
*******
**Jika di HL company beberapa orang sibuk dengan berkas lain hal dengan asisten Rafi yang sibuk menghubungi dekor dan katering.
Sementara itu seorang gadis berambut panjang sedang mengemasi pakaian dan barang-barang yang ia punya , keputusan sang ibu yang tak mau sang anak jauh dari jangkauannya membuat Mila harus meburuti sang ibu.
Ditemani Leo dan twins mereka seperti saudara sekandung yang saling membantu, Mila pun heran melihat twins yang merengek seperti bayi tadi pagi ingin ikut Mila pindahan.
Dan terbukti sekarang mereka membantu 25% merayu dan bermulut manis agar Mila mau menjadi kakak iparnya 75%.
Mila hanya menggeleng saja melihat tingkah twins yang selalu membanggakan sang kakak , jika tidak di jawab mereka pasti akan bertanya terus menerus. Leo yang melihat itupun di buat pusing , umur memang tak beda jauh dengan Leo tapi pemikirannya masih seperti bocah TK.
"berhentilah merengek, abang kalian pasti banyak yang mau kalau kakak pasti bukan tipe nya!!" seru Mila kala twins bergelayut tak mau lepas
"tapi kami mau nya kakak , ayolah kak kami jamin 1000% kakak kami masih perawan" ucah Hana antusias
'apa-apan mereka ini ,,, perawan aku baru perawan huh,,,, kuliah ternyata tak menjamin' batin Mila
"jangan memaksa kehendak abang kalian" jawab Mila kesal , gimana mau selesai pindah nya jika mereka datang saja bukan mau membantu tapi mengganggu
"kakak , kami tidak memaksa kakak , tapi cobalah dulu nanti kalau abang kami tak enak pulangkan saja" timpal Hani dengan entengnya
Mata Mila membola mendengar ucapan twins bagaimana tidak memang nya abang nya makanan apa tidak enak tak usah bayar dan di pulangkan begitu kan???
"kalian ini lancang sekali abang kalian bukan barang ataupun makanan jika tak enak bisa di pulangkan, huh,,, ada-ada saja sudah kapan selesai nya jika kalian begini terus , tak kasihan kah dengan Leo dari tadi bekerja sendiri" ucap Mila mulai jengah dengan tingkah twins
"kakak jawab dulu baru kita semangat" jawab twins
__ADS_1
"kalau abang kalian memang menyukai kakak biarkan dia yang mendekati kakak kalian tak payah merayu-rayu kakak, soal cinta dan kehidupan kedepan itu harga mati ,, huh ,,,, kalian ini umur saja tua , tapi fikiran masih bocah" ucap Mila kesal
"baiklah kak , jangan marah nanti kisutttt pipi nya kendur semua gimana hayo" balas Hani dengan cengiran lebarnya
Mila hanya menghela nafas kasar memang soal perjuangan twins patut di acungi jempol wajar jika mereka mengambil jurisan manajemen.
Kalau mereka jadi pebisnis maka lobi-lobi klien pasti dapat mereka menangkan.
Leo mulai memasuki barang Mila ke dalam mobil , mereka menggunakan mobil dari kediaman Dewanto jangan tanya sang ibu mereka,,sepertinya mereka sedang asyik berdua sejak pagi sekali sudah menuju apartemen Laila.
Barang-barang Mila juga tak terlalu banyak jadi dengan cepat mereka menyelesaikan pekerjaan itu.
"kak sudah siap semuanya ,tak ada yang tertinggal kan??" tanya sang adik
"mudah-mudahan sudah , ayo!" ajak Mila pada mereka semua
dalam perjalanan mereka asyik mengobrol sedangkan Leo masih setia dengan diam nya.
Mila hanya memutar bola mata mendengar Hana bicara.
Leo hanya tersenyum , Leo memang paling anti dengan sikap SKSD.
Tetapi Leo juga sangat salut ajaran keluarga Dewanto , walaupun kaya raya tetapi mereka dididik seramah mungkin kepada setiap orang Loe fikir orang kaya sombong semua.
"huuh, Leo gak asyik nihhh diam saja cerita dong gimana di kampung," ucap Hana lagi
"Leo kamu mau lanjut dimana nanti ??" tanya Hani , pertanyaan cemerlang bagi Leo
__ADS_1
"belum tau kak" jawab Leo singkat
"jangan kakak dong kita hanya beda setahun " ucap Hani , Hana juga setuju dan mengangguk cepat
"panggil nama saja Leo kami belum tua" balas Hana
"baiklah maaf , " jawab Leo singkat
hanya itu batin twins ,tak seru sekali
"gimana kuliah di tempat kami saja ,biar kita bisa sama-sama, gimana???" tawa Hana
"belum tahu, aku juga belum memberi tahu bunda dan kakak , mereka berhak tahu nanti saja difikirkan lagi" ucap Leo
"nanti kalau sudah ada keputusan bilang-bilang ya , mana nomor ponsemu" ucap Hani
Leo menatap kepada sang kakak memint izin, Leo memang anak yang sopan sampai sedetail ini pun harua izin. Mila hanya mengangguk dan Leo memberikan kepada twins nomor nya, Leo tak malu dengan keadaan ponsel kentang nya dia sangat PD dengan apa yang dia punya.
Jangan di bandingkan dengan ponsel twins yang superr mahal dan bisa buat membeli kebun beberapa bidang di kampung nya. .
"makasih Leo kita berteman ya" ucap Hana di angguki Habil
tak terasa dengan obrolan anak kecil yang kembar itu sampailah mobil di parkiran apartemen.
Alangkah terkejut nya Mila melihat apartemen milik sang ibu begitu mewah.
'apa benar tak salah masuk sini' batin Mila
__ADS_1
sang ibu pun sudah menunggu di bawah bersama sahabat nya , ketika tatapan Mila bertemu dengan sang ibu batulah dia yakin bahwa ia tak salah tempat.
MAAF JIKA BANYAK TYPO YA πππππππ**