
Selamat lebaran semua, maafkan othor karna tidak update. Jadi othor kemaren repot lebaran dan ada sedikit musibah karna di tabrak motor. Maaf sekali lagi karna penikmat cerita ini harus menunggu. Salam manis. Terima kasihhhhππππ
**ππΉππΉππΉππΉ
Malam yang terasa syahdu dan hangat, apalagi sambutan dari king Charles sangat membuat iri para pengusaha yang tidak seberuntung perusahaan Habil. Banyak mata yang memandang takjub dan tak sedikit netra iri itu menghujam para staf HL group.
Sedangkan Mila ia berada disisi Queen yang sangat menawan malam ini, semerbak parfum racikan Mila memenuhi indra penciuman para penikmat pesta. Mila tidak menyadari ada sepasang mata menatap dang suami dengam intens. Merasa aman wanita itu mendekati gelas yang Habil pegang dan berpura-pura mencari dan bertanya keberadaan suaminya. Dilihat mata sipit dan kulit mulus itu mulai menjalankan aksinya. Habil tak mencurigai sama sekali, terlebih wanita itu pandai mengecoh hingga Habil tak memperhatikan gelas yang ia pegang. Minuman non alkohol itu telah di masukkan sesuatu cairan dengan rapi dan tenang.
Mila yang mulai risau mulai mencari keberadaan suaminya, perasaannya tidak enak ia selalu ingin pulang ke hotel. Mila segera berpamitan kepada Queen untuk mencari suaminya. Mila berjalan dan mulai melihat anak buah dari suaminya dan segera bertanya, karna sang suami tidak ada disitu.
"kemana mas Habil?" tanya Mila pada Marko
"tadi disana berbincang dengan presdir dari Filipin" jawab Marko lalu menunjukkan dan membawa Mila ketempat Habil tadi.
"mana? Kok nggak ada Ko?" tanya Mila kembali, sungguh ia sangat khawatir
"itu nona, itu tuan Habil" jawab Habil, Mila terkekeh mendengar kata Tuan yang Marko ucapkan barusan.
"jangan terlalu formal, lucu dengarnya" ucap Mila, dan berlalu menghampiri suaminya.
__ADS_1
Langkahnya semakin cepat kala melihat wajah sang suami yamg merah padam seperti menahan sesuatu. Tak cukup sampai disitu, Mila melihat ada wanita cantik didekat suaminya dan menyentuh lengannya. Mila melangkah penuh tanya dan khwatir, ia heran mengapa suaminya bisa dekat demgan wanita itu, sedangkan biasanya sang suami paling risih jika berdekatan dengan wanita selain keluarga dan dirinya sendiri.
"sayang, kamu kenapa?" tanya Mila sengaja menggunakan bahasa asing sedikit keras agar wanita disamping suaminya itu dapat mendengar. Mila tidak bodoh, dari gestur tubuh wanita ini memang ada unsur kesengajaan. Mila semakin yakin akan tuduhannya kala melihat sang suami dengam mata sayu dan sedikit terpejam.
"sayang ayo kita pulang ke hotel saja" ucap Mila lalu mengambil alih suaminya
"nona, pertemuan ini belum selesai. Bukankah tidak sopan meninggalkan pesta yang sengaja dibuat oleh king Charles" ucap wanita bermata sipit itu
"suamiku sedang tidak sehat, dan saya yakin King dan Queen tidak keberatan. Apa jangan-jangan anda sendiri yang keberata!!" jawab Mila sarkas, membuat lawan bicaranya terdiam. Mila semakin yakin ada sesuatu yang terjadi yang tidak ia ketahui.
Mila segera memanggil Marko untuk membawa Habil kembali ke hotel, ia segera berpamitan kepada Queen dan berbicara apa adanya. Dengan tegas Queen Elisabeth menutup semua pintu setelah kepergian Mila dan Habil. Ia merasa malu karna pestanya ada yang merusak.
King Charles yang tahu akan hal itu tak tinggal diam, segera ia mengerahkan para pengawal memeriksa semua nya tanpa ada tang tertinggal sedikit pun.
**
Tak berselang lama mereka sampai ke hotel dan membopong Habil yang terlihat meronta.
dengan susah payah Marko dan Mila akhirnya sampai di depan pintu kamar.
__ADS_1
"aku akan menelpon dokter" ucap Marko cemas
"tidak usah, kami ada obatnya. Kau kembalilah kalau ada apa-apa aku akan menghubungimu" ucap Mila, Marko mengangguk dan kembali ke kamarnya, ia ingin kembali ke kerajaan akan tetapi ada rekan yang memberitahukannya bahwa semua akses ditutup sementara.
"sayang kamu letakkan dimana pil itu?" tanya Mila yang tak sadar memanggil sang suami dengan sayang.
Habil sudah tak mampu menjawab, ia menarik Mila sedikit kasar dan meraup bibir sexy sang istri. Mila terkejut selama pernikahan baru kali ini ia melihat Habil yang liar dan bringas.
"sabar sayang, sekarang aku tanya di mana mas taruh pil itu" ucap Mila setelah berhasil lolos dari ciuman sang istri
"tak perlu, mas hanya butuh kamu sayang" ucap Habil parau, dengan sekali hentakan tersingkaplah gaun indah sang istri. Mila yang tahu kemana ranah selanjutnya pun segera melepas pakaiannya. Mila paham sang suami sudah sangat tersiksa.
Mila sedikit emosi dan mengumpat wanita yang ia temui di samping suaminya tadi, feeling Mila mengatakan ada ketertarikan dimata wanita tadi kala melihat suaminya.
Mila mengikuti permainan Habil yang liar, ia sedikit kewalahan karna tak diberi celah sedikitpun.
"maafkan mas sayang, tapi mas sudah tidak tahan" bisik Habil dengan deru napas yang semakin berat dan tertutup kabut gairah.
"lakukan apa yang mas inginkan" ucap Mila, ia membantu sang suami melepas kemeja yang melekat di tubuh kekar sang suami, Mila pun terhanyut dalam permainan. Mila tak bisa membayangkan kalau saja ia terlambat, mungkin sang suami sudah disantap wanita tadi.
__ADS_1
Habil mulai tidak terkontrol menjalankan aksinya, ketika intinya sudah menyatu suara erangan dan ******* pun menghiasi ruangan itu. Mila sedikit ngeri, entah berapa dosis yang diberikan tadi yang jelas Mila merasa bahwa esok ia tak akan mampu berjalan.
πΉππΉππΉππΉπ**