Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
121


__ADS_3

**πŸ“πŸŒΉπŸ“πŸŒΉπŸ“πŸŒΉπŸ“


Hari ini adalah hati terakhir mereka verada di London. Karna urusan telah selesai, mereka akan pulang ke negara masing-masing. Tidak hanya dari Indonesia, bahkan ada dari mereka berasa dari China, India dan lain-lain. Mereka berbeda tujuan dengan Habil. Perusahaan Habil mendapat kepercayaan paling tinggi sehingga ia harus melakukan rapat dengan Raja itu secara langsung tanpa perantara.


Habil bukannya tidak tahu, sedari awal ada seorang wanita yang memperhatikannya dari waktu pertemuan pertama, tapi ia tak ambil pusing. Malam ini adalah puncak pertemuan dan akan diadakan pesta kerajaan. Mila mendapat sebuah paper bag begitu juga dengan Habil. Setelan jas berwarna maroon gelap menambah kewibawaan Habil. Mila memandang gaun panjang semata kaki dan belahan hingga paha itu tanpa berkedip, bahkan ada sepasang hells dan pernak pernik lainnya. Mila mengelus permukaan gaun merk ternama tersebut, cantik. Satu kata itu mewakili semua tapi, baju dengan belakang terbuka tersebut membuat Mila bergidik membayangkan memakainya. Bagaimana tidak bagian belakang dengan gamblang bentuk huruf V dan sangat sexy. Ia memang kerap berpakaian sexy, tapi tidak seperti ini juga.


"mas, ini benar Mila pakai malam ini?" tanya Mila


"sebenarnya mas juga kutang suka, tapi ini pemberian dan untuk dipakai malam ini. Tak mungkin kita mengabaikannya" ucap Habil


"baiklah, tapi mas jangan jauh-jauh ya" balas Mila, Habil mengangguk tersenyum.


Mereka bersiap untuk acara malam ini, Delina dan Fika beserta yang lainnya pun juga ikut bersiap. Mereka akan mengenakan pakaian terbaiknya. Malam ini Mila juga sekalian berpamitan dengan Queen Elisabeth yang beberapa hari ini menemaninya meracik parfum dan lainnya.

__ADS_1


"mas, Mila sudah siap" ucap Mila berdiri dihadapan Habil yang masih bersandar menghadap i padnya. Seketika mata Habil membola melihat penampilan istrinya.


"mas sedikit tak rela kamu ikut malam ini" ucap Habil merengkuh pinggang ramping sang istri. Mila hanya terkekeh mendenangar keluhan Habil.


"hanya malam ini mas, ayo nanti kita ditunggu yang lain" ucap Mila


"minum ini dulu ya" balas Habil, memberikan pil putih yang biasa ia minum di kala pertemuan dan pesta besar seperti ini.


Tanpa Mila bertanya ia hanya nurut saja toh ia juga tahu pil apa yang ia minum. Mereka segera turun karna janjian bertemu di loby. Rambut hitam sebahu itu Mila gerai, guna menutupi bahu polos nan mulus itu.


"wowww,, lihatlah nyonya bos kita, sangat mengagumkan!" seru Delina


"Delina jaga sikapmu, ada pak bos disampingnya" geram sang suami, ia kesal yang melihat istrinya lepas kontrol

__ADS_1


"tapi lihatlah sayang, nyonya bos kita sangat sempurna, perfect!!" ucapnya penuh binar


"biarkan saja, mungkin sudah wataknya seperti itu" ucap Mila yang berada diantara mereka. Mila tak pernah membedakan diantara dia dan para bawahan suaminya bagi Mila semua itu sama.


"ayo nanti kita telat" ucap Marko yang sempat ternganga melihat Mila malam ini.


"Marko jika aku berbincang kau hatus awasi istriku ya, jangan lepaskan pengawasan" ucap Habil


"okey,,, rupanya ada yang berhati-hati malam ini" sindir Marko, ia dapat melihat mata kecemburuan itu di netra bos sekaligus sahabatnya itu.


**


Mereka sampai di pelataran gedung megah nan mewah, harum semerbak bunga-bunga segar itu memanjakan mereka yang berjalan menuju pintu raksasa.

__ADS_1


Habil yang merupakan group eksklusive pun di kawal ketat. Ia berjalan bergandengan sang istri, banyak mata yang melihat itu. Apalagi mereka sangat kontras yang satu cantik bak bidadari dan satunya bagaikan dewa Yunani.


πŸ“πŸŒΉπŸ“πŸŒΉπŸ“πŸŒΉπŸ“**


__ADS_2