
**🌹🌹🌹🌹
Pagi itu hujan mulai mereda Mila akan memulai aktifitasnya, ia juga hatus pergi ke showroom agar memuaskan perasaan bundanya yang selalu mengomel. Pagi ini rencananya Mila akan menghubungi Habil ia ingin membeli sebuah mobil bersama Habil itupun kalau pengusaha muda itu tidak repot.
Sedikit enggan Mila menghubungi Habil tapi ia bingung akan pergi dengan siapa Eva kerja dari pagi dan Hera sedang di luar kota karna acara keluarganya, setelah menimbang-nimbang akhirnya Mila menghubungi Habil.
Lama panggilan itu tak di jawab padahal waktu sudah menunjukkan pukul 10 lewat.
'hufh, kemana perjaka satu ini' gumam Mila yang masih berada di kamar barunya yang sangat luas.
Setelah mengulamg panggilan sekali lagi akhirnya ada jawaban dari Habil.
"halo, maaf mad baru selesai meeting" ucap Habil merasa bersalah karna sudah banyak panggilan
"aku seperti menelpon fans mas" jawab Mila
"maaf ya, ponsel mas silence ada apa tumben"
"mas sekarang repot nggak?"
"emm,, nggak sih ada apa?"
"bisa temani Mila mas, ke showroom"
"mau beli mobil?" tanya Habil konyol
__ADS_1
"mau beli bentor mas sama spageti" balas Mila
Habil terkekeh mendengar itu
"okey, kapan sekarang kamu dimana biar mas jemput"
"Mila di mansion ayah, alamatnya Mila kirim ya"
"okey,, see you"
Mila mematikan panggilan nya memang Habil paling bisa diandalkan, yerlebih lagi urusan kantor sudah selesai.
Dikantor……
"Ko, aku keluar hari ini handle ya" ucap Habil
Habil hanya cuek dan pergi berdebat dengan Marko pasti akan memakan waktu, Habil malemasuki mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi karna jalan cukup lenggang hari ini. Dari kantor menuju mansion Mila memang lumayan jauh, Habil harus menempuh jarak 45 menit dengan kecepatan diatas rata-rata.
Mila yang sudah bersiap ia sekalian berangkat kerja karna mulai sekarang Mila harus melaju lumayan jauh, tak lama ponsel nya berbunyi dan Habil yang menghubunginya.
"yang cat kelabu mas" ucap Mila lewat ponsel tersebut
tak lama Mila keluar keadaan mansion memang sepi karna Leo kuliah dan orang tuanya pergi mengurus urusan masing-masing.
Mila membuka pintu karna Habil sudah masuk ke area garasi
__ADS_1
"apa sudah siap" ucap Habil yang baru keluar dari mobilnya
"sudah, mas mau minum dulu pa tidak?"
"langsung saja, nanti kita makan diluar saja ya" ucap Habil di angguki oleh Mila.
Mereka keluar dan Mila mulai bercerita masalah mobil itu ia ingin menolak tapi tak tega melihat sang bunda sedih jika di tolak, dan Habil memberikan solusi yang baik sepertinya ia tepat memilih lawan bicara sampai tak terasa sudah memasuki area showroom yang pasti Habil mengenal baik pemiliknya tak lain adalah Roi dokyer muda itu.
"sekarang pilih" ucap Habil
"bingung mas sayang duitnya" bisik Mila
"bunda kasih card warna apa?" tanya Habil
"hitam mas"
"nah kalau itu, mas kasih tahu ya berarti uang bunda dan ayahmu tak berseri" bisik Habil
Mila terkekeh geli mendengar penuturan Habil, kalau masalah itu ia tahu tapi tetap saja mobil yang ada disini kisaran 'M' Karna itu Mila sayang mengeluarkan uang walaupun di paksa bundanya.
"mas cari yang murah saja" ucap Mila berbisik
"ini sudah murah, kalau mau murah motor saja tapi motor biasa" ucap Habil jengah sudah 1 jam lebih tapi Mila belum menentukan mana yang akan di pilih**……
*
__ADS_1
*
*