Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 89Pernikahan


__ADS_3

Happy reading,,, mudah2an nggk lama ya bab nya lebih kurang 10 bab lagi lahhh 🌹🌹🌹


**πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Waktu terus bergulir seakan manusia tidak merasakan perputarannya, semua manusia sibuk dengan diri masing-masing dari yang di kelas atas hingga rakyat jelata pun jalanan pun merasa waktu berlalu cepat dengan keluh kesah masing-masing.


Begitu juga dengan keluarga yang hari ini merasakan kebahagiaan, waktu yang di tunggu-tunggu keluarga besar Dewanto pun tiba. Dimana putra sulung dari keluarga Dewanto melepas masa lajangnya. Semua itu dinantikan setiap orang yang tak heran jika marga Dewanto sering kali terpampang di majalah bisnis.


Habil yang mengenakan jas berwarna putih sangat gagah dengan kopiah warna senada kini tengah duduk manis menanti acara yang sebentar lagi di mulai pun sedikit tegang, berulang kali ia menghela napas nya menghilangkan rasa gugupnya.


Pesta yang diadakan secara tertutup yang hanya mengundang kerabat dan kolega dekat pun mulai di banjiri tamu-tamu yang juga tidak sabar menantikan sang permaisuri tiba, mereka jelas penasaran karna pernikahan ini memang tak terendus siapapun semua rapi sesuai kemauan calon mempelai wanita yang tak mau terlalu di publish.


Ketika acara dimulai tuan besar Dewanto menepuk pundak anaknya.


"tenanglah, semua akan lancar" ucap pak Sultan Habil hanya mengangguk


"bisa kita mulai" ucap penghulu mereka semua mengangguk.

__ADS_1


Dekor cantik nan elegan yang penuh dengan bunga-bunga segar yang mampu membius mata para undangan, tak di pungkiri semerbak harum mawar menyeruak kemana-mana, suasana indah, hikmat dan menenangkan itulah perkiraan para tamu yang berdatangan sehingga tidak bosan menunggu.


Ketika kalimat sah dikumandangan semua terlihat bernapas lega


SAHHH !!!………


Mereka serempak seolah tak sabar akan kedatangan wanita yang menjadi objek pertama yang di nantikan banyak pasang mata.


Setelah aba-aba yang di maksudkan keluarlah seorang wanita dengan tatapan mata yang tajam nan teduh seolah mampu menyihir para tamu undangan.


"biasa saja, putriku sudah menjadi hak mu" ucap ayah Mila kepada sang menantu yang tak berkedip memandang sang putri.


Mila menduduki singgasananya dengan di antar oleh ibu dan mertuanya, Mila tampak anggun dengan kebaya putih menjuntai dengan pungggung transparan tetapi Mila memakai cadar(disini yang di maksud bukan NIQAB ya jangan salah arti) Mila enggan membuka wajah itu karna ketentuannya sendiri, bukan karna ia malu karna bekas penyanyi malam hanya saja Mila tak mau ambil resiko mengingat yang menjadi suaminya sekarang ini pengusaha yang sudah mecapai kancah internasional.


Biarlah mereka hanya melihat separuh wajahnya saja.


"apa yang kau tutupi tak berarti didepan ku, karna kecantikanmu sudah terpatri disini" bisik Habil, Mila hanya tersenyum menanggapi Habil

__ADS_1


"jangan di buka aku tak sudi berbagi" sambung Habil


"selamat ya semoga bahagia" ucap Retno dan Jovan yang mendatangi mereka dan memberi selamat


"terima kasih mbak, bang kalian keluarga Mila disini" ucap Mila mengingat bagaimana ia di perlakukan dengan baik dengan keluarga Jo


"selamat La, kau sempurna kau tak kan bisa menutupi kecantikanmu sampai kapanpun" ucap Lea yang datang bersama Lau dan juga dokter Roi, tak lupa viona dan Rio pun hadir.


Mila memang mengundang semua teman-temannya di kafe tanpa terkecuali, Eva pun turut hadir bersama mereka, sedangkan Sinta melirik iri pesta yang hangat ini, tangannya terulur menyalami Mila


"selamat" ucapnya singkat Mila hanya mengangguk.


πŸ’•


πŸ’•


πŸ’•**

__ADS_1


__ADS_2