
**πππππ
Tak terasa hati berganti, begitu juga yang dirasakan keluarga kecil Mila yang menanti kelahiran twins. Sore ini Mila terpaksa ditinggalkan suaminya karna ada urusan mendesak dan membutuhkan kehadiran Habil.
Habil mengutus beberapa pengawal pria dan wanita untuk sigap berada di kediamannya. Terlebih lagi bulan ini adalah bulan kelahiran buah hatinya. Dengan rasa was-was Habil meninggalkan mansionnya berharap urusannya cepat selesai.
Setelah Mila membujuk agar ia tenang dan tidak khawatir, akhirnya Habil pergi. Mila yang saat itu tengah berada di taman pun memilih untuk masuk kedalam kamarnya. Mila sedikit heran karna setelah kepergian Habil tadi ia merasa pingangnya seakan mau terpisah. Akan tetapi Mila diam saja mengingat jika sang suami khawatir berlebih dan akan menyusahkan orang lain dengan suara menggelegarnya. Mila dengan sedikit bantuan pengawal wanita itu akhirnya sampai di pintu kamar.
"istirahatlah, jangan berdiri di depan pintu Zee. Gunakan waktu untuk istirahat aku juga akan istirahat" ucap Mila
"baik nyonya terima kasih, tapi saya akan tetap disini" tegas Zee
"terserah, kalau lelah pun kamu yang merasakannya" gumam Mila, lalu ia masuk karna rasa pinggangnya semakin menjadi-jadi
Setelah dirasa tidak terlalu sakit, Mila berusaha untuk mandi karna waktu sudah sore. Kalau tidak salah suaminya sebentar lagi akan pulang, Mila sedikit terkejut kala melihat darah di area paha nya, ia berpikir aoa ia akan melahirkan.
Setelah selesai dengan ritualnya, Mila berganti dengan pakaian hamilnya. Di masa hamil ini suaminya menyiapkan segala sesuatunya dengan baik, termasuk bahan baju yang di kenakan istrinya. Mila nyaman memakai pakaian hamilnya, ia tidak merasa gerah dan panas.
**
Sementara Habil dengan segala tenaganya berusaha secepat mungkin agar ia bisa lekas pulang. Setelah berkutat dengan dokumen yang sedikit bermasalah akhirnya ia di bantu Marko dapat menyelesaikan dengan cepat. Tanpa berlama-lama lagi ia segera pulang, bahkan ia tak sempat berpamitan dengan Marko.
Setelah sampai dirumah ia segera masuk kamar dan melihat istrinya, Habil menghela napas lega kala melihat istrinya sedamg bersandar di kepala ranjang.
"mas sudah pulang" ucap Mila yang tadi sedang membaca dongeng anak-anak
"ya, mas merasa sangat lama diluar tadi. Apa ada yang kamu rasakan?" tanya Habil, ia merasa Mila sedang menahan sesuatu. Terlihat dari wajahnya sedikit pucat.
"nggak kok mas, mas mandi dulu nanti baru kita ngobrol" ucap Mila, apa yang di lontarkan suaminya adalah benar. Sakit pinggang itu kini semakin menjadi-jadi.
Tanpa berlama-lama Habil segera mandi, ia akan berbincang dengan kesayanganya itu. Habil mandi dengan santai, sampai akhirnya ia menyudahi ritual mandinya. Habil keluar dengan semerbak harum yang sangat Mila suka. Habil menatap istrinya yang mengeluarkan keringat dingin.
"sayang, kamu kenapa kok keringatan sih?" tanya Habil bingung. Mila hanya tersenyum.
__ADS_1
Habil mengambil celana boksernya tanpa memakai atasan, ia khawatir melihat keringat membahsahi kening istrinya.
"sayang, kamu sakit?" tanya Habil, Mila yang sudah tidak tahan akhirnya meminta Habil membawanya kerumah sakit
"mas, kita kerumah sakit ya. Pinggang Mila sakit selepas mas pergi tadi" ucap Mila terbata karna sakitnya semakin menyiksa
"ya ampun kenapa nggak bilang sayang, ayo mas gendong ya" ucap Habil panik langsung menggendong istrinya menuju garasi. Perlengkapan bayi pun tak ia hiraukan karna bisa menyusul yang terpenting adalah keselamatan istrinta.
"pak, pak kita kerumah sakit sekarang. Ayo pak cepat istrikymu sudah kesakitan!!!" teriak Habil membuat satu bangunan itu heboh.
Pak Eko yang stand by pun segera mengikuti apa yang tuannya katakan. Ia dapat melihat kekhawatiran di mata tuannya itu.
"lebih cepat pak, kasihan istriku" ucap Habil seraya menenangkan istrinya yang mulai menrintih. Habil bingung mau bagaimana lagi, ia hanya bisa menenangkan istrinya dengan kata-kata. Sesekali ia mengecup kening Mila, ia memerintahkan pak Eko agar memberi rahu keluarganya.
Setelah sampai di parkiran teriakan Habil pun membuat para resepsionis terkejut.
"tolong istri saya, istri saya mau melahirkan!!" teriak Habil, dengan sigap para perawat datang dengan mendorong bangkar. Habil tak lagi menyadari kalau ia hanya pakai bokser saja. Semua mata tertuju pada Habil yang masa bodo saja. Habil sangat kalut apalagi istrinya mulai menunjukkan rasa sakit yang luar biasa. Terbukti beberapa cakaran di lengan Habil yang menjadi sasaran empuk istrinya.
Dokter yang memeriksa pun memberi tahukan bahwa bayi-bayi itu siap lahir, bahkan jalannya sudah terbuka sempurna. Habil tercengang mendengar pernyataan dokter, bagaimana istrinya bisa menahan sedari tadi.
"aku ikut, aku akan menamani istriku" tegas Habil, tak perduli tidak berbaju yang terpenting ia selalu ada disisi istrinya.
Habil masuk dan menggenggam tangan Mila, Mila menoleh melihat suaminya.
"sakit masβ¦β¦
"sabar sayang kamu pasti kuat, ingat sebentar lagi kita akan bertemu buah cinta kita oke" ucap Habil seraya mengecup jemari istrinya.
Setelah mendengar intruksi dari dokter tersebut, Mila bersiap karna sesuatu seperti dorongan mengaharuskan ia mengejan tanpa diminta, tiga kali Mila mengejan keluarlah jagoan pertama mereka.
Oeeekkkkk,,,,oekkkkkkβ¦β¦β¦
"alhamdulillah,
__ADS_1
Habil spontan mengucap syukur.
Dokter memberitahu Mila agar menuruti arahannya karna baby yang satunya lagi akan segera launching.
3 kali Mila mengejan akhirnya jagoan kedua lahir dengan sempurna, dokter yang melihat pun terkagum-kagum melihat kembar identik itu, parasnya susa di bedakan.
"selamat tuan, nyonya mereka lahir tanpa kekurangan apapun" ucap dokter itu
Habil mengecupi kening Mila, berterima kasih karna sudah mau bersusah payah mengeluarkan keturunannya. Setelah selesai Habil diminta keluar karna Mila akan di bersihkan.
Habil keluar ruangan dengan keadaan yang berantakan, rambut yang acak-acakan belum lagi ia hanya mengenakan bokser. Sampai diluar ia menatap anggota keluarganya, semuanya lengkap. Habil berhambur memeluk sang ibu, ia menangis haru. Habil juga memberitahukan bahwa anak kembar nya telah lahir.
Setelah menyempaikan kabar gembira itu, Marko datang menyodorkan paper bag dihadapan Habil.
"aku tau kau sedang bahagia, maka dari itu pakailah kostum ini dulu" ucap Marko, ia geli melihat penampilan menyedihkan dan menggelikan bos juga sahabatnya itu.
Habil yang tersadar hanya menggaruk kepalanya dan ia berlalu ke kamar mandi, beberapa luka juga ia dapatkan dari sang istri tadi yang tak sadar mencakar dan menarik rambutnya. Belum lagi gigitab di lengan kekar suaminya itu. Apapun itu, Habil bahagaia sangat.
***
Mila yang telah dipindahkan ke ruang perawatan dikelilingi keluarga besarnya. Ada orang tuanya, ada mertua nya beserta adik-adiknya. Mila bahagia melihat kelahiran kedua putranya, ia tak menyangka jika akan melahirkan dua putra sekaligus.
Terpancar kebahagiaan di mata suaminya kala melihat kedua anaknya terlelap setelah rewel meminta jatah asi kepada ibunya.
Mila bahagia, Habil bahagia, semuanya bahagia. Tanpa disangka-sangka, orang yang tidak sengaja ia tampar menjadi ibu dari anak-anaknya.
Sementara Mila, ia tak berhenti bersyukur. Keterpurukan yang dulu singgah sekarang berganti kebahagiaan, ayah nya msih hidup, mempunyai seorang suami yang sangat sayang dan memiliki dua orang putra sekaligus.
Mila tersenyum melihat suaminya duduk di samping box bayi.
TAMAT
(TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYAππππ
__ADS_1
MAAF BANYAK TYPO DAN SUKA TELAT UPDATE SALAM MANIS : YUSTINA ANGGRAENI) πππππ**