Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 28 Kalung Mila


__ADS_3

*******


**Habil datang dengan dokter dan perawat dengan tergesa-gesa. Dokter pun bingung mendengar penjelasan Habil, karna hari ini nyonya Dewanto sudah diperbolehkan pulang, kondisi nya pun baik-baik saja.


Sesampainya di depan pintu mereka segera masuk ke dalam ruangan. Nampak tuan besar biasa saja berbeda dengan twins dan sang ibu.


Mereka tertunduk ketika dokter sudah memeriksa tak ada apa-apa , tak ada tanda-tanda sang nyonya kambuh lagi.


Habil mengeraskan rahang, ia sangat gemas dengan ibu dan adik-adiknya. Mila yang melihat Habil yang kelam pun bergidik ngeri , tanpa sadar Mila memegang pipinya, ia teringat tangan besar Habil singgah dipipi mulus nya.


"abang menunggu penjelasan" ucap Habil dingin kepada sang adik, ia tahu bahwa adik dan ibu nya bersekongkol.


Twins yang merasa mendapat ancaman pun beralih ke belakang Mila menyembunyikan diri.


Mila yang berada di posisi berhadapan dengan Habil pun merasa hawa yang mencakam , ia pun kaku di tempat.


Ketika Habil melangkah ingin menarik lengan twins Mila menghadang dengan kedua tangan nya.


Habil yang di kuasai amarah pun menatal Mila tajam.


"sebaik nya jangan ikut campur" ucao Habil dingin dan maju lagi ingin menjangkau twins.


Tetapi lagi-lagi Mila menghalangi Habil.


Habil yang geram pun menarik Mila dan mendorong nya hingga terjerembap ke bangkar sang ibu.


Bu Maryam yang masih berada di atas bangkar pun menarik Mila kedalam pelukannya.

__ADS_1


Gerakan bu Maryam pun terhenti saat melihat kalung mila yang keluar dari baju nya.


Bu Maryam pun kaku melihat kalung itu, Mila yang terkejut dengan apa yang di lakukan Habil pun hanya diam mematung. Ketika Habil hendak menampar adik nya Mila spontan teriak.


"jangaaaannnn!!!!" ucap Mila berlari ke arah twins yang sudah pucat.


Habil sangat marah karna tadi ia benar-benar khawatir akan kesehatan ibu nya.


"aku sudah bilang jangan ikut campur" ucap Habil tak bersahabat pada Mila


"tidak bisakah jangan pakai kekerasan , mereka perempuan tak sebanding dengan tubuh besarmu, apa kau tak malu lawan mu perempuan, kau melakukan nya di hadapan ku jelas aku akan ikut campur" balas Mila panjang lebar


"kalau begitu sekarang kau keluar " jawab Habil datar


Mila menatap twins , terlihat tatapan permohonan tetapu Mila pun sadar diri apa yang di ucapkan Habil tadi sedikit menusuk hati Mila.


Saat Mila hendak keluar bu Maryam membuka suara , dari tadi ia mematung memikirkan kalung yang Mila pakai.


"tunggu Mila," ucap bu Maryam yang dari tadi sudah menangis


Mila menoleh kearah bu Maryam


"ada apa mah??" jawab Mila tak tega melihat bu Maryam yang sudah menangis


"kemari mamah ingin melihat kalung mu" ucap bu Maryam


Mila yang bingung mendekat ke arah bu Maryam

__ADS_1


"boleh mamah melihat kalungmu??" tanya bu Maryam


"dari mana kau dapat kalung ini La??" sambung bu Maryam


"oh,,, ini kalung pemberian bunda mah, Mila tidak membeli dari mana pun" jawab Mila santai


"siapa nama lengkap bundamu La???" tanya bu Maryam yang semakin penasaran


"Laila mah, nama bundaku Laila" jawab Mila


"apa tak ada kepanjangan nya La" tanya bu Maryam menyelidik


Mila tampak berfikir karna bunda nya hanya memakai nama Laila saja , tapi ia teringat cerita mendiang ayah nya bahwa bunda nya tak akan memakai nama panjang nya lagi, ia tak mau memakai nama panjang itu lagi entah mengapa , yang jelas Mila sempat bertanya nama panjang sang bunda dan di jawab oleh sang ayah.


"ada mah , tapi bunda tak mau dikenal dengan nama itu entah mengapa" jawab Mila


"apa mamah boleh tau?" tanya bu Maryam sangat penasaran , ia yakin bahwa kalung itu couple dengan sahabat nya dulu


"Laila Juwita Subroto" jawab Mila


Degg ,,,,,,


seketika tangis bu Maryam pecah mendengar pernyataan Mila.


Mila yang bingung hanya memeluk nu Maryam , sementara Habil tak kalah bingung , jika twins jangan di tanya mereka seakan mendapat angin segar setidak nya untuk hari ini mereka aman, walaupun tak bisa lepas dari amarah sang kakak , setidaknya jika amarah sang kakak tertunda esok nya akan lebih baik lagi , karna jika sudah lain hari sang kakak tak akan berbuat kasar lagi , melainkan omelan dan nasihat yang panjang lebar. Itu lebih baik dari pada pipi mereka yang terkena imbas nya.


Twins menghela nafas lega**,,,,,

__ADS_1


__ADS_2