Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 65 Penthouse


__ADS_3

**πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Habil membopong tubuh Mila menuju mobil dan segera menelpon dokter pribadi nya, Habil melajukan mobilnya sekitar 10 menit dari perusahaan Dewanto group ia sampai di area penthouse milik nya.


Habil membopong Mila dengan hati-hati, dilantai tertinggi ini Habil membuka pintu dan membaringkan Mila dengan hati-hati, tak lama kemudian dokter yang ditunggu pun datang dan langsung masuk ke kamar pribadi Habil.


Dokter muda itu terkejut melihat wajah wanita yang pernah ia temui beberapa hari lalu, ia menatap Habil intens


"apa yang kau lihat, kapan mau kau periksa!" seru Habil tak habis pikir dengan Roi yang malah tercengang


"apa dia kekasihmu?" tanya Roi


"apa perdulimu kapan kau akan periksa ha!" ucap Habil murka padahal ia tak pernah bersikap kasar sebelumnya mungkin karna ia panik , Roi hanya mangangguk dan cepat memeriksa Mila


"dia tidak apa-apa, apa yang membuatnya terkejut?" tanya Roi


"bukan apa-apa hanya urusan keluarga" jawab Habil singkat


Habil menuntun Roi keluar kamarnya ia bebrbicara di ruang tamu.

__ADS_1


"jika nanti ia sadar berikan ini suhu tubuhnya panas ini akan meredakannya, apa dia kelasihmu?" tany Roi yang belum mendapatkan jawaban dari sahabat nya itu


Habil menelisik orang dihadapannya ia berpikir mengapa temannya ini sangat ingin tahu, naluri Habil sebagai laki-laki paham ada ketertarikan Roi pada Mila Habil mendecah


"dia calon istriku" ucap Habil singkat dan mampu membungkam Roi yang saat ini hanya terdiam


'huh,, gagal ini mah' gumam Roi tak mungkin ia mendekati calon dari sahabatnya ini.


"ya sudah aku pulang" ucap Roi langsung di antar Habil kedepan pintu.


Habil melangkah ke dapur ia mengambil mangkok yang berisi air dan handuk kecil, jas yang sudah terlepas dan kemeja panjang yang oversize ia gulung setengah lengan, Habil memang memiliki kebiasaan mengenakan pakaian yang sedikit kebesaran hingga tak nampak bentuk dada bidangnya.


Malam ini Habil yang merawat Mila karna orang tua mereka mempercayakan padanya, tentu ini ulah bu Maryam yang dalam keadaan apapun mencuri kesempatan.


Tak lama kemudian dapat ia rasakan pergerakan Mila, saat ini Habil duduk telungkup di samping ranjang yang Mila tiduri, ia sempat terlelap karna sudah beberapa kali mengganti handuk kompres Mila.


Habil memeriksan kening Mila dengan punggung tangan nya dapat ia rasakan bahwa panas tubuh Mila sudah turun. Mila sedikit terkejut melihat Habil disampingnya.


"Mila dimana mas?" tanya Mila lemah

__ADS_1


"kamu berada di apartmen ku, tadi kamu pingsan maka mas bawa kemari, bangunlah dulu minum obat ini agar panas mu reda" jawab Habil , ia membantu Mila untuk duduk.


Mila menatap Habil dan langsung menangis sesenggukan, ingatan Mila pada hari ini sungguh menguras emosi nya.


Habil mendekap Mila dan mengelus surai hitam milik Mila.


"tenanglah, tenangkan dirimu hem" ucap Habil menenangkan Mila


"apa tadi itu benar mas, aku tidak berhalusinasi kan mas?" tanya Mila yang masih belum percaya


"ia, semua itu benar sekarang kamu istirahat dan minum obat ini tenangkan pikiranmu besok ayahmu akan menemui mu"


"tapi bagaiman bisa mas, yang aku tahu……


Mila tak melanjutkan pembicaraannya ia kembali menangis jika ini semua nyata Mila sangat merasa bersyukur


"ada alasan di balik ini semua Mila, besok kamu akan mendapatkan penjelasan itu sekarang minum ini dan istirahat hem" ucap Habil**……


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2