Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 34 Kisah Tragis


__ADS_3

*********


**Bu Maryam ingin sekali bertanya perihal kematian suami sahabat nya itu tapi masih ia pendam karna menunggu waktu yang pas.


Setelah menceritakan semua kepada anak nya , Laila merasa lega tak ada lagi yang ia tutupi termasuk rencana ia akan tinggal di apartemen nya.


Mila dan Leo hanya mengangguk saja tak ingin mengecewakan sang bunda.


Bu Maryam pun segera menarik sahabat nya itu ke ruang baca agar lebih tenang berbicara.


"boleh aku tanya perihal kematian Andi La??"


"tanyakan saja" jawab Laila


"tapi aku harap kamu tak tersinggung padaku ataupun bersedih , tapi kalau bersedih boleh kok" ucap Maryam yang biasa di panggil bu Laila dengan jell, karna nama tengah bu Maryam nya ada JELITA nya ya.


"hemm, tanyakan saja Jell"


"kematian suami mu bisa kau ceritakan , " tanya bu Maryam serius


"belahan jiwaku itu kecelakaan Jell, kondisi jenazah nya pun sampai tak aku kenali lagi hanya pakaian saja yang sama , tapi aku tak melihat cincin di tangan nya Jell, kadang aku masih mangkir dari takdir berharap suami ku masih hidup" ujar bu Laila sendu


"maafkana aku membuka masa lalu mu La,"


"tak apa Jell" ucap bu Laila sambil menghapus air mata nya


"bisakan kau panggil aku Maryam saja La," kesal bu Maryam kepada sahabat nta karna tak pernah berubah selalu memanggil nya dengan Jell Jell saja


"itu tak bisa , itu panggilan kesayangan ku untukmu Jell" jawab bu Laila sambil menjentikkan jemari nya ke kening bu Maryam


"kau bilang selalu bekerja kasar , tapi mengapa wajah dan badan mu terawat sekali La" ucap bu Maryam memicingkan matanya


"bisa tak lihat nya biasa saja , setelah aku menjalani hidup seadanya , aku baru tahu bahwa perawatan tak harus mahal Jell, aku selalu mengenang suami ku yang selalu meluluri ku dengan ramuan seadanya , dan dia juga selalu memberikan krim walau tak semahal perawatan ku dulu, sampai sekarang aku masih melakukan nya walaupun aku bekerja sebagai kuli" jawab bu. Laila panjang lebar

__ADS_1


"kau tak akan sanggup Jell menjadi seperti ku" sambung bu Laila


"okey ,,,okeyyy,,, tapi La aku selalu menyelidiki dirimu dan suami mu , apa kau tidak penasaran dengan penyelidikan ku, ada hal janggal La maka dari iti aku menanyakan kondisi suami mu saat ia wafat" balas bu Maryam serius


"kau ini tak pernah berubah selalu kepo terhadap kehidupa ku" ucap Bu Laila sini ia tak habis fikir dengan sahabat nya ini


"salahmu menghilang bagai di telan bumu" jawab bu Maryam lalu menyerahkan map coklat


"apa ini??" tanya bu Laila


"bacalah , aku rasa suami mu masih hidup tapi ini hanya feeling ku saja " jawab bu Maryam


Bu Laila mulai membaca satu persatu berkas yang lumayan tebal, ia tak habis fikir selama ia meninggalkan kota ini sebanyak itu pula berkas yang ia genggam.


Wajah nya pucat dan mata nya membola , melihat gambar yang diambil anak buah bu Maryam, terlihat jelas seorang pria duduk di kursi roda dengan kaki dan tangan yang di perban kening nya juga, betapa terkejutnya bu Laila melihat cincin di hari manis pria itu.


Bu Laila menjatuh kan kertas-kertas itu ia hanya memegang satu foto itu saja dengan hati yang berdenyut.


Bu Maryam pun mengamati apa yang membuat sahabat nya itu menangis sesegukan.


"tapi itu foto lama La , apa jangan - jangan Andi masih hidup La? setelah itu aku tak menyelidiki lagi karna aku tak menemukan kamu , dan beberapa waktu lalu sebelum kita bertemu aku sudah menyelidiki dan nama orang tua Mila tapi kau sudah tak menggunakan nama kebesaran mu lagi La aku jadi bimbang , hingga aku menghentikan penyelidikan itu" ucal bu Maryam panjang lebar


"aku malas menggunakan nama papi lagi , aku sangat sakit hati , apalagi anak-anaku sudah besar kurasa tak perlu Jell" ucao bu Laila malas


"jangan begitu mungkin papu hanya emosi sesaat ,ayolah La kita sama-sama sudah punya anak , mana ada orang tua ingin anak nya menderita walaupun cara nya salah," ucap bu Maryam menenangkan


"tapi papi tak pernah mencariku Jell" ucap bu Laila dengan senyum getir banyak pertanyaan tentang sang suami yang sudah ia anggap wafat


"kata siapa , aku tau semua kau juga pasti tak kan tega melihat papu mu seperti orang depresi karna kehilangan mu La , mereka sudah sangat merasa bersalah La " ucap bu Maryam lembut


" bahas nanti saja kepalaku sakit Jell, sekarang bantu aku mencari tahu apakah ini benar suamiku atau bukan"


"baiklah tapi tak gratis" jawab bu Maryam

__ADS_1


"apa yang kau inginkan kau tak lihat aku sudah miskin," kesal bu Laila yang heran dengan sahabat nya yang tak mau rugi


"ayolah ,,, aku tak butuh uang mu , dan jangan berlagak miskin black card mu itu penuhh La ,,, "


"baiklah apa yang aku ingin kan , tapi bantu aku ke bank dulu ini sudah tahunan tidak digunakan aku ingin perbarui data nya agar bisa digunakan , aku tak tega melihat anakku bekerja terus, aku merasa bersalah Jell"


"aku tak ingin uang mu , harta ku tak akan habis 12 turunan La"


"come on , Jell jangan sombong , kau lupa dengan Tuhan rupanya, percuma kau lama di mesir"


"baiklah,,, aku hanya sombong kepada mu La"


"jadi apa yang kau pinta"


"tak banyak aku hanya mau Mila saja"


jeduarrrrr,,,,,,


"kau pikir anakku barang Jell, kalau begitu tak jadi , kau pikir aku akan mempertaruhkan anakku Jell" teriak bu Laila


"jangan marah ,, aku hanya ingin diaenjadi menantuku saja , bagaimana aku berjanji akan menjadi mertua dan besan yang baik La" ucap bu Maryam dengan percaya dirinya dan mengedipkan sebelah mata nya


"cihhh,,,,


aku tak janji masalah hati aku tak mau memaksakan Mila Jell"


"kau tak usah khawatir cukup ucap iya , selebihnya serahkan pada ku" jawab bu Maryam antusias


"baiklah , tapi jangan memaksa putriku kalau ia tak mau , paham" ucap bu Laila tegas di balas anggukan dengan bu Maryam


Bu Maryam pun mengambil ponsel menghubungi seseorang


"cari info dengan detail , aku mau nanti malam sudah ada , berhati-hatilah yang kau dan anak buah mu masuki ini adalah kandang sing" ucap bu Maryam tegas**

__ADS_1


**////


__ADS_2