
**πΉπΉπΉπΉπΉ
Pagi ini Mila berkemas karna hari ini adalah hari pemberangkatan mereka menuju inggris. Sebelumnya mereka telah berpamitan kepada kedua orang tua mereka berdua, twins yang mendengarpun sibuk ingin ikut. Tapi karna mereka ada kuliah tidak mungkin kan mereka mengambil cuti. Mila berjanji akan membawakan mereka oleh-oleh jika pulang nanti.
Pesawat Habil mulai bergerak, mereka duduk di kelas bisnis. Perjalanan lumayan lama memakan waktu sekitar 15 jam dari jakarta ke bandara Heathrow. Mereka duduk berdampingan disana juga ada Marko yang seperti obat nyamuk. Wajahnya ditekuk kala melihat bos nya bermesraan dengan sang istri. Sedangkan petinggi yang lain tidak terlihat, karna Habil menempati bilik privasi. Habil yang sedikit pendiam memilih untuk berdua dengan istrinya demi kenyamanan Mila.
Setelah pesawat mendarat sempurna mereka turun dan rupanya sudah di jemput beberapa mobil atas perintah raja inggris yang mengundang mereka. Habil sendiri menempati mobil berbeda, mereka langsung menuju hotel yang disediakan. Bukam main sambutannya hotelnya pun sangat mewah, terlihat juga beberapa pengusaha dari indonesia yang turut diundang.
Mila sangat lelah karna baru pertama kali ia melakukan perjalanan jauh. Habil pun segera masuk kekamar mereka melihat bagaimana sang istri sangat lelah, bahkan ketika sampai Mila langsung merebahkan dirinya tanoa membersihkan tubuhnya.
"sayang bersihkan dulu tubuhmu, kita dari jauh pasti kotor" ucap Habil, ia yang notabennya pembersih sangat hati-hati apalagi setelag perjalanan jauh
Mila tak lagi bergerak terdengar dengkuran halus menandakan sang istri sangat lelap. Dengan telaten Habil membersihkan tubuh istrinya. Dengan sangat hati-hati ia membuka pakaian samg istri, sedangkan Mila masa bodoh ia sangat lelah tentu saat ini ia menurut saja apa yang dilakukan sang suami.
Sesekali Mila meracau karna terganggu, setelah selesai kini Habil yang membersihkan dirinya. Setelah selesai Habil membuka i pad khusus yang ia bawa untuk urusan pekerjaan.
__ADS_1
Tertera disana bahwa malam ini ada undangan ke istana, dengan semua staf dan juga istrinya. Marko telah menghubungi Habil bahwa semua yang diinginkan Habil telah siap. Pembahasan malam ini tak jauh-jauh dari teknologi.
Habil menoleh kearah sang istri yang terlelap ada senyum kecil kala melihat sang istri yang tidur seperti bayi. Habil beranjak menyusul istrinya, ia memeluk Mila dan menciumnya berulang kali.
"kenapa mas jadi mesum begini kalau melihatmu tertidur, kamu sangat nikmat" bisik Habil lalu menyusul mimpi sang istri. Ia harus istirahat, malam nanti pasti akan menguras otaknnya.
β¦β¦β¦
Malam ini sesuai keinginan sang raja mereka berkunjung ke istana, tentu ada maksud lain mengingat yang diundang raja ini bukan sembarang perusahaan.
"kapan mas menyiapkan ini?" tanya Mila penasaran
"sejak kita pergi,memang koper ini khusus pakaian yang akan kita kenakan saat bertemu penguasa Inggris ini" ucap Habil yang sedang di pakaikan dasi dengan sang istri
"mas gagah sekali memakai jas hitam ini" ucap Mila seraya mengelus rahang sang suami
__ADS_1
"jangan mulai, kita akan segera berangkat pakailah bajunya mas tunggu di sofa ya" balas Habil berlalu, perlakuan sang istri tentu dapat membuatnya terlena. Jika tidak disini sudah pasti ia akan mengurung istrinya di kamar dan menerjangnya tanpa ampun.
Mila bersiap, mengenakan gaun panjang hitam semua lengkap dari perhiasan sampai hiasan kepala, Mila melangkah dengan percaya dirinya ia menenteng dompet kecil dengan harga fantastis. Entah bagaimana sang suami bisa sedetail ini sedangkan Mila tak tahu menahu. Rambutnya ia kepang cantik seperti di kartun frozen.
"mas, aku sudah siap" ucap Mila, Habil menoleh terpana melihat sang istri dengan gaun pilihannya. Sungguh indah ciptaan Tuhan dihadapannya ini. Habil beranjak mendekati sang istri, ia mencium jemari sang istri dengan mesra.
"mas, kenapa diam ayooo" rengek Mila yang sebenarnya salah tingkah akan perlakuan sang suami
"mas kira bidadari dari mana" ucap Habil
"jangan lepas dari mas okey!" sambung Habil penuh perintah, Mila hanya mengangguk saja. Ia pun tak mau lepas terlebih lagi ia sangat asing walaupun ia lancar berbahasa asing.
Mereka berjalan serasi, seakan-akan mereka akan menghadiri pesta mewah. Mila melangkah dengan elegannya di sisi Habil, sampai di bawah ia bertemu para petinggi perusahaan, mereka dan para istri pun menunduk hormat. Merka sungguh tercengang terlebih lagi Mila yang selalu menggunakan masker membuat karyawan Habil tak ada yang mengenali wajahnya, mata pun tertutup kaca mata hitam pekat. Tapi malam ini, sungguh mereka beruntung dapat melihat istri presdir HL group itu**.
...****************...
__ADS_1