Habil menghela napas dalam


"mas nggak mimum obat itu, mas berikan dengan kamu karna itu yang terakhir. Mas juga lupa jika obat itu sudah habis, mas takut kamu kenapa-napa, tapi malah mas yang kenapa-napa dan tetap kamu yang terkena imbasnya" jelas Habil panjang lebar


"ya sudah mas, nggak apa-apa. Mila cuma capek dan hari ini Mila mau bermanja-manja karna Mila susah berjalan" ucap Mila menunduk mau, memang ia tak bisa berjalan tungkainya gemetar dan area intinya nyeri

__ADS_1


"apapun untuk kamu sayang, sekarang bersihkan badan dulu ya mas sudah siapkan air mawarnya" ucap Habil, Mila mengangguk karna ia juga tidak betah berlama-lama dengan keadaan seperti ini.


Habil melirik pergelangan tangan sang istri sedikit lebam, rasa penyesalan kembali menyeruak dalam dadany.


"maafkan mas sayang, mas benar-benar tak bermaksud menyakiti fisik mu" ucap Habil seraya mengecupi pergelangan tangan Mila yang memar karna ikatan semalam.


Mila telah memyelesaikan ritual mandinya, siang ini ia benar-benar seperti bayi. Habil dengan telaten merawat istrinya, setelah selesai Habil segera membawa Mila ke balkon untuk sarapan yang terlambat karna waktu sudah siang.


"mas, apa itu ice cream??" tanya Mila dengan mata berbinar


"iya, tapi ini gellato dan rendah kalori ini sengaja mas pesan sebagai permintaan maaf mas" ucap Habil yang masih menyuapi sang istri


"Mila sayang sama mas" ucap Mila memeluk pinggang sang suami


"mas lebih menyayangi kamu, ayo habiskan setelah ini kita akan ke istana. Tadi ada perintah King untuk kesana untuk menyelesaikan masalah semalam" ucap Habil, Mila mengangguk ia juga geram dengan wanita tak tahu diri itu. Entah mengapa dari sekian banyak orang wanita itu malah mengincar suaminya.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•**

__ADS_1


__ADS_2