Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 62


__ADS_3

**πŸ’•πŸ’•


Dengan erat Mila menggenggam Habil walaupun terbiasa dengan keramaian tetapi Mila tetap gugup karna harus memantaskan diri berada di samping Habil.


Bibit Diego memang unggul Mila menguasai 5 bahasa tak di pungkiri garis keturunan subroto mengalir di dalam tubuh Mila.


Mila bertemu dengan ayah Habil dan istrinya yang menyapa dengan hangat, Mila tak merasa sebagai orang asing jika dengan keluarga Habil, bu Maryam pernah berkata bahwa ini belum sebagian yang keluarga nya karna lingkaran keluarga Dewanto memang besar namun mereka tak berada disini banyak yang berada si luar negara.


Habil tak melepas lengan Mila sedikitpun kemanapun Habil melangkah Mila selalu di sisinya, entah karna nyaman atau apa Mila pun tak menolak. Sesekali Habil menyapa kolega ayahnya yang juga bekerjasama dengan perusahaan pribadi Habil.


"kamu mau minum apa, biar mas yang ambilkan" ucap Habil


"aku saja mas"


"mas saja, lihat gaunmu mas salah memberikan itu" jawab Habil yang tak melepaskan Mila barang sekejap, ia takut banyak mata yang melihatnya


"aku mau orange jus saja" balas Mila


"baiklah, kedapankan rambutmu" ucap Habil yang langsung membagi rambut Mila menjadi dua dan meletakkan kesisi kanan dan kiri beruntunglah rambut Mila panjang dan tak di sanggul jadi dapat menutup sedikit kedua bongkahan kenyal itu.

__ADS_1


Habil memberikan gelas jus itu pada Mila demi apapub Mila sangat terbuai perlakuan Habil tapi ia ragu takut jika ada yang marah, tak mungkin pria tampan di sampingnya ini jomlo Mila menyikapi kedekatan mereka hanya karna bundanya dan bu Maryam bersahabat.


"mas boleh ku tanya sesuatu?" tanya Mila hati-hati


"ada apa?"


"tapi mas jangan tersinggung ya?"


"hem" jawab Habil singkat


"apa tak ada yang marah mas aku selalu disisi mas, rasanya tak mungkin mas jomlo, sebelumnya Mila minta maaf ya bertanya seperti ini" ucap Mila


Habil hanya terkekeh kecil Habil pikir pertanyaan macam apa yang akan di lontarkan Mila padanya ternyata hal ini.


"bagaimana mungkin mas, orang sukses seperti mas biasanya dikelilingi wanita-wanita cantik dan seksi masa iya mas tidak seperti itu?" ucap Mila tak percaya


"kalau dikelilingi wanita seperti itu pasti iya memang tak mas pungkiri tapi mas memang tak pernah dekat mereka yang mendekati mas dan tak pernah mas tanggapi ya karna tadi mas tak sempat Mila"


"huh,, mas PD sekali" ucap Mila mengerucutkan bibirnya karna jawaban narsis Habil

__ADS_1


"loh memang begitu, mas belum terpikir kalau kamu gimana?" tanya Habil kembali


"aku tak sempat mas aku fokus cari uang semenjak ayah tak ada lagi aku ingin Leo berhasil mas aku ingin Leo berpendidikan tinggi dan tanpa kusangka ternyata bunda orang berada" ucap Mila tersenyum


"apa kamu merasa kecewa pada bunda?"


"tentu tidak bunda ada alasan tersendiri, Mila pun tak marag walaupun Mila kuliah dengan biaya sendiri" ucap Mila bagi Mila kebersamaan lah yang paling utama terlebih lagi gaji Mila dengan menyanyi lumayan besar


"kamu sarjana?" tanya Habil


"iya mas, dulu aku ambil IT" jawab Mila


"wah, kamu bisa menjadi Hacker dong?" tanya Habil


"itu urusan mudah, bahkan dulu Mila suka isengin perusahaan besar yang pelit dengan karyawan" jawab Mila antusias Habil terkekeh mendengar kejujuran Mila iya juga penasaran seperti apa pandai nya wanita di hadapannya ini sampai-sampai bisa menggertak perusahaan


"ternyata kamu nakal juga ya" ucap Habil Mila hanya tersenyum menampilkan gigi-gigi yang tampak rapi**


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2