
**ππππ
Kejadian kemarin sedikit lagi selesai, Habil bertemu dengan uncle dari Maria karna wanita itu hanya sendiri di negara ini, sedangkan ayah dan ibunya menetap di luar negeri.
Dengan tegas Habil menyatakan akan membawa kasus ini kejalur hukum jika permintaannya tak terpenuhi. Sementara sang paman sudah berulang kali menasihati keponakan kesayangannnya itu, sangat kentara pamannya itu sangat menyayangi Maria. Karna selama ini Maria tinggal di indo dengan paman dan tantenya.
Habil sangat mengenali paman dari Maria itu karna mereka partner kerja, paman Maria temasuk kolega Habil.
Setelah melalui perundingan yang alot akhirnya Maria memutuskan untuk meninggalkan negara ini, ia juga meminta maaf atas kekurangajarannya selama ini. Tentu Maria tak mau mendekam di penjara. Keputusan itu melibatkan pengacar Habil yang membuat surat perjanjian hitam diatas putih. Dengan menyesal Maria menandatangani surat itu, yang ia sesali ia tak bisa menginjak nagara ini selama 10 tahun lamanya, itupun masih terbilang ringan.
Setelah menyelesaikan itu Habil segera pulang, ia tak mau lama-lama meninggalkan istri gembulnya. Setelah sekian lama akhirnya ia dapat melihat istrinya bertubuh membengkak. Entah apa yang ia pikirkan Habil sangat ingin melihat istrinya gemuk, akhirnya tersampaikan. Padahal istrinya uring-uringan karna badannya membengkak.
__ADS_1
Setelah sampai dirumah Habil segera membersihkan diri, hal itu selalu ia lakukan setiap hari. Sementara Mila ada diruangan favoritnya, ruang baca Habil menjadi tempat favoritnya untuk sekarang ini.
"apa buku ini begitu indah hingga mas kamu abaikan" ucap Habil seraya memeluk Mila dari belakang, Mila tersenyum mendengar bisikan suaminya.
"sepertinya mas harus periksa, mas cemburu dengan dongeng ini" jawab Mila yang masih terkekeh karna sang suami tak berhenti mengecupi tengkuknya.
"mas sudah makan?" tanya Mila lagi, Habil hanya menggeleng, membuat Mila gemas
"sayang, mas mau makan nasi kamu makan nasi ya, sudah berapa bulan kamu tidak makan nasi"
"Mila belum mau ya mas, nanti saja ya kalau sudah mau ya" jawab Mila memohon, sudah berapa kali sang suami meminta agar ia memakan nasi.
__ADS_1
"baiklah mas tidak memaksa, tapi kalau mau makan jangan di tahan-tahan. Jangan pikirkan berat badan oke, nanti kalau sudah selesai melahirkan kamu bisa nge gym" ucap Habil, ia khawatir Mila tak mau makan karba takut berat badannya bertambah, padahal Mila memang tidak ingin makan nasi
"mas tidak usah khawatir, Mila ngagak akan menahan kalau memang sudah mau makan" jawab Mila, lalu ia melahap sandwich yang menjadi makanan favoritnya, ia sangat lahap. Padahal dulu iya sama sekali tidak tertarik ketika melihat suaminya selalu memakan makanan itu.
Habil tersenyum melihat istrinya makan begitu lahap, harusnya ia tak khawatir kan karna Mila makan dengan lahap. Ia terbayang saat Mila belum hamil, istrinya selalu merayunya agar makan nasi tapi sekarang malah ia yang membujuk istrinya agar makan nasi.
Setelah selesai makan Habil membawa istriny kekamar dan memijit kaki istrinya yang terlihat sudah membengkak, Habil sering gemas karna melihat kaki dan tangan Mila yang gemuk. Tak jarang ia menggigit tangan istrinya karna gemas, tentu saja Mila kesal karna perlakuan suaminya gigitannya memang tak sakit, tapi Mila sering terkejut karna setiap Habil menggigit di kala ia akan terlelap.
(detik-detik tamat yaa)
π€π€π€π€π€π€
__ADS_1