Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
102 Pagi menjelang siang pertama


__ADS_3

**πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Mila seperti mengendap-endap memasuki ruangan khusus pakaian, sementara sang suami masih mengganti sprei dan lainnya. Mila masih memilah pakaian yang akan ia kenakan, di pilihlah hotpants dan kaos oversize miliknya. Dengan serius ia memakai bra dan kain segitiga dengan model transparan itu, tanpa ia sadari ada sepasang mata yang menatapnya dengan tatapan sulit di artikan.


Mila asik dengan kegiatannya mengaplikasikan lotion buatannya sendiri, karna terlalu larut sampai tak menyadari ada kaki melangkah mendekat kearahnya.


Sebelumnya Habil diam mematung kala harum mawar menyeruak kedalam penciumannya, harum yang memabukkan menuntunnya mendekati sang istri yang sedang asik mengoles lotion keseluruh tubuhnya. Selangkah demi selangkah ia lalui hingga sampailah tepat di belakang sang istri.


Tangan Habil melingkar di pinggang ramping sang istri, seketika Mila terkejut dan diam seperti patung di tempat. Sedikit menoleh Mila tersadar ia sedang dipeluk sang istri dalam keadaan yah,, seperti itu (bisa di bayangkanlah yaaaa😁).


"ini mas, jangan terkejut" ucap Habil serak


"mas yang membuatku terkejut, emmm,,, bisa lepaskan dulu Mila belum pakai baju" ucap Mila terbata-bata


"kenapa hatus di lepas, bukankah ini bagian milik mas yang belum sama sekali mas jamah" bisik Habil


Mila menelan saliva dengam susah payah, bayangan tentang Habil yang gosipnya menyukai sesama jenis sirna sekejap mata. Dapat ia bayangkan apa yang terjadi selanjutnya.

__ADS_1


"kamu sangat harum" bisik Habil seraya membenamkan wajahnya ke tengkuk Mila.


Mila semakin tak karuan kala bulu kuduknya meremang.


"dan menggairahkan" bisik Habil seraya mengecup kecil leher jenjang itu.


Mila yang terbuai pun tanpa sadar mengeluarkan suara indahnya yang memantik hasrat kelelakian Habil.


Habil merasa bodoh sebulan lamanya ia menahan semua ini hanya takut Mila masih mengalami trauma, ia menyesal mengapa tidak bertanya terlabih dahulu kepada istrinya.


Dilihat sang istri pasrah, Habil merasa ini lampu hijau hingga ia membalikkan badan Mila mengahadapnya.


Habil menggendong Mila dan merebahkannya ke tempat peraduan, Mila hanya menunduk ia tak ada nyali untuk menatap suaminya. Mila hanya mengenakan dalaman saja tanpa yang lain, rambutnya setengah basah membuat Habil semakin berminat.


Habil meraih dagu lancip sang istri hingga mendongak berhadapan dengannya.


"tatap mas sayang" ucap Habil lembut,

__ADS_1


Ayolah Mila juga normal mana tahan ia menatap sang suami yang memiliki wajah teduh nan tampan.


Ketika mereka berhadapan Habil mendekati bibir merah nan sexy kepunyaan sang istri, Habil tak menciumnya melainkan mengatakan hal romantis yang melambungkan Mila seperti remaja-remaja yang jatuh cinta.


"mas mencintaimu Mila Anggraini Sanjaya, mas akan memberikan kesetiaan yang mas miliki sampai kapanpun, hanya itu yang mas gadaikan. Jika nanti mas melanggarnya mas terima apapun yang kamu inginkan" ucap Habil serius.


Mila hanya diam mematung dengan mata berkaca-kaca mendengar penuturan Habil, Mila menekankan kepada dirinya agar ia percaya dan tidak bertindak gegabah jika kedepannya mereka akan mengalami masalah dan gangguan. Mila sadar siapa yang menjadi suaminya ini, pengusaha muda yang pasti banyak yang ingin menjatuhkan dan menjeratnya.


Mila hanya mengangguk dan mengatak sebaliknya.


"Mila juga akan berada disisi mas sampai maut memisahkan kita" ucap nya seperti berbisik, begitu terharunya sampai suara pun tak keluar.


Habil mengusap lembut pipi yang di basahi air mata sang istri, lalu mengecup lembut kening sang istri.


Beralih turun bibir nakal itu tahu tempat yang harus di singgahi nya sampai suara sang istri menghiasi kamar yang menjadi saksi sumpah sepasang suami istri itu.


Sementara di pitu kamar kedua wanita itu tak berhenti mengetuk pintu dengan memanggil-manggil sang anak. Mereka tidak sadar jika kamar itu kedap suara.

__ADS_1


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•**


__ADS_2