Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 58


__ADS_3

**


**Pagi ini Mila menyiapkan sarapan dengan santainya tanpa berpikir bahwa ada orang asing di apartmen miliknya, Mila berkutat dengan alat masak seraya bersenandung ria.


Laila yang melihat anak gadisnya di dapur pun ikut membantu Mila. Hari ini Mila memang cuti kerja karna ia akan pergi untuk menemani Habil ke pesta perusahaan Dewanto Group.


"Mila, apa senua sudah siap?" tanya Laila kepada anak gadisnya


"sudah bunda, Mila mandi dulu ya kalau bunda mau duluan ya tak apa Mila sudah gerah bun" balas Mila langsung masuk ke kamar dan segera mandi.


Sudah di pastikan ibu dan adiknya akan menunggu, Mila mengganti pakaian santai hotpant di atas lutut tidak terlalu tinggi serta kaos oblong yang kebesaran Mila sungguh nyaman memakai ini semu.


Rambut yang masih basah ia keringkan serta tak lupa ia merawat tubuhnya dengan lotion kesayangannya, harum semerbak mawar menyeruak di kamar Mila ia dengan santai memoles krim di wajahnya sungguh Mila gadia yang sangat merawat tubuhnya.


Sedangkan di kamar remaja laki-laki yang akan tumbuh dewasa itu dua orang dengan kepribadian hampir sama sedang berbincang sebelum keluar untuk sarapan.


Sungguh Leo menemukan teman berbincang yang pas, biasanya pagi-pagi Mila akan masuk ke kamar Leo untuk mengganggunya.

__ADS_1


"apa Leo bisa punya tubuh kekar seperti abang?" tanya Leo


"tentu saja, ini mudah kamu hanya harus rajin olahraga dan makan makanan yang bergizi"


"bang, ceritakan bagaimana abang bisa bertemu kakakku?" ucap Leo antusias


Habil terdiam sejenak melirik Leo yang dengan semangat menanti ucapan yang keluar dari bibir tipis Habil.


"abang tak sengaja menampar kakakmu sampai pingsan" ucap Habil seraya menghela napas dalam tak mungkin ia berbohong kepada Leo sungguh Habil tak suka dengan kebohongan,


Leo yang mendengar seketika berdiri dengan mata yang membulat seolah tak terima, keluarga mereka sangat harmonis dan menentang kekerasan.


"duduk dulu katanya mau dengar" ucap Habil lembut tapi terkesan tegas


"bagaimana pertemuan bisa begitu, abang tahu bahkan ayah pun tak pernah memukul kami!" balas Leo penuh penekanan


"dengar dulu, abang tak sengaja pada saat itu abang mau menampar twins tapi kakakmu memasang badan, ternyata kakakmu saat itu dalam keadaan sakit maka dari itu ia pingsan"

__ADS_1


Leo manggut-manggut mengerti, tak heran jika Habil ingin menampar twins, mereka memang sangat menyebalkan Leo menyadari iti.


Mereka hening sejenak dan pintu kamar Leo terbuka dengan kasar.


"heiii pria perawan ayo sarapan!!" seru Mila masuk menyelonong ia lupa bahwa Habil bermalam disini.


Seketika tubuh Mila kaku di tempat Mila yang sudah berada dekat dengam mereka yang mendongak melihat Mila.


Mila meneguk liurnya susah payah, tatapan 2 pria ini sangat sama.


"sarapan, bunda sudah menunggu" ucap Mila langsung pergi melarikan diri.


Sedangkan kedua pria itu sama-sama menoleh dan mengangkat bahu acuh lalu beranjak menuju ruang makan.


Mila tak ikut makan bersama ia merasa malu ia berdiam diri di kamarnya, harum mawar itu masuk dalam penciuman Habil sungguh Habil sudah kecanduan dengan harum ini, harum yang tak pernah hilang dalam pikirannya. Bahkan ia pun membeli parfum mawar tetapi hasilnya tak sama, harum yang keluar dari tubuh Mila berbeda dan sangat kuat**.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2