
*****
**Dengan berat hati Mila tinggal di rumah keluarga Dewanto. Sebenarnya Mila hanya sungkan saja karna baru beberapa bulan mengenal keluarga ini tanpa sengaja.
Mila tidur di kamar twins karna mereka tak mengizinkan Mila di kamar tamu , setidak nya keluarga ini tidak sungkan-sungkan memberikan kehangatan bagai keluarga sendiri.
"kakak, jadilah kakak iparku" desak twins sedari tadi mengapit Mila.
"bisakah kalian beri ruang sedikit , kakak bahkan sulit untuk bergerak" keluh Mila pada twins
mereka melepas pelukan memberi ruang untuk bernafas pada Mila. Mila di buat pusing dengan permintaan twins yang tak kenal lelah meminta hal yang mustahil, bagaimana mungkin dia akan menjadi istri seorang Habik yang cuek itu, tak ada cita-cita Mila menikah dengan orang cuek , itulah fikiran Mila.
**Tak terasa pagi telah tiba , Mila yang sudah lebih satu minggu meliburkan diri dari pekerjaan nya pun akan kembali masuk.
Setelah makan mereka berkumpul di ruang keluarga berbincang-bincang , tapi tidak dengan Habil. Ia sudah pegi kekantor , memimpin dua perusahaan raksasa tentu membuat nya sedikit sibuk.
***
Mila yang ikut berbincang hanya menyimak obrolan dua sejoli itu, terlihat sang ibu benar-benar menunjukkan jati diri nya.
Mila yang penasaran hanya memendam rasa penasaran nya saja.
Tak berselang lama bel pintu berbunyi , Mila berinisiatif untuk membuka pintu tersebut.
Betapa terkejutnya Mila melihat seorang di hadapan nya.
Leo memeluk sang kakak yang terlihat kebingungan.
"bagaimana kamu disini dek" ucap Mila , ia bingung sekaligus senang.
__ADS_1
"di jemput kak , orang nya bang Habil kata nya , siapa bang Habil kak , apa benar bunda disini , rumah siapa ini ??" tanya Leo bertubi-tubi
"iya bunda disini , kakak sudah melarang tapi bunda mau nya disini tak apalah yang penting bunda sudah sehat" jawab Mila
melihat mereka hanya berdiri di depan pintu bu Maryam dan bu Laila pun menghampiri mereka.
"Leo!!" seru bu Laila menghampiri dan memeluk anak kedua nya.
"bunda,, bunda sudah sembuh Leo sangat kahawatir bunda , Leo takut bunda kenapa-napa" ucap Leo memeluk erat sang bunda
"bunda sudah sehat sayang" jawab sang bunda
"bunda ini tempat siapa , mengapa tidak ke kontrakan kakak saja??" tanya Leo
"ini rumah sahabat bunda , kamu perkenalkan dulu dengan mereka ya" jawab sang bunda
"perkenalkan , saya Leo Sanjaya anak kedua dari bunda Laila dan **Andi Sanjaya" ucap Leo demgam sopan
"kenapa kak Mila tidak pake nama Sanjaya di belakang nya" ucap Hana seolah tak terima
"bukan tidak di pakai , hanya yang mengenal dekat saja nama panjang nya" ucap Leo
twins hanya membulatkan mulut saja membentuk huruf "O".
mereka berbincang hingga Mila membuka suara nya.
"bunda Mila akan pulang kekontrakan Mila saja ya , Mila sudah libur lama tidak enak sama yang punya kafe" ucap Mila
"kenapa Mila mau pulang , apa disini tidak nyaman" tanya biu Maryam
__ADS_1
"bukan begitu mah , Mila rasa Mila harus pulang ke kontrakan , Mila harus kerja sudah diberi waktu senggang dengan bang Jo jadi lebih dekat dari sana mah, kalau bunda masih mau disini tidak apa kon mah" jawab Mila
"ya sudah tapi kamu harus sesering mungkin kesini , biarkan bundamu dan Leo disini tidak apa kan?" tanya bu Maryam
"kalau itu terserah bunda saja mah" kawab Mila
Mila terasa lega mendapat persetujuan dari bu Maryam , tak mungkin dia berada disini apalagi harus selalau bertatapan dengan Habil.
"Leo mana kotak yang bunda suruh bawa?" tanya bu Laila
"iya bun ini ada , Leo ambil ya" jawab Leo lembut
"kotak apa bun?" tanya Mila penasaran semakin banyak teka-teki sang ibu
bu Laila tidak menjawab dia hanya tersenyum pada Mila. Tak lama kemudia Leo datang membawa kotak kecil tersebut.
"ini kan bun?" tanya Leo
"iya kemarikan sayang" ucap bu Laila lembut
di ruang keluarga lengkap semua orang berada disana , hanya Habil yang tidak ada.
bu Laila membuka kotak itu , dikeluarkan nya barang tersebut satu persatu.
Betapa terkejut nya Mila melihat benda-benda kecil tersebut, ada satu black card dan cincin yang unik serta sebuah kalung berliontin unik. Masih ada beberapa perhiasan yang lain.
Mila menatap bundanya penuh pertanyaan , banyak sekali pertanyaan yang ingin di tanyakan kepada sang bunda**.
******
__ADS_1